. Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Aceh Tengah mendesak agar penyaluran bantuan daging Meugang dari Prabowo Subianto dilakukan secara merata, transparan, dan tepat sasaran.
Imbauan tersebut disampaikan menyikapi rencana penyaluran bantuan daging Meugang yang merupakan tradisi sakral masyarakat Aceh menjelang bulan suci dan hari besar keagamaan. DPD Tani Merdeka Indonesia menegaskan bahwa distribusi bantuan harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk warga di pelosok desa.

Ketua DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah, Eka Saputra, menyatakan bahwa momentum Meugang memiliki nilai sosial dan kemanusiaan yang tinggi bagi masyarakat Aceh. Oleh karena itu, pelaksanaan bantuan harus mempertimbangkan kondisi riil ekonomi masyarakat Aceh Tengah saat ini.
“Momentum Meugang bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari identitas dan solidaritas sosial masyarakat Aceh. Bantuan ini harus dirasakan secara adil oleh seluruh warga, tidak menumpuk di satu wilayah saja,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah fluktuasi harga pangan yang terus terjadi, bantuan daging Meugang diharapkan dapat menjadi bantalan ekonomi bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Untuk itu, proses pendataan penerima bantuan diminta dilakukan secara cermat dan akurat.
“Kami menghimbau agar proses pendataan dilakukan dengan teliti. Bantuan ini adalah wujud kepedulian negara, maka pelaksanaannya di lapangan harus mencerminkan keadilan sosial dan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat Aceh Tengah,” tegas Eka.
Selain aspek ekonomi, DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah juga mengingatkan bahwa distribusi yang tidak merata berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik dan transparan, bantuan daging Meugang diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi serta menjaga stabilitas sosial di daerah.
DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah menyatakan siap mengawal serta bersinergi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan amanah Presiden tersebut tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, tanpa terhambat oleh birokrasi yang berbelit.*** (Jasa)




















