Wartatrans.com, MAKASSAR — Pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Provinsi Sulawesi Selatan periode 2026–2031 menjadi momentum baru bagi penguatan pendidikan nonformal di Sulawesi Selatan.
Digelar di Kota Makassar, Sabtu (26/9/2026), pelantikan tersebut mendapat respons positif dari Sekretaris Jenderal (Sekjend) Dewan Pengurus Pusat (DPP) FK-PKBM Indonesia. Kegiatan turut dihadiri sejumlah tokoh pendidikan dan perwakilan dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Kepengurusan DPW FK-PKBM Sulawesi Selatan periode 2026–2031 dipimpin Dra. Hj. Andi Sumarni, S.Pd., MM sebagai ketua dan Ir. Andi Ahmad Pananrang sebagai sekretaris.
Pelantikan tersebut tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi, tetapi juga menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat peran Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.
Andi Sumarni Dorong Kolaborasi Lintas Elemen
Dalam sambutannya, Andi Sumarni mengajak seluruh elemen yang memiliki perhatian terhadap pendidikan nonformal untuk memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas SPNF di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, pengembangan PKBM membutuhkan keterlibatan banyak pihak, baik pengelola satuan pendidikan, pemerintah, masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting agar PKBM tidak hanya mampu memperkuat kelembagaan, tetapi juga semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan perkembangan pendidikan nonformal.
Selain itu, Andi Sumarni menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi melalui partisipasi seluruh jajaran DPD FK-PKBM kabupaten/kota dalam agenda nasional.
Ia meminta seluruh 23 DPD FK-PKBM kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan untuk menghadiri Musyawarah Nasional (MUNAS) FK-PKBM Indonesia yang akan dilaksanakan pada November mendatang di Surabaya, Jawa Timur.
“Seluruh DPD FK-PKBM kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan kami harapkan dapat hadir dalam MUNAS FK-PKBM Indonesia di Surabaya,” tegas Andi Sumarni.
Doa Panitia Dijawab Sekjend DPP
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan, Rintoh Rachim, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pelantikan.
Rintoh menjelaskan, panitia telah menyampaikan undangan kepada Ketua Umum DPP FK-PKBM Indonesia pada 20 September 2026. Komunikasi kemudian dilanjutkan melalui sambungan telepon dengan Sekretaris Jenderal DPP FK-PKBM Indonesia.

Menurut Rintoh, pada Sabtu siang, panitia kembali menyampaikan permohonan doa kepada Sekjend DPP FK-PKBM Indonesia agar seluruh rangkaian pelantikan DPW FK-PKBM Sulawesi Selatan dapat berlangsung dengan lancar.
Permohonan tersebut mendapat respons positif.
“Semoga Allah mengabulkan doanya. Aamiin Allahumma Aamiin,” demikian respons Sekjend DPP FK-PKBM Indonesia sebagaimana disampaikan Rintoh dalam laporannya.
Bagi panitia, respons tersebut menjadi bentuk dukungan moral dari jajaran DPP FK-PKBM Indonesia terhadap kepengurusan baru DPW FK-PKBM Sulawesi Selatan.
Awal Lima Tahun Perjuangan FK-PKBM Sulsel
Pelantikan kepengurusan periode 2026–2031 menjadi awal bagi DPW FK-PKBM Sulawesi Selatan dalam menjalankan mandat organisasi selama lima tahun ke depan.
Kepemimpinan Andi Sumarni bersama jajaran pengurus diharapkan dapat memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan DPD FK-PKBM kabupaten/kota serta berbagai pemangku kepentingan pendidikan.
Tantangan pendidikan nonformal ke depan tidak hanya berkaitan dengan penguatan kelembagaan PKBM, tetapi juga bagaimana memastikan satuan pendidikan nonformal mampu memberikan layanan yang berkualitas dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan.
Karena itu, pelantikan ini menjadi lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Momentum tersebut menandai dimulainya pekerjaan panjang untuk memperkuat organisasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta meningkatkan kontribusi pendidikan nonformal bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Dari Makassar, kepengurusan baru FK-PKBM Sulawesi Selatan memulai periode 2026–2031 dengan satu pesan utama: pendidikan nonformal membutuhkan gerak bersama, kolaborasi, dan komitmen yang berkelanjutan.*** (RR)
























