Wartatrans.com, FAKFAK — Sebanyak 10 pohon Pala Tomandin hasil grafting (sambung pucuk) ditanam di lingkungan SMA Don Bosco Kabupaten Fakfak, kegiatan berlangsung pada hari akmis 1 September 2026. Kegiatan itu bukan sekadar aksi penghijauan, tetapi menjadi laboratorium alam bagi siswa untuk belajar budidaya, pemeliharaan, dan pelestarian pala sebagai identitas serta potensi ekonomi Fakfak.
Kepala SMA Don Bosco Fakfak, Maria Yuliana, mengatakan penanaman pala di sekolah merupakan pembelajaran nyata. Menurutnya, siswa tidak hanya belajar dari buku dan ruang kelas, tetapi juga langsung dari alam.

“Pala bukan hanya pohon yang kita tanam, tetapi bagian dari kehidupan dan identitas Fakfak. Melalui penanaman ini, kami ingin anak-anak belajar mencintai lingkungan, mengenal potensi daerahnya, dan memahami bahwa merawat tanaman membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Syaiful Alkatiri, koordinator Tim Bimtek Usia Milenial Sekolah, mewakili Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, menekankan bahwa musim kemarau dan fenomena El Nino justru menjadi kesempatan bagi generasi muda belajar tentang ketangguhan menanam dan merawat tanaman.
“Musim kemarau dan El Nino mengajarkan kita bahwa menanam itu mudah, tetapi mempertahankan kehidupan tanaman membutuhkan komitmen. Di sinilah kekuatan kita diuji,” kata Syaiful.
Ia menambahkan, generasi muda perlu dipersiapkan bukan hanya sebagai penerus kebun pala, tetapi juga memahami teknologi, inovasi, dan tantangan perubahan iklim.
“Kalau hari ini kita menanam 10 pohon, jangan hanya menghitung jumlah pohonnya. Hitung berapa banyak pengetahuan, kepedulian, dan semangat yang tumbuh dari 10 pohon tersebut,” pesannya.
Menanam pala saat ini, lanjutnya, sama dengan menanam ketangguhan. Bibit boleh kecil, tetapi harapannya harus besar. Hari ini ditanam, besok dirawat, dan suatu saat generasi berikutnya akan menikmati hasilnya.*** (ASAH)

























