Wartatrans.com, JABAR — Pembangunan pusat data berbasis Akal Imitasi (AI) milik BDx senilai Rp 3,5 triliun di kawasan Jatiluhur Jawa Barat dihentikan Gubernur Dedi Mulyadi (KDM).
Padahal pembangunannya sangat diperlukan masyarakat dan Indonesia memiliki peluang bukan hanya menyiapkan data center untuk kebutuhan domestiknya saja, tetapi juga bagi kawasan Asia Tenggara.
Alasan KDM menghentikan adalah karena perizinan belum selesai..”Pembangunan tidak boleh dilanjutkan karena Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) belum selesai,” katanya.

Menanggapi masalah ini, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan tenang mengatakan pembangunan pusat data di Indonesia harus memperhitungkan kebutuhan energi, air bersih, serta dampak lingkungan, Senin (12/10/2026).
“Kita selalu mendorong pembangunan (data center) tanpa merugikan dan mengganggu keseimbangan lingkungan di daerah tersebut,” kata AHY.
Menko terbaik versi CELIOS ini menegaskan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan juga memiliki hak untuk menikmati lingkungan yang sehat dan nyaman. Karena itu, pembangunan pusat data harus dipastikan tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya rasa itu prinsipnya. Selanjutnya saya serahkan ke pihak – pihak yang berwenang untuk memastikan apakah data center tertentu itu sudah comply, sudah sesuai dengan standar dan persyaratan yang telah ditetapkan, termasuk juga untuk urusan dampak lingkungannya,” ujar AHY bijak.***
(Slamet Widodo)


























