Menu ✖

Mode Gelap
Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo B50 Jadi Program Utama KAI, Target Pangkas Emisi 133.676 Ton CO₂e Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

RAGAM

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja

badge-check


 Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Ekspor perikanan dari Maluku mencapai Rp700 miliar (USD40,8 juta) dalam periode 1 Januari – 23 September 2026. Geliat ekspor ini berkontribusi positif bagi perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja sektor perikanan mencapai 1.102 pekerja.

Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan, produktivitas ekspor perikanan dari wilayah berjuluk Lumbung Ikan Nasional ini salah satunya berkat kualitas layanan jaminan mutu dari KKP, sehingga produk perikanan yang dihasilkan memenuhi standar global.

“KKP melalui UPT Badan Mutu Maluku hadir untuk membantu pelaku usaha dengan menjamin mutu dari mulai hulu sampai hilir. Sehingga komoditas perikanan yang akan masuk rantai pasok domestik maupun ekspor khususnya, telah memenuhi standar global baik dari sisi kualitas maupun keamanan pangan atau food safety,” ungkap Ishartini di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Ishartini merinci, ekspor perikanan senilai Rp700 Miliar itu volumenya mencapai 9675,8 ton, yang terdiri dari tiga komoditas utama tuna, udang vannamei, dan ikan julung-julung. Negara tujuan utama ekspor diantaranya RRT, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Arab Saudi, Malaysia dan Korea.

Produk perikanan yang diekspor hasil produksi 18 Unit Pengolahan Ikan (UP) pemegang sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), yang sudah terdaftar di negara tujuan.

“Seluruh ikan yang ekspor disertifikasi oleh Badan Mutu dan mendapatkan SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) sebagai dokumen mutu yang dipersyaratkan di negara tujuan,” tutup Ishartini.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menekankan pentingnya jaminan mutu hasil perikanan dari hulu sampai hilir untuk meningkatkan daya saing. Untuk itu, Menteri Trenggono meminta Badan Mutu KKP untuk lebih aktif turun ke rantai-rantai produksi melakukan sertifikasi.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Pelindo Mengajar, Ajak Siswa SMKN 1 Mempawah Mengenal Dunia Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Perempuan Aceh Bicara di Jakarta, Rumuskan Peta Jalan Kepemimpinan Perempuan Aceh 2045

7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Apa yang Dibahas Jokowi Saat Sambangi Prabowo di Kertanegara Jelang MK Putus Perkara Gibran?

7 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Usai Putusan MK, Wakil Ketua DPRD Sukabumi Turunkan Foto Gibran dari Ruang Kerjanya

7 Oktober 2026 - 16:58 WIB

MK Tak Temukan Bukti Ijazah Setara SLTA Gibran, Buku Rismon Kembali Disorot

7 Oktober 2026 - 16:28 WIB

Bengkel Kreatif Aceh Multi Vision, 15 Tahun Mengembangkan Karya dan Ekonomi Kreatif Aceh

7 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Pengurus APPSI Aceh Tengah Periode 2025–2030 Siap Dilantik

7 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Trending di RAGAM