Wartatrans.com, JAKARTA – Transjakarta mulai menghubungkan transformasi dengan gunakan sistem online atau digital laporan keluangan dengan pengelolaan layanan publik.
Langkah itu relevan karena perusahaan melayani 413 juta pelanggan sepanjang 2025, sementara APBD DKI Jakarta 2026 mengalokasikan Rp3,75 triliun untuk subsidi TransJakarta.
Microsoft pada Kamis (1/10/2026) mengungkap implementasi Dynamics 365 Finance & Operations di Transjakarta telah berjalan sejak Januari 2025. Sistem tersebut digunakan 175 pengguna pada fungsi keuangan, akuntansi, pajak, penjualan dan teknologi informasi, dengan proses Procure to Pay serta Order to Collection terintegrasi.
Direktur Sistem Teknologi Informasi dan Pelayanan Transjakarta Raditya Maulana Rusdi mengatakan informasi keuangan yang lebih utuh membantu manajemen memahami kebutuhan dan menentukan prioritas.
“Ketika informasi keuangan dapat dilihat dengan lebih utuh dan secara real-time, manajemen memiliki dasar yang lebih baik untuk memahami kebutuhan perusahaan dan menentukan prioritas,” ujar Raditya dikutip Senin (5/10/2026).
Perubahan yang sudah disebutkan secara terukur berada pada kecepatan pelaporan. Transjakarta menyebut laporan keuangan yang sebelumnya membutuhkan waktu berminggu-minggu kini tersedia pada hari kelima bulan berikutnya.
Namun, jumlah hari yang dibutuhkan sebelum sistem diterapkan belum dipublikasikan sehingga tingkat percepatannya belum dapat dihitung secara independen.
Penerapan ERP terintegrasi juga bukan hanya terjadi di Transjakarta. Saudi Transport Company (SAPTCO), operator transportasi publik Arab Saudi, menggunakan Oracle Fusion Cloud ERP untuk mengintegrasikan fungsi keuangan dan operasional.
Pengalaman tersebut menunjukkan integrasi sistem dapat meningkatkan visibilitas data, tetapi tidak menjadi pembanding kuantitatif langsung karena indikator dan kondisi operasionalnya berbeda.
Di Transjakarta, pengembangan berikutnya berkaitan dengan SYNTRA, sistem internal yang mengelola perencanaan layanan, penjadwalan armada, pemantauan operasi dan analisis kinerja.
Microsoft menyebut Transjakarta berencana mengintegrasikan Dynamics 365 dengan SYNTRA agar data operasional armada dapat mendukung proses pengadaan, pembelian dan pembayaran.
Arah tersebut sejalan dengan strategi perusahaan untuk 2027. Direktur Utama Transjakarta Welfizon Yuza menyatakan, Selasa (26/5/2026), “Fokus pada transformasi layanan dan operasional melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola perusahaan.”
Kebutuhan menghubungkan data operasional dengan keuangan semakin penting ketika subsidi menjadi bagian besar pembiayaan layanan.
Kajian LPEM FEB UI yang terbit April 2026 memperkirakan setiap Rp1 triliun subsidi Transjakarta menghasilkan Rp3,2 triliun output ekonomi nasional.
Dari sisi data, Head of IT Planning and Innovation Transjakarta Udayalaksmana Kartiyasa menekankan pada Agustus 2026 bahwa tantangan penerapan data bukan sekadar ketersediaannya, tetapi bagaimana data digunakan secara tepat.
Prinsip itu menjadi relevan untuk menilai apakah integrasi Dynamics 365 dan SYNTRA nantinya hanya mempercepat administrasi atau juga mendukung keputusan operasi.
Besarnya dana publik membuat kualitas pengendalian keuangan menjadi bagian dari tata kelola, bukan sekadar proyek teknologi.
Regulasi subsidi Transjakarta mewajibkan pelaporan operasional bulanan serta pertanggungjawaban tahunan penggunaan subsidi yang diaudit.
Bagi Transjakarta, ukuran berikutnya bukan sekadar laporan lebih cepat, melainkan apakah data tersebut dapat menunjukkan biaya armada, rute atau layanan secara lebih akurat.
Jika mampu, digitalisasi keuangan berpotensi memperkuat pengendalian biaya dan membuat penggunaan PSO lebih terukur. (Artha Tidar)



























