Wartatrans.com, JAKARTA – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Faudzan Adziman mengapresiasi keputusan AirNav Indonesia melibatkan perguruan tinggi untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi industri.
“Riset harus berangkat dari persoalan yang nyata dan diarahkan untuk menghasilkan solusi yang dapat memberikan manfaat,” tutur Faudzan di Jakarta, Kamis (8/10/2026) malam.
“Kuncinya, kalau kita tidak tahu apa yang akan dipecahkan, jangan melakukan riset. Pada awalnya AirNav berani mengambil risiko karena melibatkan kampus. Tetapi, post benefit-nya tinggi sekali. Model kolaborasi seperti ini yang perlu terus didorong untuk memperkuat kedaulatan dan daya saing teknologi Indonesia.”
Faudzan berpesan agar kolaborasi AirNav Indonesia dan Telkom University tetap fokus pada penyelesaian masalah yang dihadapi industri.
“Cari masalah apa di industri yang ingin dipecahkan, lalu bangun menjadi solusi. Kemudian, setelah timbul trust, maka akan mudah membangun yang lebih besar. Jadi, memahami persoalan yang dihadapi industri sangat penting, agar riset yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Angga Rusdinar Wakil Rektor 4 Telkom University Bidang Riset, Inovasi dan Kerja Sama, menyampaikan bahwa hasil penelitian dan pengembangan tidak langsung diterapkan di lingkungan operasional AirNav.
Setiap hasil pengembangan dapat melalui proses pengujian, evaluasi, dan validasi berdasarkan kebutuhan serta kriteria yang disepakati kedua pihak.
“AirNav memiliki kebutuhan nyata. Bagi kami, itu penting karena riset yang baik harus punya persoalan yang jelas untuk diselesaikan. Karena itu, kerja sama ini bukan hanya untuk menghasilkan penelitian, tetapi juga bagaimana hasilnya bisa digunakan,” ungkapnya.
Dengan mekanisme ini, riset diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata, dikembangkan menjadi solusi, kemudian diuji sebelum dimanfaatkan.
Untuk diketahui, Forum SATRIA 2026 mengangkat tema “Connecting Leaders, Research, and Industry for Trustworthy AI”.
Forum ini mempertemukan pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan peneliti untuk memperkuat kolaborasi riset, pengembangan talenta, serta penerapan AI dan keamanan siber.
Bagi AirNav, penguatan kerja sama dengan Telkom University bukan sekadar menghasilkan teknologi baru, tetapi memastikan riset dapat menjawab kebutuhan nyata dan memberikan manfaat bagi pekerjaan serta layanan navigasi penerbangan. (omy)


























