Menu

Mode Gelap
Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong Lanjutkan Streamlining Pelindo Group, Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Struktur Bisnis melalui Integrasi API dan PPI-MMI Indonesia AirAsia Sabet Penghargaan Best Low-Cost Airline di Indonesia dari Skytrax TNI AL Resmi Beri Nama KRI Sriwijaya-100 untuk Armada Barunya Dampak Aksi Unjuk Rasa, 8 Layanan TransJakarta Disesuaikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta Latihan Penanganan Keadaan Darurat

ANJUNGAN

Lanjutkan Streamlining Pelindo Group, Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Struktur Bisnis melalui Integrasi API dan PPI-MMI

badge-check


 Lanjutkan Streamlining Pelindo Group, Pelindo Sinergi Lokaseva Perkuat Struktur Bisnis melalui Integrasi API dan PPI-MMI Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus melanjutkan agenda penataan struktur korporasi dan portofolio usaha melalui rencana penggabungan PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) ke dalam PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), serta PT Pelindo Properti Indonesia (PPI) ke dalam PT Menara Maritim Indonesia (MMI), yang merupakan anak usaha PSL.

Kedua aksi korporasi tersebut merupakan bagian dari agenda streamlining anak usaha BUMN di bawah koordinasi PT Danantara Asset Management (Persero) dan Pelindo. Langkah ini diarahkan untuk menyederhanakan struktur usaha, meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio, serta memperkuat kapabilitas dan daya saing bisnis Pelindo Group.

Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, menyampaikan bahwa penataan portofolio usaha merupakan langkah strategis untuk membangun struktur bisnis yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.

“Melalui integrasi ini, kami ingin memastikan setiap entitas dalam portofolio PSL memiliki peran bisnis yang semakin jelas, kapabilitas yang lebih kuat, serta kontribusi yang optimal bagi Pelindo Group. Penataan ini bukan semata-mata penyederhanaan struktur perusahaan, tetapi juga menjadi langkah untuk memperkuat fondasi bisnis dan meningkatkan efektivitas pengelolaan usaha secara berkelanjutan,” ujar Faruq.

 

Penggabungan PPI ke MMI untuk Memperkuat Portofolio dan Kapabilitas Usaha

Sebagai bagian dari penataan portofolio anak perusahaan, PPI direncanakan bergabung ke dalam MMI, dengan MMI sebagai perusahaan penerima penggabungan (surviving entity).

Penggabungan ini diarahkan untuk memperkuat struktur dan kapabilitas bisnis MMI melalui konsolidasi sumber daya, optimalisasi aset, serta pengintegrasian kompetensi dan kegiatan usaha kedua perusahaan.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan aset dan portofolio bisnis, memperkuat kapabilitas operasional, serta mendukung pengembangan usaha yang lebih terintegrasi di lingkungan PSL Group.

Penggabungan PPI ke dalam MMI ditargetkan berlaku efektif pada 1 Oktober 2026, dengan tetap memperhatikan penyelesaian seluruh proses dan persyaratan yang berlaku. Jadwal tersebut dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan proses persetujuan dan pemenuhan ketentuan yang dipersyaratkan.

 

Penggabungan API ke PSL untuk Memperkuat Integrasi dan Kapabilitas Bisnis.

Sejalan dengan penataan portofolio anak perusahaan, API juga direncanakan bergabung ke dalam PSL selaku (surviving entity) sebagai tindak lanjut agenda restrukturisasi dan optimalisasi pengelolaan BUMN beserta entitas turunannya.

Integrasi API diharapkan dapat memperkuat kapabilitas PSL dalam menjalankan mandatnya sebagai pengelola bisnis port supporting facilities, melalui konsolidasi sumber daya, penguatan kompetensi, serta peningkatan efektivitas pengelolaan kegiatan usaha.

Penggabungan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun struktur bisnis yang lebih terintegrasi dan mendukung pengembangan portofolio usaha PSL secara berkelanjutan.

Penggabungan API ke dalam PSL ditargetkan berlaku efektif pada 1 November 2026, dengan tetap memperhatikan penyelesaian seluruh proses dan persyaratan yang berlaku. Jadwal tersebut dapat disesuaikan berdasarkan perkembangan proses persetujuan dan pemenuhan ketentuan yang dipersyaratkan.

 

PSL Pastikan Implementasi Streamlining Berjalan Sesuai Prinsip GCG

Dalam mendukung pelaksanaan agenda streamlining Pelindo Group, PSL berkomitmen memastikan seluruh proses penggabungan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), sesuai dengan arahan Pemegang Saham serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pelaksanaan integrasi juga dilakukan dengan memperhatikan kesinambungan operasional, pengelolaan risiko, serta kesiapan organisasi dan sumber daya manusia guna mendukung proses transisi yang terencana dan efektif.

Melalui kedua aksi korporasi tersebut, PSL diharapkan dapat memperkuat kontribusi portofolio usahanya dalam mendukung pengembangan ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing dan penciptaan nilai jangka panjang bagi Pelindo Group.(ahmad)

Baca Lainnya

Indonesia AirAsia Sabet Penghargaan Best Low-Cost Airline di Indonesia dari Skytrax

24 September 2026 - 17:00 WIB

TNI AL Resmi Beri Nama KRI Sriwijaya-100 untuk Armada Barunya

24 September 2026 - 16:39 WIB

GMFI dan FTAI Perkuat Kolaborasi Bisnis Perawatan Mesin Pesawat

24 September 2026 - 14:56 WIB

ASDP Ajak Masyarakat Nikmati Keseruan di Bakauheni Harbour City

24 September 2026 - 13:37 WIB

DPD APPSI Batang Hari Resmi Dilantik, Perkuat Pedagang dan Gerakkan Ekonomi Pasar Rakyat

24 September 2026 - 13:14 WIB

IPCM Gelar RUPSLB, Perkuat Kepemimpinan dan Strategi Operasional

24 September 2026 - 10:50 WIB

‘Jawa Tengah dalam Arsip’ di Launching Pemprov Jateng, Generasi Muda Jadi Sasaran

24 September 2026 - 07:26 WIB

Jenazah ABK Arupadhatu di Enggano Jadi Petunjuk Jalur Hanyut

23 September 2026 - 20:46 WIB

Menhub Dudy Sebut Perlunya Uji Kompetensi Calon Direksi Perusahaan Pelayaran

23 September 2026 - 18:36 WIB

PELNI Kembangkan Ekosistem Bisnis Kelautan dan Wisata di Pulau Kapota

23 September 2026 - 18:10 WIB

Trending di ANJUNGAN