Wartatrans.com, TANGERANG – Dukungan strategis Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) terhadap agenda transformasi Garuda Indonesia Group
terus menunjukkan progres konkret.
Berkat dukungan tersebut, hingga akhir Juni 2026, Citilink berhasil mengoperasikan 43 armada, meningkat dari 25 armada pada akhir Juni 2025.

Peningkatan jumlah armada yang beroperasi menjadi bagian dari penguatan alat
produksi Garuda Indonesia Group, khususnya pada segmen penerbangan berbiaya terjangkau
atau low-cost carrier (LCC).
“Langkah ini memperkuat kapasitas operasional Citilink dalam
memperluas konektivitas, meningkatkan produktivitas jaringan penerbangan, serta
menangkap peluang pertumbuhan pasar LCC nasional,” Direktur Utama Citilink Darsito Hendroseputro, Kamis (30/7/2026).
Menurutnya, kesiapan 43 armada mencerminkan kemajuan nyata dari agenda transformasi Citilink yang dijalankan secara terintegrasi dengan arah penguatan Garuda Indonesia Group.
“Pengoperasian 43 armada hingga akhir Juni 2026 merupakan capaian penting dalam penguatan alat produksi Citilink. Dengan dukungan strategis Danantara terhadap transformasi Garuda Indonesia Group, kami dapat mengakselerasi kesiapan armada dan meningkatkan kapasitas operasional untuk melayani pertumbuhan mobilitas masyarakat,” urainya.
Penguatan ini menjadi fondasi bagi Citilink untuk meningkatkan daya saing pada pasar LCC, memperluas konektivitas antardaerah, serta menghadirkan layanan penerbangan yang aman,
andal, dan tepat waktu secara berkelanjutan.
Sejalan dengan peningkatan jumlah armada yang beroperasi, Citilink mencatat kenaikan ratarata frekuensi penerbangan menjadi 221 penerbangan per hari pada Semester I tahun ini.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 21 persen dibandingkan rata-rata 183 penerbangan per hari pada Semester II tahun 2025.
Peningkatan frekuensi penerbangan tersebut menunjukkan optimalisasi utilisasi armada Citilink dalam memperkuat kapasitas layanan, meningkatkan fleksibilitas perjalanan, serta
menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat pada berbagai rute strategis.
Pada Semester I tahun 2026, Citilink juga kembali mengoperasikan sejumlah rute, yaitu Jakarta
melalui Bandara Halim Perdanakusuma menuju Padang dan Pekanbaru, Makassar–Palu, serta
Jakarta–Malang.
Pengoperasian kembali rute-rute tersebut menjadi bagian dari strategi pengembangan jaringan yang lebih adaptif dan produktif, sekaligus memperkuat konektivitas antardaerah serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Sebagai kelanjutan dari penguatan jaringan penerbangan, Citilink akan kembali melayani
penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, mulai 17 Agustus 2026.
Citilink akan mengoperasikan lima rute yang menghubungkan Bandung dengan Medan, Palembang, Denpasar, Balikpapan, dan Surabaya.
Ke depan, Citilink akan terus melanjutkan agenda transformasi bersama Garuda Indonesia
Group melalui peningkatan kesiapan dan produktivitas armada, pengembangan jaringan
penerbangan yang berorientasi pada kebutuhan pasar, inovasi layanan, serta penguatan
disiplin operasional dan tata kelola perusahaan.
Dengan dukungan strategis Danantara, transformasi Garuda Indonesia Group diharapkan dapat terus memperkuat fundamental bisnis seluruh entitas di dalam Group.
“Bagi Citilink, penguatan tersebut menjadi landasan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pada segmen LCC, memperluas konektivitas udara nasional, serta memberikan kontribusi yang semakin optimal bagi pertumbuhan industri penerbangan, pariwisata, dan perekonomian
Indonesia,” tutup Darsito. (omy)































