Menu ✖

Mode Gelap
Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

TEKNOLOGI

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

badge-check


 Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI — Modernisasi tidak selalu harus dimulai dari gedung-gedung tinggi, kawasan industri, atau kendaraan mewah. Di era Presiden Prabowo Subianto, modernisasi juga mulai menyentuh jalanan tempat para pengemudi becak mencari nafkah.

Sebanyak 190 unit becak listrik diserahkan kepada pengemudi becak di Kabupaten Bekasi, Senin (5/10/2026). Bantuan ini menjadi bagian dari program yang menyasar pekerja kecil, termasuk mereka yang telah lanjut usia.

Bagi pengemudi becak, perubahan ini bukan sekadar pergantian alat transportasi.

Selama bertahun-tahun, kaki menjadi mesin utama. Mengayuh dari satu tempat ke tempat lain, di bawah panas matahari maupun ketika tubuh mulai kehilangan tenaga karena usia.

Kini, listrik mengambil sebagian beban itu.

Pengemudi tetap berada di atas becaknya. Tetap membawa penumpang. Tetap bekerja di jalan yang sama. Tetapi tenaga yang harus dikeluarkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kekuatan kaki.

Program tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Hingga November 2025, GSN menyebut telah menyalurkan 2.303 unit becak listrik, dengan target awal 10.000 unit.

Penyaluran juga terus bergerak. Lamongan mendapat 200 unit pada Februari 2026, sementara 200 unit lainnya disalurkan di Kota Cirebon pada September 2026.

Presiden Prabowo sebelumnya juga menyampaikan gagasan agar becak di berbagai daerah Indonesia dapat menggunakan tenaga listrik.

Di titik ini, becak listrik memiliki makna yang lebih luas.

Ia bukan semata-mata kendaraan listrik. Ia adalah gambaran bagaimana teknologi seharusnya bekerja: mendekat kepada rakyat dan mengurangi beban mereka.

Sebab modernisasi tidak boleh hanya berbicara tentang angka investasi, kendaraan canggih dan industri besar.

Modernisasi juga harus terasa di tangan pedagang kecil, pekerja informal, pengemudi becak, dan masyarakat yang setiap hari menggantungkan hidup dari pekerjaan sederhana.

Becak tidak harus hilang karena zaman berubah.

Becak bisa tetap menjadi bagian dari wajah kota, sementara teknologinya diperbarui.

Becaknya tetap. Pekerjaannya tetap. Penghidupannya tetap. Yang berubah adalah tenaga yang digunakan.

Dari kayuhan menuju listrik. Sebuah perubahan kecil di jalanan, tetapi bisa berarti besar bagi mereka yang selama ini mencari nafkah dengan mengandalkan tenaga sendiri.*** (Daus)

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Transjakarta Gunakan Sistem Online Laporan Keuangan

5 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Trending di JALUR