Menu ✖

Mode Gelap
Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi.

ANJUNGAN

Antisipasi Lonjakan Perjalanan di Libur Nataru, Kemenhub Perkuat Strategi Ketapang-Gilimanuk

badge-check


 Dirjen Hubdat dan stakeholder terkait di Pelabuhan Banyuwangi Perbesar

Dirjen Hubdat dan stakeholder terkait di Pelabuhan Banyuwangi

Wartatrans.com, BANYUWANGI – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah strategi guna memastikan kelancaran arus penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk pada masa angkutan libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 (Nataru).

Dalam rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan angkutan Nataru di Pelabuhan Ketapang, Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menegaskan pengelolaan operasi Nataru tidak boleh dikelola sebagai rutinitas belaka.

“Hal itu karena perjalanan masyarakat diprediksi meningkat hingga 4% dibanding tahun sebelumnya,” ucapnya, Senin (24/11/2025).

“Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk ini menjadi salah satu kluster yang krusial, pergerakan di laut berpengaruh langsung ke darat, begitu juga sebaliknya, karena saling terkait keselamatannya. Karena itu semua pihak harus menangani operasi Nataru dengan luar biasa bukan sekadar rutinitas.”

Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah pembatasan angkutan barang sumbu tiga ke atas. Saat ini pemerintah tengah menggodok Surat Keputusan Bersama (SKB) mengenai pembatasan ini.

“Pemerintah pusat sudah menyusun beberapa regulasi nanti akan diterapkan selama operasi Nataru termasuk di Ketapang-Gilimanuk, salah satunya akan kita batasi pergerakan angkutan barang sumbu 3 ke atas. Ini bentuk kehadiran negara untuk memprioritaskan kepentingan yang lebih besar untuk masyarakat,” urai Aan.

Selain itu, juga akan diterapkan delaying system dan buffer zone untuk mengatur arus kendaraan sebelum masuk pelabuhan.

Arah ke Ketapang disiapkan buffer zone di Terminal Sri Tanjung dan Grand Watu Dodol, sedangkan arah ke Gilimanuk disiapkan sejumlah area buffer zone seperti Terminal Kargo Gilimanuk, UPPKB Cekik, rest area Rambut Siwi hingga rest area Pengeragoan.

“Pelabuhan ini karakteristiknya khusus, menampung kendaraan sangat terbatas, apabila tidak dipersiapkan rekayasa lalu lintas di pelabuhan maupun di luar, bisa berakibat terjadi kemacetan, sehingga kita perlu strategi delaying system dengan menyiapkan buffer zone,” ungkap dia.

Menurutnya, akan ada pembagian kendaraan di Ketapang dan Gilimanuk diprioritaskan sepeda motor, kendaraan roda empat, dan bus, sementara angkutan logistik yang akan melalui Ketapang diarahkan ke Dermaga Bulusan.

Selanjutnya, guna mengurangi kepadatan arus di Bali, akan dilakukan pengalihan rute kendaraan angkutan barang menuju Lombok.

“Untuk mengurangi trafik di Bali karena sudah cukup berat trafik di daratnya sehingga kita harus mengalihkan angkutan barang dari dan ke Lombok melalui pelabuhan Jangkar di Situbondo dan pelabuhan Lembar,” katanya.

Aan kembali menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas, terutama dengan adanya prediksi BMKG terkait cuaca ekstrem. BMKG memprediksi adanya bibit siklon tropis di selatan, yang dapat mengakibatkan cuaca ekstrem, hujan disertai angin, hingga gelombang tinggi di wilayah selatan Jawa hingga Bali.

“Prediksi dari BMKG angin cukup kencang ditambah karakter di Selat Bali pergantian cuaca cukup cepat, artinya ini perlu diwaspadai. Prediksi BMKG menjadi acuan untuk keselamatan penyeberangan dan SOP keselamatan yang sudah ada saat ini, tetap dipertahankan di Ketapang dan Gilimanuk,” pungkas Aan.

Rakor kesiapan angkutan Nataru 2025/2026 ini turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono; Sekretaris Deputi Bid. Koodinasi Konektivitas Kemenko Infrawil Rustam Efendi; Direktur SDM & Layanan Korporasi Rudi Sunarko; Kepala BPTD Kelas II Jawa Timur Bambang Hermanto; Kepala BPTD Kelas II Bali Made Suraharta; perwakilan BMKG Banyuwangi; Ditlantas Polda Jawa Timur; Direktur Sarana Prasarana SDP Sigit Widodo, dan Direktur Direktur Lalu Lintas Jalan Rudi Irawan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Peduli Pendidikan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Beasiswa untuk 50 Peserta Didik

15 Oktober 2026 - 19:55 WIB

Perluas Pasar Ekspor-Impor, IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI, Tiongkok, dan Thailand

14 Oktober 2026 - 18:42 WIB

Kemenhub Gelar Sertifikasi Pemeriksa Kecelakaan Kapal

14 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pelindo Kembali Layani Pemindahan Muatan Antarkapal di Nipa Kepri

14 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Kemenhub dan Pelindo Sepakati Pengusahaan Alur Pelayaran Pulau Baai Tahap II

14 Oktober 2026 - 11:20 WIB

11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang

13 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal

12 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Trending di ANJUNGAN