Menu ✖

Mode Gelap
Kehadiran MotoGP Mandalika 2026 Perluas Jaringan Transportasi Lombok Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan Travelator Integrasi Karet-Sudirman Baru Mulai Dirakit, KAI Kejar Penyelesaian Akhir Tahun KKP Perketat Perlindungan dan Perekrutan Awak Kapal Perikanan Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

PERON

Travelator Integrasi Karet-Sudirman Baru Mulai Dirakit, KAI Kejar Penyelesaian Akhir Tahun

badge-check


 Travelator Integrasi Karet-Sudirman Baru Mulai Dirakit, KAI Kejar Penyelesaian Akhir Tahun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pengerjaan fasilitas penghubung antara Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru memasuki tahap baru. Perangkat travelator yang akan digunakan untuk memudahkan akses pelanggan kini telah berada di Stasiun Sudirman Baru dan mulai memasuki proses perakitan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, di saat perakitan travelator berlangsung di Sudirman Baru, pekerjaan konstruksi di area Karet juga masih berjalan. Seluruh rangkaian pekerjaan tersebut menjadi bagian dari integrasi kedua stasiun yang ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.

“Pekerjaan konstruksi di area Karet terus berjalan. Pada saat yang sama, perangkat travelator sudah berada di Sudirman Baru dan masuk tahap perakitan. KAI terus mengawal setiap tahapan pekerjaan agar fasilitas penghubung ini nantinya dapat mendukung akses pelanggan antara kawasan Karet dan Sudirman Baru,” ujar Anne.

Dalam proyek tersebut, KAI menyiapkan satu unit travelator datar dengan panjang 20 meter serta dua unit travelator vertikal. Fasilitas tersebut nantinya menjadi bagian dari akses penghubung bagi pelanggan setelah layanan naik dan turun Commuter Line Jabodetabek di Stasiun Karet dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru sejak 1 September 2026.

Selain pemasangan travelator, penataan kawasan juga mencakup koridor pejalan kaki, lanskap stasiun, area drop off kendaraan lanjutan serta fasilitas pendukung lainnya di kawasan Karet.

Sementara pada sisi Kendal, pekerjaan meliputi penambahan eskalator akses, pembangunan kanopi selasar dan penataan koridor pejalan kaki.

Kebutuhan terhadap akses penghubung tersebut semakin terlihat setelah terjadi perubahan pola perjalanan pelanggan. Pada Agustus 2026, sebelum pengalihan layanan, Stasiun Sudirman Baru mencatat 190.060 aktivitas Commuter Line Jabodetabek atau rata-rata 6.131 aktivitas per hari.

Setelah layanan dari Karet dipusatkan ke Sudirman Baru pada September, jumlah aktivitas melonjak menjadi 646.411 atau rata-rata 21.547 aktivitas per hari. Artinya, rata-rata aktivitas harian meningkat sekitar 251,45 persen dalam satu bulan.

Pada hari kerja, rata-rata aktivitas bahkan mencapai sekitar 26.178 per hari pada September, dibandingkan sekitar 7.862 aktivitas per hari pada Agustus.

“Sebelum pengalihan, rata-rata aktivitas di Sudirman Baru sekitar 6.100 per hari. Pada September jumlahnya sudah berada di atas 21.500 per hari. Pada hari kerja bahkan rata-ratanya mencapai lebih dari 26 ribu aktivitas. Data ini menunjukkan pelanggan mulai menyesuaikan pola perjalanannya sejak pelayanan dipusatkan di Sudirman Baru,” kata Anne.

Menurut Anne, perkembangan jumlah pelanggan menjadi salah satu pertimbangan KAI dalam menata fasilitas penghubung Karet-Sudirman Baru. Peningkatan terbesar terjadi pada aktivitas Commuter Line Jabodetabek, sedangkan layanan Commuter Line Bandara di Sudirman Baru relatif stabil.

“Data pelanggan menjadi salah satu referensi kami dalam melihat perkembangan kawasan ini. Kenaikan terbesar terjadi pada aktivitas Commuter Line Jabodetabek, sementara layanan Commuter Line Bandara relatif stabil. Karena itu, penataan fasilitas diarahkan mengikuti kebutuhan perjalanan yang saat ini terbentuk di lapangan,” ujar Anne.

KAI menargetkan seluruh pekerjaan integrasi Karet-Sudirman Baru dapat selesai sesuai jadwal. Dengan adanya travelator dan fasilitas pendukung lainnya, pelanggan diharapkan dapat berpindah antara kawasan Karet dan Sudirman Baru melalui akses yang lebih mudah dan nyaman.

“Kami ingin pekerjaan ini menghasilkan akses yang mudah digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Progres konstruksi dan perakitan travelator terus berjalan, sementara pola perjalanan pelanggan terus kami evaluasi selama masa integrasi,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Eskalator Stasiun Duri Masih Diperbaiki, KAI Commuter Siapkan Uji Kelayakan

5 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 271,48 Juta hingga September 2026

5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tujuh Trainset KRL INKA Kembali Beroperasi di Bogor Line Mulai Besok

5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

KAI Services Buka Area Parkir di Stasiun Muara Enim, Hadirkan Kemudahan bagi Pengguna Kereta Api

5 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Wisatawan Mancanegara Pengguna Kereta Api di Daop 1 Jakarta Tembus 125 Ribu, Naik 4,7 Persen

5 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang

4 Oktober 2026 - 19:58 WIB

KA Mutiara Timur Catat 304.522 Pelanggan, Banyuwangi Makin Terhubung dengan Surabaya

4 Oktober 2026 - 17:26 WIB

KAI Catat 11,34 Juta Pergerakan Pelanggan di Sumatra, Naik 12,02 Persen

4 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Commuter Run 2026 Diikuti 2.500 Peserta, KAI Commuter Dorong Gaya Hidup Sehat dan Transportasi Publik

4 Oktober 2026 - 09:07 WIB

KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

3 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Trending di PERON