Menu ✖

Mode Gelap
Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

EKOBIS

Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

badge-check


 Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20% Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Menara Astra menerapkan teknologi kecerdasan buatan (AI) BTune untuk mengoptimalkan sistem Heating, Ventilation, and Air Conditioning (HVAC) secara otomatis dengan target penghematan energi rata-rata 10%-20%. Implementasi ini disebut menjadi yang pertama untuk solusi tersebut di gedung komersial Jakarta.

Teknologi BTune terhubung dengan Building Management System (BMS) atau Building Automation System (BAS) yang telah digunakan Menara Astra. Sistem kemudian menyesuaikan pengendalian HVAC secara real-time tanpa penambahan peralatan, pemrograman ulang secara menyeluruh, atau gangguan besar terhadap operasional gedung.

Langkah tersebut menyasar salah satu sumber utama konsumsi energi bangunan. Rilis menyebut sebagian besar gedung memiliki potensi mengurangi konsumsi energi 20%-30% melalui adopsi teknologi terbaru, tetapi angka itu merupakan gambaran potensi umum, bukan target khusus Menara Astra.

President Director PT Menara Astra Wibowo Muljono mengatakan sistem HVAC menyumbang porsi signifikan terhadap penggunaan energi gedung komersial. “Sistem HVAC menyumbang porsi yang signifikan terhadap penggunaan energi di gedung komersial, sehingga pengoperasian yang efisien menjadi prioritas penting bagi Menara Astra,” kata Wibowo dalam keterangan perusahaan, Senin (28/9/2026).

Menurut Wibowo, penerapan BTune diarahkan untuk mengurangi jejak karbon sekaligus meningkatkan kinerja operasional dan kenyamanan penghuni. Implementasi awal juga menggunakan model bebas investasi modal atau zero capex, dengan pembayaran yang dikaitkan dengan penghematan berbasis kinerja.

Managing Director Colliers Indonesia Mike Broomell mengatakan teknologi tersebut dapat menunjukkan penerapan efisiensi energi tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni. “Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi sektor properti komersial Jakarta,” kata Broomell.

Dalam berbagai implementasinya, BTune mencatat rata-rata penurunan konsumsi energi keseluruhan gedung sebesar 18%, pengurangan waktu penelusuran gangguan HVAC 30%-50%, serta peningkatan kinerja HVAC tanpa penggantian peralatan.

Angka 18% tersebut merupakan hasil berbagai implementasi BTune dan bukan hasil proyek Menara Astra.

Untuk Menara Astra, cakupan awal proyek ditargetkan menghasilkan penghematan energi rata-rata 10%-20%, sekaligus menurunkan emisi karbon dan biaya operasional.

Hasil aktual penghematan akan terlihat setelah teknologi berjalan dan kinerjanya dapat diukur terhadap kondisi operasional gedung.

Penerapan ini berlangsung ketika Jakarta memiliki kerangka baru efisiensi energi bangunan melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan Air pada Bangunan Gedung.

Regulasi tersebut menggunakan Indeks Konsumsi Energi (IKE) sebagai salah satu parameter penilaian konsumsi energi bangunan.

Solusi ini dirancang untuk gedung yang disewakan maupun ditempati pemilik sendiri, termasuk perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat konvensi, hotel, dan properti berskala besar dengan pengelolaan terpusat untuk berbagai kebutuhan operasional secara lebih terukur.

Model BTune juga memperlihatkan arah pengelolaan gedung existing yang memanfaatkan sistem dan infrastruktur yang sudah tersedia.

Bagi pemilik dan pengelola aset, pendekatan tersebut membuka peluang efisiensi tanpa harus mengganti seluruh perangkat HVAC, dengan manfaat ekonomi yang dapat dinilai dari penghematan energi dan biaya operasional. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Pangkas Rugi 23,2%, Garuda Lulus Uji di Tengah Beban Avtur Global

1 Oktober 2026 - 08:12 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Koperasi Syariah Indonesia Dibawa ke Forum Internasional IICF 2026

30 September 2026 - 07:31 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Dari Sabut Kelapa ke Harapan Baru, Iga Rangkul Anak Putus Sekolah

29 September 2026 - 02:59 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas di Kepulauan Nias Selatan dengan Operasikan KMP Hafamati HF

27 September 2026 - 21:41 WIB

IDSurvey Resmikan Desa Binaan Nglarangan, Perkuat Ekonomi Masyarakat

27 September 2026 - 20:57 WIB

Harga Pertalite Tembus Rp23 Ribu di Pelosok Mambi, Aliansi Masyarakat Soroti Dugaan Monopoli BBM

27 September 2026 - 16:48 WIB

Trending di EKOBIS