Menu ✖

Mode Gelap
Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemkab Fakfak Gelar Gerakan Pangan Murah Peringati Hari Pangan Sedunia ke-46 Whoosh Dukung Sport Tourism, Permudah Pelari Bandung ke Jakarta ASDP Gerak Cepat Tangani Tenggelamnya KMP Batumandi Usai Terbakar Kemenpar: Penerbangan Shenzhen–Jakarta Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok Dua Tahun Prabowo-Gibran, KKP Perkuat Konservasi Laut dan Pengawasan IUU Fishing KAI Angkut 50,75 Juta Ton Barang hingga September 2026, Angkutan Nonbatu Bara Tumbuh

KABIN

Kemenpar: Penerbangan Shenzhen–Jakarta Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Tiongkok

badge-check


 Maskapai asal Tiongkok Perbesar

Maskapai asal Tiongkok

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut baik pengoperasian kembali penerbangan langsung Shenzhen Airlines rute Shenzhen–Jakarta yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (20/10/2026).

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini menyampaikan, ini sebagai langkah penting dalam memperluas konektivitas udara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara asal Tiongkok ke Indonesia.

“Kembalinya layanan penerbangan tersebut diharapkan semakin memudahkan mobilitas wisatawan Tiongkok menuju Indonesia, khususnya melalui Jakarta sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara, sekaligus membuka peluang perjalanan ke berbagai destinasi wisata Nusantara,” ujar Ayudalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Pengoperasian kembali rute Shenzhen–Jakarta dikatakannya, merupakan perkembangan positif yang telah lama dinantikan industri pariwisata.

“Kehadiran dan pengoperasian kembali penerbangan ini menjadi langkah proaktif dalam mengakomodasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Kami berharap, beroperasinya kembali rute ini dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia secara berkelanjutan,” ungkapnya.

Ketersediaan penerbangan langsung kata dia, memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar internasional.

Kemudahan akses perjalanan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga memperluas peluang bagi destinasi dan industri pariwisata nasional untuk menjangkau pasar potensial.

Penerbangan Shenzhen Airlines dengan nomor ZH161 dilayani menggunakan pesawat berkapasitas 162 kursi.

Pada penerbangan perdananya, pesawat bertolak dari Bandara Internasional Bao’an Shenzhen (SZX) pada Senin (19/10/2026) pukul 20.55 waktu Shenzhen (UTC+8) dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pada Selasa (20/10/2026) pukul 00.55 WIB.

Untuk rute sebaliknya, penerbangan ZH162 berangkat dari Jakarta pukul 01.55 WIB dan dijadwalkan tiba di Shenzhen pukul 08.05 waktu setempat.

Layanan penerbangan langsung ini beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Sabtu dari Shenzhen menuju Jakarta, serta setiap Selasa, Kamis, dan Minggu dini hari dari Jakarta menuju Shenzhen.

“Dengan frekuensi tersebut, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan jadwal perjalanan yang praktis dan efisien tanpa harus melalui penerbangan transit,” ucap Ayu.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata, Yulia, yang hadir langsung menyambut kedatangan penerbangan perdana Shenzhen Airlines menyampaikan optimismenya terhadap prospek pasar wisatawan Tiongkok yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.

Sepanjang Januari–Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia tercatat mencapai 1.054.007 kunjungan, meningkat 16,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 905.002 kunjungan.

Pertumbuhan tersebut mencerminkan besarnya potensi pasar Tiongkok bagi pariwisata Indonesia, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas kerja sama pemasaran dan meningkatkan kemudahan akses wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan.

Yulia menjelaskan, Jakarta merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan Tiongkok ke Indonesia selain Bali.

“Karena itu, pengoperasian kembali penerbangan langsung Shenzhen–Jakarta diharapkan semakin memperluas pilihan perjalanan sekaligus memberikan fleksibilitas bagi wisatawan untuk menjelajahi kekayaan destinasi Indonesia,” kata dia.

Selain meningkatkan konektivitas antarkedua negara, kehadiran rute ini juga membuka peluang bagi industri pariwisata nasional, mulai dari akomodasi, transportasi, perjalanan wisata, hingga berbagai layanan pendukung lainnya, untuk memperoleh manfaat dari pertumbuhan kunjungan wisatawan.

“Ini peluang strategis yang akan kami manfaatkan untuk memaksimalkan momentum positif tersebut dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke depan,” tutup Yulia. (omy

Baca Lainnya

Menembus Bukit Sejak Zaman Kolonial, Ini 10 Terowongan Kereta Api Tertua

22 Oktober 2026 - 07:46 WIB

HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi

21 Oktober 2026 - 16:40 WIB

AirNav Tegaskan Komitmen Penguatan Layanan Navigasi Penerbangan

20 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dalam 2 Tahun Pariwisata Gerakkan Peningkatan Perekonomian

20 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Dalam 2 Tahun, Pariwisata Tumbuh Positif

20 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Dampak Karhutla Ganggu 2.604 Penerbangan, Kemenhub Perkuat Mitigasi dan Pengawasan Keselamatan

20 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh

16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua

16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Trending di BANDARA