Wartatrans.com, JATENG — Sebagai langkah konkret dalam upaya adaptasi dan transformasi terhadap perkembangan zaman, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Pameran Virtual Kearsipan Jawa Tengah 2026 bertema “Jawa Tengah dalam Arsip”.
Masyarakat dapat mengunjunginya melalui laman https://arpusda.jatengprov.go.id/pameran-virtual/ dari tanggal 23 September hingga 12 Oktober 2026.
Pameran diikuti Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng, serta puluhan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dari Kabupaten/Kota se Jateng.
Pada sambutannya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jateng Rahmah Nur Hayati mengatakan masyarakat sering menganggap arsip sebagai dokumen tua yang tidak lagi relevan dengan kehidupan masa kini. Padahal, arsip adalah rekam jejak peradaban yang menyimpan kisah perjuangan, dinamika sosial, kekayaan budaya, serta perkembangan pembangunan dari masa ke masa.

Lebih lanjut Rahmah menjelaskan bahwa pihaknya mendekatkan sejarah Jateng kepada generasi muda lewat pemanfaatan teknologi digital. Ini karena kebanyakan generasi muda sekarang akrab dengan gawai beserta platfomnya.
“Dengan demikian arsip tidak lagi terkungkung di dalam depo arsip. Tidak tertutup tetapi terbuka, interaktif, dan mudah diakses oleh siapa pun dan di mana pun. Mulai dari pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga masyarakat umum,” katanya, Rabu (23/09/2026).
Pada kesempatan sama, Pemprov Jateng meluncurkan Diorama Virtual Jawa Tengah (Diva Jateng). Program ini menghadirkan layanan digital tiga dimensi yang interaktif dan imersif. Di dalamnya juga menampilkan siapa, apa, dan bagaimana perjalanan Gubernur Jateng dari masa ke masa.
Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia, Mego Pinandito mengapresiasi adanya pameran virtual dan peluncuran DIVA Jateng. Menurutnya, inovasi digital membuat arsip dapat disajikan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Mego menyakini pameran ini mampu memantik kesadaran kolektif akan pentingnya menyelamatkan dan mengelola arsip. Selain itu akan semakin banyak masyarakat khususnya generasi muda yang mengenal sejarah daerahnya.***
(Aditiya Widodo Putra)






















