Menu ✖

Mode Gelap
Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

PERISTIWA

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

badge-check


 Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli. Perbesar

Wartatrans.com, FAKFAK — Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sampai saat ini sedang terjadi di wilayah Kabupaten Fakfak mulai memengaruhi kualitas udara di Distrik Karas, dan wilayah sekitar.

Kondisi tersebut mendorong jajaran Polsek Karas turun langsung ke tengah masyarakat dengan membagikan masker sebagai upaya mengurangi risiko paparan kabut asap.

Pembagian masker dilaksanakan pada Senin, 5 Oktober 2026, sekitar pukul 09.30 WIT. Kegiatan dipimpin Kapolsek Karas IPDA Aqbar Amir Fandhy, S.H., bersama sejumlah anggota Polsek Karas.

Sebanyak 250 masker dibagikan kepada masyarakat Kampung Malakuli yang berada di wilayah terdampak kabut asap.

Kapolsek Karas IPDA Aqbar Amir Fandhy mengatakan, pembagian masker dilakukan menyusul dampak karhutla yang menyebabkan kualitas udara menurun.

Ia mengimbau masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah dan mereka yang rentan terhadap dampak kabut asap agar menggunakan masker ketika harus melakukan aktivitas di luar rumah.

“Apabila bepergian keluar rumah untuk melakukan aktivitas di luar, sebaiknya menggunakan masker karena kabut asap dari dampak karhutla dapat membahayakan kesehatan,” ujar Aqbar.

Menurut Aqbar, dampak kabut asap juga membuat kegiatan pendidikan di wilayah Distrik Karas turut terganggu. Sekolah-sekolah di wilayah tersebut telah diliburkan mulai Senin, 5 Oktober 2026.

Selain masyarakat dan pelajar, imbauan kewaspadaan juga ditujukan kepada para nelayan yang hendak melaut.

Aqbar meminta nelayan menggunakan GPS serta perlengkapan navigasi lainnya yang diperlukan untuk membantu menentukan arah pelayaran.

Pasalnya, kabut asap yang cukup tebal dapat membatasi jarak pandang sehingga berpotensi mengganggu navigasi dan arah pelayaran.

“Kepada para nelayan yang ingin melaut agar menggunakan GPS dan alat kelengkapan navigasi lainnya yang diperlukan sebagai penunjuk arah, karena kabut asap sangat membatasi jarak pandang,” katanya.

Kegiatan pembagian masker kepada masyarakat Kampung Malakuli berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIT dan berhasil membagikan masker sebanyak 250 lembar.

Kondisi kabut asap di wilayah tersebut menjadi perhatian karena selain berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat, jarak pandang yang terbatas juga dapat meningkatkan risiko bagi warga yang melakukan aktivitas di luar ruangan maupun nelayan yang beraktivitas di laut.*** (ASAH)

Baca Lainnya

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Aceh Tengah Bersama Kodim 0106 Raih Juara Stand Terbaik Indonesia Fest 2026

5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Trending di PERISTIWA