Menu

Mode Gelap
Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR Penyebab Kecelakaan Virgo Transport 8 Perlu Dibuktikan Secara Menyeluruh Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

WISATA

Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel

badge-check


 Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel Perbesar

Wartatrans.com, THIMPU – Departemen Pariwisata, Kementerian Industri, Perdagangan dan Ketenagakerjaan, Bhutan, bekerja sama dengan Administrasi PemaGatshel Dzongkhag mengumumkan penyelenggaraan Bathing Carnival Bhutan (BCB) yang kedua pada 6-8 November 2026 di Telung, Nganglam, PemaGatshel. Penyelenggaraan Bathing Carnival Bhutan tahun ini ditetapkan pada tanggal tersebut dengan mempertimbangkan pelaksanaan Proyek 108 di Gelephu Mindfulness City (GMC), sekaligus menghormati arti penting dari inisiatif Kerajaan tersebut. Mulai 2027 dan seterusnya, Bathing Carnival Bhutan akan diadakan setiap tahun pada 1-3 November di Telung, Pemagatshel. Festival yang berlangsung selama tiga hari di distrik bagian timur Bhutan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang segar dan menarik bagi para wisatawan yang mencari liburan unik yang memadukan wisata air, budaya, dan petualangan.

Bathing Carnival Bhutan (BCB) mengusung tema “Celebrating the Joy of Water” (Merayakan Kegembiraan Air), yang terinspirasi dari tradisi Bhutan yaitu Thruebab, atau Hari Hujan Berkah, serta praktik kuno mandi menggunakan air alami yang dipercaya telah diberkahi. Air, yang melambangkan kehidupan, kenangan, pembaruan, dan kebahagiaan, memiliki makna istimewa dalam budaya Bhutan. Secara tradisional, mandi di air yang diberkahi identik dengan penyucian diri, pembaruan, kesehatan dan kesejahteraan, serta perayaan yang dilakukan secara bersama-sama. Tahun pertama Bathing Carnival Bhutan diselenggarakan bersamaan dengan perayaan Thruebab, yang terinspirasi langsung dari tradisi budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Bhutan tersebut.

Dengan berlandaskan semangat dan makna Thruebab, Bathing Carnival tahun ini akan diselenggarakan setelah perayaan tersebut, sehingga para peserta dan pengunjung tetap dapat melanjutkan pengalaman menerima berkah dari air suci serta merasakan kekayaan budaya dari momen istimewa sepanjang tahun ini. Acara ini menghadirkan kembali tradisi yang begitu dihargai tersebut melalui perpaduan dinamis antara komunitas, budaya, olahraga, berbagai aktivitas berbasis air, dan hiburan, yang diselenggarakan dengan latar belakang keindahan alam Telung.

Bathing Carnival merupakan perayaan selama tiga hari yang penuh semangat, yang mempertemukan komunitas, olahraga, hiburan, dan budaya lokal di tengah lanskap Telung yang menakjubkan. Dirancang sebagai festival kontemporer yang dapat dinikmati oleh masyarakat dari segala usia, acara ini menawarkan perpaduan unik antara keseruan, pengalaman di alam terbuka, dan eksplorasi budaya, sekaligus memperkenalkan keindahan alam serta kehangatan semangat kebersamaan masyarakat setempat. Dengan rangkaian kegiatan yang dinamis, Bathing Carnival menghadirkan alasan baru yang menarik untuk mengunjungi PemaGatshel dengan mengajak wisatawan maupun masyarakat lokal untuk berkumpul, menikmati alam terbuka, mengenal tradisi setempat, serta menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Dengan memadukan rekreasi, hiburan, dan pengalaman budaya, Bathing Carnival menawarkan cara baru yang segar dan menarik untuk menjelajahi wilayah Bhutan yang masih jarang dieksplorasi.

Program Bathing Carnival menghadirkan beragam aktivitas berbasis air dan kegiatan menarik lainnya yang dirancang untuk memenuhi berbagai minat pengunjung. Beberapa kegiatan unggulan antara lain tarik tambang air, mandi bersama, perang air, lomba estafet ember berisi air, pertunjukan laser light show, fly fishing mahseer hunt, serta bamboo mat dining. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai permainan keterampilan, seperti menembak balon, lempar cincin, kompetisi water balloon throwball, serta masih banyak aktivitas seru lainnya. Dengan beragam pilihan kegiatan tersebut, Bathing Carnival menawarkan pengalaman yang menyenangkan, interaktif, dan penuh keceriaan bagi pengunjung dari berbagai usia.

Selain berbagai kegiatan air dan rekreasi, Bathing Carnival juga menawarkan pengalaman budaya yang mendalam. Para pengunjung dapat menjelajahi pasar lokal serta menyaksikan demonstrasi pembuatan kerajinan tradisional, termasuk Tsatshi Buram (permen gula khas setempat) serta Dung dan Jaling (alat musik tradisional Bhutan). Festival ini juga menghadirkan Valley Fruit Feast, serta tarian bersama sebagai acara penutup yang menggambarkan semangat perayaan.

“Bathing Carnival Bhutan berkembang menjadi sesuatu yang benar-benar istimewa, menghadirkan kebahagiaan dan makna melalui alam serta perayaan kebersamaan. Pada penyelenggaraan tahun keduanya, kami menambahkan lebih banyak aktivitas menarik, hiburan, program budaya yang bermakna, serta keindahan luar biasa dari dua Dzongkhag untuk menjadikan festival ini sebagai pengalaman yang seru, unik, dan tak terlupakan. Festival ini juga merupakan sebuah ajakan untuk menemukan dan merasakan pengalaman di PemaGatshel, Lotus Valley yang luar biasa di Bhutan bagian timur,” ujar Singay Dorji, Dzongdag (Gubernur) PemaGatshel.

PemaGatshel bukan sekadar destinasi di Bhutan bagian timur, tetapi sebuah tempat yang menanti untuk ditemukan, dijelajahi, dan dinikmati dengan cara yang unik. Dengan lanskap alam yang indah, masyarakat yang penuh semangat, warisan budaya yang kaya, serta kehidupan masyarakat yang autentik, PemaGatshel menawarkan kesempatan bagi para wisatawan untuk merasakan sisi Bhutan yang terasa segar, dekat, dan penuh kejutan. Mulai dari berinteraksi dengan masyarakat lokal, menikmati aktivitas di alam terbuka, hingga menemukan sudut-sudut tersembunyi di kawasan ini, setiap perjalanan di PemaGatshel menghadirkan pengalaman petualangan dan penemuan yang berbeda. Bathing Carnival menambahkan dimensi baru yang menarik dalam pengalaman tersebut, mengundang para pengunjung untuk melihat, merasakan, dan menikmati PemaGatshel dalam suasana yang penuh keceriaan dan tak terlupakan.

“Selamat datang di Bathing Carnival 2.0, sebuah perayaan warisan budaya yang terus hidup di Bhutan bagian timur. Bergabunglah bersama kami di sepanjang sungai-sungai yang masih alami dan lanskap yang megah untuk kembali terhubung dengan tradisi-tradisi kuno, merasakan pembaruan budaya, serta menemukan ketenangan dari aliran air Bhutan, termasuk pengalaman fly fishing kelas dunia di salah satu sungai terpanjang di wilayah kami,” ujar Lungten Jamtsho, Dzongdag (Gubernur) Mongar.

“Menyusul kesuksesan penyelenggaraan perdananya, Bathing Carnival Bhutan kembali hadir dengan energi dan semangat yang lebih besar. Festival tahun kedua ini menawarkan pengalaman yang baru dan menarik dengan memadukan budaya, masyarakat, alam, olahraga, dan hiburan dalam satu rangkaian perayaan yang spektakuler. Tahun ini, kami sangat senang dapat melanjutkan momentum tersebut melalui kolaborasi erat dengan  PemaGatshel dan Mongar Dzongkhag, di mana partisipasi aktif keduanya dan keterlibatan masyarakat setempat turut membentuk sebuah perayaan yang mencerminkan kekayaan dan keberagaman Bhutan bagian timur. Dalam konteks tersebut, PemaGatshel menjadi lokasi yang sangat ideal untuk penyelenggaraan karnaval ini—bukan sekadar sebagai destinasi di Bhutan bagian timur, tetapi sebagai tempat untuk menjelajah, menjalin koneksi, dan merasakan pengalaman yang benar-benar berbeda. Melalui berbagai kegiatan seperti BCB, kami terus menciptakan pengalaman inovatif yang mendorong para wisatawan untuk menjelajah lebih jauh dari destinasi yang sudah dikenal, menemukan keberagaman destinasi wisata Bhutan, serta membangun interaksi yang bermakna dengan masyarakat lokal. Kami berharap festival tahun kedua ini dapat menjadi perayaan yang berkesan bagi semua orang,” ujar Damcho Rinzin, Direktur Departemen Pariwisata Bhutan.(ahmad)

Baca Lainnya

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

Perkuat Tata Kelola & Kepatuhan, PT Federal International Finance Raih Sertifikasi ISO 37301:2021

21 September 2026 - 09:39 WIB

Setelah Sukses Menggelar MTQ Nasional XXXI, Pemprov Jateng Lanjut Adakan Borobudur Maraton 2026

21 September 2026 - 05:11 WIB

SMPN 259 Jakarta Angkat Isu Bullying Lewat Film Pendek Suara di Kepala Bimo

21 September 2026 - 01:05 WIB

Peringatan Maulid Malam ke-39 di Masjid An-Nur: “Belum Jatuh Cinta pada Rasulullah? Maulid Kita Belum Berefek!”

20 September 2026 - 22:02 WIB

Mantap, 47 Hotel dan Resor Indonesia Masuk List Teratas Global Michelin Guide

20 September 2026 - 12:50 WIB

7Dunia Showcase di Panggung Diskusi FF Horor Edisi IX: Ada Peristiwa Bocah Difabel Rebut Microfon lalu Azan, Bisa Viral Nih!

20 September 2026 - 12:22 WIB

MTQ XXXI Nasional di Semarang Ditutup Secara Meriah, Tahun Depan Diselenggarakan di Jakarta

20 September 2026 - 09:51 WIB

Polres dan Kodim 0102/Pidie Pasang Spanduk Larangan Tambang Ilegal di Geumpang

20 September 2026 - 08:54 WIB

Menjaga Mereka yang Setiap Hari Menjaga Perjalanan: DAMRI Hadirkan Unit Kesehatan Kerja

19 September 2026 - 21:46 WIB

Trending di JALUR