Menu ✖

Mode Gelap
MRA Indonesia–Portugal Buka Peluang Awak Kapal Perikanan Indonesia Bekerja di Level Global KAI Layani 394 Juta Pelanggan, Integrasi Kereta dan Transportasi Kota Makin Luas KKP Catat Kinerja Positif, Produksi Perikanan Capai 26,25 Juta Ton Kereta Api Terhubung dengan LRT, BRT hingga Bandara, Ini Data Pelanggan KAI Group Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2 Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo

PERON

KAI Layani 394 Juta Pelanggan, Integrasi Kereta dan Transportasi Kota Makin Luas

badge-check


 KAI Layani 394 Juta Pelanggan, Integrasi Kereta dan Transportasi Kota Makin Luas Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat 394.443.300 pelanggan menggunakan layanan KAI Group sepanjang Januari–September 2026.

Jumlah tersebut meningkat 7,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 368.429.917 pelanggan, seiring berkembangnya konektivitas kereta api dengan berbagai moda transportasi di sejumlah daerah.

Peningkatan mobilitas tersebut ditopang beragam layanan, mulai dari kereta api jarak jauh, kereta perkotaan, kereta cepat, hingga kereta bandara. Keterhubungan antarmoda memberikan pilihan perjalanan lanjutan bagi masyarakat untuk menjangkau kawasan perkantoran, permukiman, pusat kegiatan ekonomi, dan destinasi wisata.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kemudahan berpindah moda menjadi salah satu aspek penting dalam memenuhi kebutuhan perjalanan masyarakat. Menurut dia, pelanggan membutuhkan layanan transportasi yang dapat menghubungkan titik keberangkatan hingga lokasi tujuan.

“Bagi pelanggan, yang terpenting adalah bisa sampai ke tujuan dengan perjalanan yang mudah direncanakan. Ada yang berangkat menggunakan kereta antarkota lalu melanjutkan dengan LRT, ada yang berpindah ke kereta bandara, dan ada pula yang menggunakan bus untuk menjangkau kawasan permukiman atau tempat bekerja. Pilihan seperti ini sudah tersedia di sejumlah kota dan membantu masyarakat dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Anne.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, integrasi Whoosh dengan LRT Jabodebek tersedia melalui jembatan penghubung di Stasiun Halim. Penumpang dari Bandung yang tiba menggunakan kereta cepat dapat melanjutkan perjalanan menuju sejumlah kawasan, termasuk Cawang, Kuningan, Rasuna Said, Setiabudi, dan Dukuh Atas.

Stasiun Halim juga memiliki akses menuju layanan Transjakarta, bus ke Bandara Soekarno-Hatta, angkutan menuju Bandara Halim Perdanakusuma, taksi, serta transportasi daring.

Konektivitas lainnya terdapat di Stasiun Cawang dan Stasiun LRT Cikoko. Penumpang Commuter Line dari arah Bogor, Depok, maupun Jakarta dapat melanjutkan perjalanan menggunakan LRT Jabodebek. Sementara itu, kawasan Dukuh Atas menyediakan akses perpindahan antara Commuter Line Sudirman, LRT Jabodebek, MRT Jakarta, dan layanan transportasi lainnya.

Sepanjang Januari–September 2026, LRT Jabodebek melayani 24.702.905 pelanggan, meningkat 18,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Whoosh melayani 4.576.841 pelanggan atau tumbuh 1,16 persen, sedangkan KAI Commuter mencatat 312.302.440 pelanggan, meningkat 6,38 persen.

Di wilayah Bandung, Stasiun Whoosh Padalarang terhubung dengan KA Feeder menuju Stasiun Cimahi dan Bandung. Kawasan tersebut juga dilayani Commuter Line Bandung Raya, bus Trans Metro Pasundan, serta angkutan pengumpan menuju Kota Baru Parahyangan.

Integrasi layanan rel juga terlihat di Yogyakarta. Stasiun Yogyakarta menjadi titik pertemuan kereta api jarak jauh dan lokal, Commuter Line Yogyakarta–Palur, KA Prameks relasi Yogyakarta–Kutoarjo, serta kereta bandara menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) melalui Wates. Kawasan stasiun juga terhubung dengan layanan Trans Jogja.

Hingga September 2026, aktivitas pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal di wilayah Daop 6 Yogyakarta mencapai 11.996.034, meningkat 11 persen. Commuter Line Yogyakarta–Palur melayani sekitar 7,16 juta pelanggan, Prameks sekitar 870 ribu pelanggan, dan kereta bandara YIA sekitar 2,01 juta pelanggan.

Berdasarkan rekap pelanggan naik atau gate-in lintas layanan, Stasiun Yogyakarta mencatat 5.488.259 aktivitas pelanggan, disusul Stasiun Lempuyangan sebanyak 2.114.387, Solo Balapan 1.958.718, Purwosari 883.399, dan Stasiun YIA 838.793.

“Yogyakarta menjadi contoh menarik karena perjalanan antarkota, komuter, regional, dan bandara bertemu di kawasan yang sama. Pelanggan bisa datang dari kota lain dan melanjutkan perjalanan menuju Solo, Kutoarjo, atau bandara. Keterhubungan seperti ini membantu masyarakat memiliki lebih banyak pilihan, termasuk untuk kegiatan pendidikan, perdagangan, dan pariwisata,” jelas Anne.

Di Semarang, penumpang kereta api dapat melanjutkan perjalanan menggunakan BRT Trans Semarang. Koridor IV menghubungkan kawasan Stasiun Semarang Tawang dan Stasiun Semarang Poncol dengan sejumlah titik perkotaan, termasuk Jalan Pemuda, Balai Kota, Tugu Muda, Karangayu, hingga arah Ngaliyan dan Terminal Cangkiran.

Aktivitas pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal di wilayah Daop 4 Semarang mencapai 10.949.458 sepanjang Januari–September 2026, meningkat 9,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, di Surabaya, feeder WiraWiri Suroboyo rute FD07 menghubungkan Terminal Bratang dengan Stasiun Surabaya Pasar Turi dan melewati kawasan Stasiun Surabaya Gubeng Baru. Layanan tersebut memberikan alternatif perjalanan lanjutan bagi penumpang yang hendak menuju sejumlah kawasan kegiatan di kota itu.

KAI mencatat aktivitas pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal di wilayah Daop 8 Surabaya mencapai 9.738.167 sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 7,69 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Konektivitas kereta dengan transportasi lanjutan juga dikembangkan di Sumatera. Di Sumatera Utara, KA Srilelawangsa menghubungkan Stasiun Medan dengan Stasiun Bandara Kualanamu yang terintegrasi dengan terminal penerbangan. Adapun di Sumatera Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani perjalanan dari kawasan Kota Padang menuju Bandara Internasional Minangkabau.

Akses menuju terminal bandara di Sumatera Barat didukung skybridge sepanjang 136 meter yang kembali dioperasikan pada Juni 2025.

Di Palembang, LRT Sumatera Selatan menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan sejumlah kawasan kota, termasuk Asrama Haji, Bumi Sriwijaya, Ampera, dan DJKA. Jangkauan perjalanan diperluas melalui Feeder LRT Musi Emas yang melayani berbagai kawasan di luar jalur rel.

Sepanjang Januari–September 2026, LRT Sumatera Selatan melayani 3.303.595 pelanggan. Pada periode yang sama, aktivitas pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal di Divre I Sumatera Utara mencapai 4.123.614, Divre II Sumatera Barat 3.467.280, dan Divre III Palembang 1.793.105.

Anne mengatakan, pengembangan konektivitas membutuhkan kerja sama antara operator kereta api, pemerintah daerah, pengelola bandara, dan penyelenggara transportasi perkotaan. Kemudahan perpindahan moda, akses pejalan kaki, informasi perjalanan, serta ketersediaan angkutan lanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat.

“Dari Halim yang menghubungkan Whoosh dan LRT, Yogyakarta yang memiliki empat kelompok layanan rel, Surabaya dengan angkutan pengumpannya, sampai Medan, Padang, dan Palembang yang terhubung dengan bandara, masyarakat sudah memiliki berbagai pilihan perjalanan. Harapannya, keterhubungan antarmoda yang tersedia dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pariwisata, dan mobilitas sehari-hari di berbagai daerah,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

Kereta Api Terhubung dengan LRT, BRT hingga Bandara, Ini Data Pelanggan KAI Group

21 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

3 Tahun Beroperasi, Whoosh Kini Sepenuhnya Ditangani SDM Indonesia melalui Keberhasilan Transfer Pengetahuan

21 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Services Buka Pendaftaran Pelatihan Satpam Gada Pratama hingga 25 Oktober 2026

21 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen

20 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu pada 2026

19 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Trending di PERON