Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat sebanyak 4.825 penumpang mancanegara menggunakan KA Pangrango dan KA Siliwangi sepanjang Januari–Agustus 2026.
Jumlah tersebut meningkat 17,17 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 4.118 penumpang.
Pertumbuhan penumpang mancanegara pada kedua layanan tersebut terjadi seiring meningkatnya mobilitas wisatawan di wilayah Bogor, Sukabumi, hingga Cianjur. KA Pangrango melayani perjalanan lintas Bogor–Sukabumi pulang-pergi, sedangkan KA Siliwangi melayani lintas Sukabumi–Cianjur–Cipatat pulang-pergi.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan kereta api semakin menjadi salah satu pilihan transportasi bagi penumpang mancanegara dalam melakukan perjalanan antardaerah di Jawa Barat.
“Pertumbuhan ini menunjukkan layanan kereta api turut mendukung mobilitas wisatawan menuju berbagai wilayah yang memiliki potensi pariwisata,” ujar Franoto.
Dari sejumlah stasiun yang melayani perjalanan KA Pangrango dan KA Siliwangi, lima stasiun mencatat jumlah penumpang mancanegara yang cukup signifikan.
Berdasarkan persentase pertumbuhannya, rinciannya sebagai berikut:
1. Stasiun Cibadak: Tumbuh 39,44 persen, 198 penumpang pada 2026, dari 142 penumpang pada 2025.
2. Stasiun Bogor: Tumbuh 20,32 persen, 1.871 penumpang pada 2026, dari 1.555 penumpang pada 2025.
3. Stasiun Sukabumi: Tumbuh 18,07 persen, 2.006 penumpang pada 2026, dari 1.699 penumpang pada 2025.
4. Stasiun Parungkuda: Tumbuh 16,33 persen, 114 penumpang pada 2026, dari 98 penumpang pada 2025.
5. Stasiun Cisaat: Tumbuh 0,45 persen, 449 penumpang pada 2026, dari 447 penumpang pada 2025.
Dari sisi jumlah, Stasiun Sukabumi menjadi stasiun dengan volume penumpang mancanegara tertinggi, yakni 2.006 penumpang, disusul Stasiun Bogor sebanyak 1.871 penumpang. Sementara dari sisi persentase, pertumbuhan tertinggi terjadi di Stasiun Cibadak sebesar 39,44 persen.
Peningkatan penumpang mancanegara pada layanan KA Pangrango dan KA Siliwangi juga berlangsung sejalan dengan tren pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara secara nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 10.578.286 kunjungan, tumbuh sekitar 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Franoto mengatakan, konektivitas kereta api memiliki peran strategis dalam memperluas akses wisatawan menuju berbagai destinasi di daerah. Sejumlah stasiun yang dilayani KA Pangrango dan KA Siliwangi juga terhubung dengan angkutan umum maupun layanan transportasi daring sehingga memudahkan pelanggan melanjutkan perjalanan menuju berbagai tujuan.
“Konektivitas kereta api membuat perjalanan antardaerah menjadi lebih mudah dan memberikan alternatif transportasi bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan wilayah sekitarnya,” kata Franoto.
KAI Daop 1 Jakarta akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, fasilitas, keselamatan, serta aksesibilitas di stasiun maupun dalam perjalanan untuk memberikan pengalaman perjalanan yang semakin baik bagi seluruh pelanggan.
“KAI berkomitmen menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, dan mudah digunakan. Kami berharap pertumbuhan ini terus berlanjut sehingga kereta api dapat semakin berkontribusi dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus pengembangan sektor pariwisata di wilayah yang dilalui KA Pangrango dan KA Siliwangi,” tutup Franoto.(fahmi)


























