Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan dalam layanan Kereta Api Jarak Jauh dan KA Lokal sepanjang Januari–November 2025. Sebanyak 50,15 juta pelanggan telah dilayani selama periode tersebut, meningkat 7,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat yang makin tinggi terhadap kereta api sebagai moda transportasi andalan dan pilihan perjalanan wisata yang nyaman.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi andalan untuk mobilitas antarkota, sekaligus sebagai pilihan perjalanan wisata yang nyaman dan terjadwal.
“Kereta api semakin dipilih karena memberikan kepastian waktu, kenyamanan perjalanan, serta pengalaman menikmati beragam lanskap daerah yang dilalui. Hal ini tercermin dari tingginya tingkat okupansi sejumlah kereta jarak jauh, termasuk KA Joglosemarkerto,” ujar Anne dikutip Sabtu (13/12/2025).
Selama Januari–November 2025, 10 Kereta Api Jarak Jauh dengan tingkat okupansi tertinggi adalah sebagai berikut:
1. KA 187 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Solo Balapan–Semarang Tawang (230%)
2. KA 193 Joglosemarkerto relasi Solo Balapan–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan (223%)
3. KA 145 Blambangan Ekspres relasi Ketapang–Surabaya Pasar Turi–Semarang Tawang–Pasarsenen (181%)
4. KA 146 Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Semarang Tawang–Surabaya Pasar Turi–Ketapang (179%)
5. KA 157 Wijayakusuma relasi Ketapang–Surabaya Gubeng–Cilacap (179%)
6. KA 158 Wijayakusuma relasi Cilacap–Surabaya Gubeng–Ketapang (174%)
7. KA 70 Malabar relasi Bandung–Malang (169%)
8. KA 91 Jayabaya relasi Malang–Surabaya Pasar Turi–Pasarsenen (162%)
9. KA 31 Pandalungan relasi Jember–Surabaya Pasar Turi–Gambir (149%)
10. KA 92 Jayabaya relasi Pasarsenen–Surabaya Pasar Turi–Malang (149%)
Anne menjelaskan bahwa angka okupansi di atas 100 persen terjadi karena pola perjalanan pelanggan yang dinamis, di mana pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang lintasan. Dengan pola tersebut, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan dalam satu rangkaian perjalanan kereta api.
Tingginya okupansi tersebut juga mencerminkan kuatnya minat masyarakat terhadap perjalanan wisata berbasis kereta api. Rute seperti Joglosemarkerto menghubungkan kota-kota budaya, pusat kuliner, kawasan alam, hingga destinasi pesisir, sehingga perjalanan menjadi bagian dari pengalaman berwisata.
“KAI terus menjaga kualitas layanan agar kereta api menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian sekaligus berwisata. Kenyamanan, ketepatan waktu, dan pengalaman perjalanan yang menyenangkan menjadi fokus kami ke depan,” tutup Anne.(****)






















