Wartatrans.com, JAKARTA – Sukses Bersama Distributor (SBD), entitas distribusi Momogi Group, menargetkan 150 truk listrik bakal mulai mengaspal bulan ini, Oktober 2026.
Penguatan armada ini menjadi bagian dari strategi distribusi perusahaan makanan ringan yang tengah bersiap memasuki ekosistem bisnis PT Wahana Interfood Nusantara Tbk. (COCO) atau Win&Co Group.
Chief Operating Officer SBD Mareto, Selasa (13/10/2026) menyampaikan, implementasi kendaraan listrik dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional.
“Program tersebut mencakup dukungan kendaraan listrik, infrastruktur pengisian daya, dan penyusunan peta jalan elektrifikasi bersama SUN,” ujar Mareto.
SBD mengandalkan jaringan lebih dari 150 depo dan subdistributor di berbagai wilayah Indonesia untuk menyalurkan lebih dari 100 stock keeping unit (SKU) produk Momogi Group.
Jaringan tersebut menjadi modal operasional untuk menjaga ketersediaan produk sekaligus mendukung penetrasi pasar.
Pentingnya jaringan logistik terlihat dari perkembangan industri terkait. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri makanan dan minuman tumbuh 6,38% sepanjang 2025, sementara transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78% serta angkutan darat 9,75%.
Data tersebut memberikan konteks bagi kebutuhan distribusi, meskipun tidak secara langsung menunjukkan pertumbuhan penjualan Momogi atau kebutuhan tambahan armadanya.
Dalam bisnis makanan ringan, efektivitas penyaluran produk tetap bergantung pada jangkauan pasar, frekuensi pengiriman, dan ketersediaan stok di titik penjualan.
Strategi tersebut menjadi semakin relevan di tengah rencana akuisisi Momogi Group oleh COCO.
Pada 6 Mei 2026, perusahaan menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat untuk mengambil alih hingga 99,99% saham PT Sari Murni Abadi, bagian dari Momogi Group.
Direktur Utama Win&Co Group Sugianto Soenario menyatakan pada Rabu (6/5/2026), “Kami melihat adanya potensi sinergi yang besar dari sisi pengembangan produk, distribusi, hingga perluasan pasar.”
Peluang sinergi itu dapat mendukung ekspansi portofolio makanan dan minuman apabila diikuti integrasi jaringan distribusi.
Namun, belum ada data publik yang memastikan seluruh produk COCO akan langsung memanfaatkan jaringan Momogi setelah transaksi efektif.
Pengoperasian truk listrik berpotensi menekan biaya energi dan perawatan tertentu.
Manfaat tersebut tetap bergantung pada harga kendaraan, konsumsi listrik, kapasitas muatan, jarak tempuh, dan kesiapan fasilitas pengisian daya di depo.
Karena itu, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah kendaraan. Perusahaan perlu mengukur biaya distribusi per kilometer, ketepatan pengiriman, produktivitas armada, serta perubahan biaya operasional setelah investasi infrastruktur diperhitungkan.
Bagi Momogi Group dan COCO, jaringan distribusi yang kuat dapat menjadi fondasi ekspansi bisnis makanan dan minuman.
Nilai ekonominya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan memperluas jangkauan pasar, mengintegrasikan penyaluran produk, dan menjaga biaya logistik tetap terkendali. (Artha Tidar)




























