Wartatrans.com, JAKARTA – Penumpang Kereta Batavia relasi Stasiun Gambir–Stasiun Solo Balapan kini memiliki pilihan kuliner baru selama perjalanan. KAI Services melalui unit bisnis Kuliner Kereta menghadirkan layanan Warteg on Train yang mulai beroperasi pada Jumat (16/10), dengan menyajikan aneka hidangan khas warung tegal (warteg).
Layanan ini menawarkan sejumlah menu bercita rasa rumahan, di antaranya ayam goreng, kikil kecap, telur dadar, dan tumis kangkung. Penumpang dapat memilih hidangan sesuai selera dengan konsep penyajian ala warteg yang dilayani langsung oleh prama dan prami di kereta makan.
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menghadirkan pilihan makanan yang dekat dengan kebiasaan masyarakat Indonesia sekaligus memberikan pengalaman bersantap berbeda selama perjalanan kereta api.
“Warteg merupakan bagian dari keseharian masyarakat Indonesia dengan beragam pilihan menu yang akrab di lidah. Melalui Warteg on Train, kami ingin menghadirkan menu-menu khas warteg ke dalam perjalanan kereta api, sehingga penumpang memiliki alternatif hidangan yang lebih beragam dan dapat menikmati pengalaman bersantap dengan konsep yang berbeda,” ujar Ixfan.
Menurut dia, pengembangan menu bercita rasa khas Indonesia menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Melalui unit bisnis Kuliner Kereta, KAI Services berupaya menghadirkan variasi makanan yang sesuai dengan selera penumpang.
Kehadiran Warteg on Train di Kereta Batavia diharapkan dapat memperluas pilihan kuliner bagi pelanggan, khususnya pada perjalanan Gambir–Solo Balapan. Konsep ini juga membawa pengalaman makan ala warteg ke dalam perjalanan kereta api, sehingga penumpang dapat menikmati hidangan yang familier tanpa harus menunggu tiba di stasiun tujuan.
KAI Services menyatakan akan terus mengembangkan inovasi pada unit bisnis Kuliner Kereta untuk mendukung peningkatan kualitas layanan dan memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi pengguna jasa kereta api.(fahmi)






















