Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Dorong Penguatan Kolaborasi Ekosistem Maritim Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Serap 1.102 Tenaga Kerja KAI Angkut 191 Ribu Ton Barang Retail hingga September 2026, Dorong Efisiensi Logistik Kemenhub dan Kemenlu Fasilitasi Kepulangan 4 Awak Kapal Korban Pembajakan di Somalia Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

EKOBIS

Pascagempa NTT, InJourney Group Gercep Salurkan Bantuan

badge-check


 Bantuan InJourney Group Perbesar

Bantuan InJourney Group

Wartatrans.com, JAKARTA – Pascagempa yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT), InJourney Group bergerak cepat (gercep) menghimpun dan menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.

Sebagai holding BUMN di ekosistem aviasi dan pariwisata nasional, InJourney Group memastikan dukungan dapat segera hadir di lapangan melalui mobilisasi sumber daya seluruh entitas dan koordinasi bersama ekosistem BUMN.

Gercep tersebut dilakukan dengan menyesuaikan bantuan berdasarkan assessment kebutuhan di lapangan, sehingga dukungan yang diberikan tidak hanya cepat, tetapi juga tepat sasaran.

“Bantuan disalurkan secara bertahap dengan fokus pada empat kebutuhan utama, yaitu pangan dan air minum, kesehatan, logistik tanggap darurat, serta kebutuhan kelompok rentan,” jelas Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman dalam keterangan yang diterima Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, kecepatan respons menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak dapat segera memeroleh dukungan, terutama pada masa tanggap darurat.

“Semangat memberikan manfaat tersebut kami bawa ketika saudara-saudara kita di NTT menghadapi musibah. Begitu kebutuhan di lapangan teridentifikasi, kami segera menggerakkan sumber daya InJourney Group untuk hadir dan memberikan dukungan,” urainya.

Bantuan disalurkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, mulai dari kebutuhan pangan dan air minum, kesehatan, logistik darurat, hingga kebutuhan kelompok rentan.

Berdasarkan hasil assessment lapangan, bantuan yang mulai dimobilisasi dan disalurkan antara lain 7.950 kilogram beras, 69.740 liter air minum, 378 dus mi instan, 96 dus susu UHT, dan bahan makanan pokok lainnya, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya seperti gula, minyak goreng, sarden, biskuit, sereal, kopi, dan teh.

Dukungan bagi kelompok rentan mencakup 865 kemasan popok bayi, 80 bungkus makanan bayi, serta hygiene kit 1.300 perlengkapan mandi.

Di sisi kesehatan, bantuan mencakup obat-obatan dan perlengkapan kesehatan dasar, antara lain paracetamol, obat gangguan pencernaan, vitamin, obat lambung, antiseptik, NaCl, balsem, minyak kayu putih, kassa, serta perlengkapan penyimpanan obat.

Untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal sementara, InJourney Group turut menyalurkan 10 terpal, 10 kasur, 50 bantal, dan 263 selimut.

Salah satu titik penyaluran bantuan berada di Dusun Leda Desa Pangga, Kolang untuk mendukung 23 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan saat ini mengungsi secara mandiri di tenda.

Selain itu penyaluran juga dilakukan di Desa Golo Mori kepada 12 warga terdampak. Bantuan di lokasi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok dan logistik dasar selama masa tanggap darurat.

Penyaluran bantuan juga dilaksanakan melalui InJourney Airports Kantor Cabang Bandara El Tari (KOE) bersama relawan dari Port Maumere, dengan dukungan distribusi gratis melalui jalur laut hasil kolaborasi dengan PELNI dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Maumere.

Selain melalui jalur laut, bantuan juga dikirimkan melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, untuk mempercepat mobilisasi logistik menuju wilayah terdampak di NTT.

Penyaluran bantuan dikoordinasikan melalui ITDC sebagai PIC InJourney Group di NTT, yang memiliki aset dan aktivitas operasional di wilayah tersebut.

InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) berkoordinasi dengan Satgas BUMN Peduli di NTT melalui BRI dan Posko Bencana Labuan Bajo untuk memastikan bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.

Sebagai bagian dari respons cepat tersebut, ITDC juga telah melakukan survei ke sejumlah titik terdampak di sekitar Ring 1 Golomori, Manggarai Barat, untuk melihat langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan.

Assessment tersebut menjadi dasar dalam menentukan prioritas bantuan sekaligus menghindari penyaluran yang tidak sesuai kebutuhan.

“Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sejak awal kami mengedepankan koordinasi dan gotong royong. InJourney Group menggerakkan seluruh entitas, sementara penyaluran di lapangan dikoordinasikan bersama ITDC dan ekosistem BUMN. Dengan bergerak bersama, kami dapat merespons lebih cepat sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih,” ujar Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka.

Selain menggerakkan sumber daya internal, InJourney Group juga ingin memantik kepedulian masyarakat untuk ikut bergerak bersama membantu masyarakat terdampak bencana.

Pada momentum kesenian rakyat dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sarinah pada 17 Agustus 2026, InJourney Group membuka ruang donasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT melalui kolaborasi dan sinergi BUMN bersama BRI.

Donasi yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada masyarakat terdampak di NTT.

“Lami juga ingin mengajak dan memantik kepedulian masyarakat untuk bersama-sama menunjukkan solidaritas. Bukan hanya untuk saudara-saudara kita di NTT, tetapi juga untuk masyarakat terdampak di NTT, melalui doa, dukungan, dan bantuan sesuai kemampuan masing-masing. Sekecil apapun dukungan yang diberikan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” imbuh Herdy.

Bagi InJourney Group, gercep dan gotong royong merupakan wujud nyata semangat kemerdekaan.

Ketika masyarakat membutuhkan, seluruh bagian dari InJourney Group dan ekosistem BUMN bergerak bersama untuk menghadirkan dukungan yang cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

“InJourney Group akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan dukungan dapat menjangkau masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan secara bertahap,” tutupnya. (omy)

 

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan

6 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi

4 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Trending di ANJUNGAN