Wartatrans, JAKARTA — Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Hj. Nahdiana, M.Pd., menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak perlu ditakuti para guru. Menurutnya, secanggih apa pun teknologi, tetap ada sisi kemanusiaan guru yang tak tergantikan: kemampuan menginspirasi.
“AI mungkin dapat memberikan jawaban lebih cepat dan akurat. Namun ia tidak memiliki nurani, ia hanya merespons saat ditanya. Yang memberi inspirasi hanya guru,” ujar sosok yang akrab disapa Bu Nana ini saat membuka Seminar Literasi Digital bertema Transformasi Literasi dan Pendidikan di Era Kecerdasan Artificial, Senin (24/11/2025), di Aula Kihajar Dewantara, Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Ia mengajak para pendidik untuk tidak menjauh dari teknologi tersebut. Sebaliknya, guru harus menguasai dan memanfaatkannya dalam proses belajar mengajar. “Tanpa dukungan AI, pembelajaran bisa terasa lebih lambat, menyita waktu, dan kurang menarik. Sementara murid-murid kita sudah sangat dekat dengan teknologi,” imbuhnya.
Seminar ini diprakarsai oleh Guru Literasi Jakarta (GliterJak) dan menghadirkan para pemateri yang kompeten:
— Dr. Bambang Saras Yulistiawan, S.T., M.Kom. (UPNVJ)
— Dr. H. Juwito Faisal, M.Pd. (UNIDA Bogor & PJMI)
— Bagus Rully Muttaqien, S.T., M.M. (VP Corporate Partnership Solusi247)
Kegiatan turut diperkuat oleh Haris Iriyanto, A.Md., S.Sos., M.Pd., dari BPSDM Provinsi DKI Jakarta selaku fasilitator kolaborasi Pentahelix. Sementara sambutan turut disampaikan oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer UPNVJ, Prof. Dr. Ir. Supriyanto, S.T., M.Sc., IPM dan Ketua Umum PJMI, H. Ismail Lutan.
Dalam pemaparannya, para narasumber sepakat bahwa kehadiran AI tidak bisa dihindari. Perkembangannya sangat cepat, sementara para siswa tumbuh dengan kemampuan teknologi yang semakin matang. Guru yang tidak ingin tertinggal, harus ikut berkembang.
Dr. Juwito Faisal secara khusus memotivasi para guru untuk produktif menulis. Menurutnya, AI justru dapat menjadi alat bantu untuk menghasilkan karya tulis berupa berita, artikel ilmiah hingga karya sastra. “Kami di PJMI membuka ruang publikasi bagi para guru. Kami siap memberikan pendampingan dan pelatihan,” ujarnya mengakhiri.*** (Septi)
























