Wartatrans.com, JAKARTA – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Angke Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menggelar Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi atau Concentrated Inspection Campaign (CIC), akhir pekan lalu.
Ini merupakan bagian memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran terhadap pemenuhan persyaratan keselamatan kapal dan kesiapan saat menghadapi keadaan darurat.
Tim Marine Inspector KSOP Muara Angke bersama petugas kesyahbandaran melakukan pemeriksaan sejumlah kapal penumpang tradisional yang beroperasi di Pelabuhan Muara Angke.
Di antaranya KM. Diamond 21, KM. Satria Express, KM. Poldi Express, KM. Arjuna Perkasa, KM. Ksatria 1, KM. Kelapa Indah 01.
Pelaksanaan CIC merupakan langkah preventif untuk memastikan pemenuhan persyaratan keselamatan kapal, sekaligus meningkatkan kesiapan peralatan dan awak kapal dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat selama pelayaran.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan terhadap dokumen keselamatan kapal, ketersediaan dan kondisi peralatan keselamatan, serta aspek pendukung lainnya sesuai dengan ruang lingkup pemeriksaan.

Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam upaya mengidentifikasi potensi kekurangan sedini mungkin sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Kepala KSOP Kelas IV Muara Angke Cahyo Eko Putranto, dalam rangkaian kegiatan itu, selain pemeriksaan teknis, juga mencakup pelaksanaan latihan keadaan darurat atau drill di atas kapal.
“Latihan tersebut meliputi Man Overboard Drill atau simulasi penanganan orang jatuh ke laut, Fire Drill atau latihan penanggulangan kebakaran, serta Abandon Ship Drill atau latihan meninggalkan kapal dalam kondisi darurat,” jelas Cahyo, Senin (12/10/2026).
Diharapkan, awak kapal selanjutnya semakin memahami prosedur penanganan keadaan darurat, mampu menggunakan peralatan keselamatan dengan tepat, serta dapat melakukan tindakan secara cepat dan terkoordinasi, bila terjadi situasi yang membahayakan keselamatan pelayaran.
Menurut Cahyo, keselamatan pelayaran merupakan prioritas yang harus diutamakan, melalui pemenuhan persyaratan keselamatan kapal, serta pemahaman dan kesiapan seluruh Nahkoda dan awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat.
“Melalui CIC, kami ingin memastikan bahwa aspek keselamatan kapal tidak hanya dipenuhi secara administratif, tetapi juga didukung kesiapan peralatan dan kemampuan awak kapal dalam menghadapi keadaan darurat,” ucapnya.
Hal itu mengingat eselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen seluruh pihak, baik regulator, operator kapal, maupun awak kapal.
Pencegahan melalui pemeriksaan dan latihan secara berkala diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya serta meminimalkan risiko yang dapat mengancam keselamatan penumpang dan awak kapal.
Pihaknya berkomitmen terus melakukan pengawasan dan pembinaan keselamatan pelayaran secara berkelanjutan.
“Melalui sinergi antara petugas, operator, dan awak kapal, diharapkan penyelenggaraan transportasi laut dari Pelabuhan Muara Angke semakin tertib, aman, dan mengutamakan keselamatan jiwa,” kata dia. (omy)
























