Menu ✖

Mode Gelap
Indra Adhari Rilis Surga Cinta Jelang Remake Lagu Dirantai Gelang Rindu dari Exists Band Legendaris Malaysia Sikapi Eskalasi Geopolitik Timteng, Garuda Perkuat Mitigasi Operasional 1.300 Penari Siap Terangi Malam Banyuwangi, Tampil Glow in the Dark! Lagi dan Lagi, KPK Melakukan OTT di Jawa Tengah Prediksi Kualitas Udara Fakfak Tidak Sehat, Tiga Daerah Lainnya Sangat Tidak Sehat Angkutan Semen dan Klinker KAI Tembus 1,82 Juta Ton dalam Sembilan Bulan

EKOBIS

1.300 Penari Siap Terangi Malam Banyuwangi, Tampil Glow in the Dark!

badge-check


 1.300 Penari Siap Terangi Malam Banyuwangi, Tampil Glow in the Dark! Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 1.300 penari siap menerangi malam di Banyuwangi, tampil glow in the Dark!

Ya, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan potensi pariwisata daerah melalui pendekatan ekosistem yang terintegrasi.

Salah satu wujud kolaborasi tersebut adalah dukungan terhadap penyelenggaraan Gandrung Sewu 2026 pada 24 Oktober 2026, yang untuk pertama kalinya akan digelar pada malam hari dengan menghadirkan konsep pertunjukan baru.

“Menghadirkan perpaduan seni tradisi, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan, Gandrung Sewu 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga penggerak kunjungan wisatawan, aktivitas ekonomi lokal, dan penguatan posisi Banyuwangi sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia,” urai Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman, Rabu (14/10/2026).

Dia mengatakan, pengembangan pariwisata membutuhkan sinergi berbagai elemen, mulai dari konektivitas, destinasi, atraksi, akomodasi, hingga keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal.

InJourney melihat pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang perlu dikembangkan secara terintegrasi.

Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat.

Banyuwangi memiliki fondasi alam dan budaya yang kuat.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,” ujar Herdy.

Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney mengintegrasikan kapabilitas berbagai entitas dalam ekosistemnya, meliputi InJourney Airports, InJourney Aviation Services, InJourney Hospitality, InJourney Destination Management, InJourney Tourism Development Corporation dan InJourney Retail.

Sinergi ini membuka peluang untuk menghubungkan aksesibilitas, layanan perjalanan, akomodasi, pengalaman destinasi, hingga promosi dalam satu perjalanan wisata yang utuh (seamless tourism experience).

Salah satu fokus kolaborasi adalah pengembangan Gandrung Sewu sebagai signature cultural event Banyuwangi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pada penyelenggaraan tahun ini, pertunjukan kolosal tersebut akan menghadirkan pengalaman baru melalui konsep malam hari, dengan memadukan gerak ribuan penari, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan tanpa meninggalkan esensi serta nilai budaya Tari Gandrung.

Sebanyak 1.300 penari dijadwalkan tampil dalam Gandrung Sewu 2026, menghadirkan pertunjukan kolosal yang sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menjaga keberlanjutan seni tradisi Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan, inovasi dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu merupakan bagian dari upaya memperkuat daya tarik budaya sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

“Gandrung Sewu merupakan kebanggaan masyarakat Banyuwangi dan bagian penting dari identitas budaya daerah. Kami ingin tradisi ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi, tanpa kehilangan jati dirinya. Kolaborasi bersama InJourney menjadi salah satu upaya untuk memperkuat daya tarik Gandrung Sewu sekaligus mendorong pariwisata Banyuwangi agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Ipuk.

Bagi InJourney, pengembangan event budaya perlu melampaui penyelenggaraan pertunjukan pada hari pelaksanaan.

Event dapat menjadi titik awal untuk membangun pola perjalanan wisata yang lebih panjang, mulai dari mengunjungi destinasi alam dan budaya, menginap di hotel, menikmati kuliner lokal, hingga membeli produk UMKM.

Dengan demikian, Gandrung Sewu berpotensi menggerakkan berbagai mata rantai ekonomi daerah, termasuk sektor transportasi, perhotelan, kuliner, perdagangan, dan industri kreatif.

Konektivitas dan Promosi Terintegrasi Perluas Jangkauan Wisatawan

Direktur Komersial InJourney Airports Very Y Setiady, menegaskan bahwa konektivitas udara dan daya tarik destinasi perlu tumbuh secara beriringan.

Ketersediaan akses menjadi faktor penting untuk memudahkan wisatawan mencapai Banyuwangi, sementara event dan atraksi wisata dapat menciptakan alasan untuk melakukan perjalanan.

“Banyuwangi memiliki potensi alam dan budaya yang kuat untuk terus dikembangkan. Bagi kami, konektivitas bukan hanya tentang tersedianya bandara dan penerbangan, tetapi juga bagaimana akses tersebut didukung oleh permintaan perjalanan yang berkelanjutan,” ujar Veri.

Event seperti Gandrung Sewu dapat menjadi stimulus untuk menarik wisatawan. Karena itu, kolaborasi dengan pemerintah daerah, maskapai, dan pelaku industri pariwisata menjadi penting agar pertumbuhan konektivitas berjalan seiring dengan perkembangan destinasi.

Dalam mendukung upaya tersebut, InJourney Airports dapat memperkuat koordinasi dengan maskapai untuk memetakan potensi permintaan perjalanan, mengevaluasi kebutuhan kapasitas penerbangan, serta menjajaki peluang penyesuaian frekuensi atau kapasitas sesuai kondisi pasar dan kesiapan operasional.

Di sisi lain, ekosistem InJourney juga dapat berperan dalam memperluas jangkauan promosi Banyuwangi melalui kanal komunikasi, jaringan layanan, dan berbagai titik interaksi dengan wisatawan.

Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara promosi destinasi dan keputusan perjalanan, sehingga daya tarik Gandrung Sewu dapat mendorong kunjungan ke berbagai destinasi lain di Banyuwangi.

Pengembangan Gandrung Sewu dengan konsep malam hari disambut positif oleh budayawan dan pelatih penari Gandrung Sewu, Suko Prayitno.

Menurutnya, inovasi dalam penyelenggaraan menjadi peluang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Banyuwangi kepada khalayak yang lebih luas, dengan tetap menjaga pakem dan nilai-nilai yang melekat pada Tari Gandrung.

“Gandrung Sewu adalah identitas dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi. Perubahan konsep pertunjukan menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi kami untuk menghadirkan sesuatu yang baru tanpa meninggalkan akar budaya yang diwariskan. Kami ingin masyarakat dapat menikmati pengalaman yang berbeda, tetapi tetap merasakan jiwa dan karakter Tari Gandrung yang sesungguhnya,” ujar Suko.

Herdy menambahkan, tujuan kolaborasi ini bukan semata-mata membuat sebuah event menjadi lebih besar, melainkan memastikan manfaatnya juga semakin luas.

“Budaya harus tetap menjadi jiwa pengembangan destinasi, sementara konektivitas, hospitality, promosi, dan pemberdayaan ekonomi menjadi pengungkit agar manfaat pariwisata dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Jika seluruh elemen ini dapat kita orkestrasi bersama, Gandrung Sewu dapat menjadi salah satu anchor yang membuat wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk datang ke Banyuwangi, tinggal lebih lama, dan kembali lagi. (omy)

Baca Lainnya

myJasfren Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku, Akses Layanan jadi Makin Mudah

15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Perluas Pasar Ekspor-Impor, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

14 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Pelindo Kembali Layani Pemindahan Muatan Antarkapal di Nipa Kepri

14 Oktober 2026 - 16:54 WIB

KAMAKSI Mendorong Transformasi Perumda Pasar Jaya dan Penguatan Ketahanan Pangan Propinsi DKI Jakarta

14 Oktober 2026 - 15:26 WIB

Gajah Tunggal Berencana Investasi Rp 10 Triliun Bangun Pabrik Ban EV

14 Oktober 2026 - 14:38 WIB

Mercedes-Benz Trucks Resmikan Dealer di Mempawah, Perkuat Layanan Purnajual Kalbar

14 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Sambut Lima Abad Jakarta, CGR Dorong  Penguatan Identitas Budaya Betawi 

14 Oktober 2026 - 12:57 WIB

INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat

13 Oktober 2026 - 16:21 WIB

SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026

13 Oktober 2026 - 11:33 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

Trending di PERON