Wartatrans.com, JAKARTA – Mau naik kereta api jarak jauh dari Jakarta, tetapi masih bingung kapan sebaiknya tiba di stasiun? PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyarankan pelanggan datang setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan agar memiliki cukup waktu untuk melakukan proses boarding dan menuju kereta tanpa terburu-buru.
Imbauan tersebut menjadi penting di tengah tingginya mobilitas pelanggan. Sepanjang September 2026, tujuh stasiun di wilayah Daop 1 Jakarta mencatat sebanyak 1.626.534 pergerakan penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ), terdiri atas 817.263 penumpang berangkat dan 809.271 penumpang tiba.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, pelanggan perlu memperhitungkan waktu perjalanan menuju stasiun, termasuk kondisi lalu lintas dan proses pemeriksaan sebelum memasuki area keberangkatan.
“Kami menyarankan pelanggan datang setidaknya satu jam sebelum jadwal keberangkatan. Dengan datang lebih awal, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk melakukan boarding, memastikan nomor kereta dan tempat duduk, serta menuju peron dengan lebih nyaman tanpa terburu-buru,” ujar Franoto.
2,47 Juta Penggunaan Face Recognition, Boarding Semakin Praktis
Untuk mempermudah proses keberangkatan, KAI menyediakan fasilitas face recognition di sejumlah stasiun, termasuk Gambir, Pasar Senen, dan Bekasi. Teknologi ini memungkinkan pelanggan yang telah melakukan registrasi melakukan boarding melalui pemindaian wajah tanpa perlu menunjukkan tiket maupun identitas secara manual pada pemeriksaan tersebut.
Sepanjang Januari hingga September 2026, penggunaan fasilitas face recognition di wilayah Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 2.473.701 penggunaan, terdiri atas 1.443.435 penggunaan di Stasiun Gambir, 749.385 penggunaan di Stasiun Pasar Senen, serta 280.881 penggunaan di Stasiun Bekasi. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan proses boarding yang lebih praktis dan efisien.
“Pelanggan yang sudah terdaftar cukup melakukan pemindaian wajah di boarding gate. Fasilitas ini memudahkan proses pemeriksaan sehingga pelanggan tidak perlu menunjukkan tiket dan identitas secara berulang pada proses boarding menggunakan face recognition,” jelas Franoto.
Bagi pelanggan yang belum melakukan registrasi, pendaftaran face recognition dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI atau fasilitas registrasi yang tersedia di stasiun sesuai ketentuan yang berlaku. Pelanggan tetap diimbau membawa identitas diri yang sah selama perjalanan.
Selain memberikan kemudahan dan mempercepat proses boarding, penggunaan face recognition juga mendukung upaya KAI dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas. Dengan sistem pemeriksaan berbasis pemindaian wajah, pelanggan tidak perlu mencetak tiket untuk proses boarding sehingga dapat membantu mengurangi konsumsi kertas dan limbah dari aktivitas pelayanan.
“Pemanfaatan face recognition tidak hanya memberikan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi digital KAI yang mendukung prinsip keberlanjutan lingkungan. Melalui layanan tanpa tiket cetak, kami terus mendorong pelayanan yang lebih efisien sekaligus ramah lingkungan,” jelas Franoto.
Pasar Senen dan Gambir Catat Keberangkatan Tertinggi
Berdasarkan data September 2026, Stasiun Pasar Senen mencatat volume keberangkatan KAJJ tertinggi sebanyak 302.120 pelanggan, disusul Stasiun Gambir sebanyak 288.695 pelanggan dan Stasiun Bekasi sebanyak 108.651 pelanggan.
Sementara itu, Stasiun Jatinegara melayani 53.905 penumpang berangkat, Stasiun Cikarang 33.838 penumpang, Stasiun Karawang 16.082 penumpang, serta Stasiun Cikampek 13.972 penumpang.
Franoto mengingatkan bahwa pelanggan perlu memperhatikan batas waktu boarding yang berlaku di masing-masing stasiun. Kedatangan terlalu dekat dengan jadwal keberangkatan dapat menyebabkan pelanggan tidak memiliki cukup waktu untuk melalui pemeriksaan dan menuju kereta.
“Pastikan stasiun keberangkatan sesuai dengan yang tertera pada tiket, siapkan identitas diri, dan perhatikan informasi perjalanan. Kami mengajak pelanggan memanfaatkan fasilitas yang tersedia serta merencanakan waktu perjalanan menuju stasiun dengan baik agar tidak tertinggal kereta,” tutup Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga barang bawaan, mengikuti petunjuk petugas, serta memantau informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI dan kanal resmi perusahaan.(fahmi)



























