Menu ✖

Mode Gelap
118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026 Kehadiran MotoGP Mandalika 2026 Perluas Jaringan Transportasi Lombok Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan Travelator Integrasi Karet-Sudirman Baru Mulai Dirakit, KAI Kejar Penyelesaian Akhir Tahun

PERISTIWA

Dugaan Pelecehan Seksual di Polinef, BEM Desak Wadir I Dicopot

badge-check


 Dugaan Pelecehan Seksual di Polinef, BEM Desak Wadir I Dicopot Perbesar

Wartatrans.com, FAKFAK — Lingkungan pendidikan tinggi di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, tengah menjadi sorotan menyusul munculnya dugaan kasus pelecehan seksual yang diduga melibatkan seorang pejabat akademik di Politeknik Negeri Fakfak (Polinef).

Oknum dosen berinisial BD, yang diketahui menjabat sebagai Wakil Direktur I Polinef, diduga melakukan tindakan tidak pantas terhadap sejumlah mahasiswi di lingkungan kampus.

Dugaan tersebut menjadi perhatian serius karena sosok yang bersangkutan memiliki posisi strategis dalam lingkungan akademik. Sebagai pejabat sekaligus pendidik, ia seharusnya menjadi pengayom dan memberikan rasa aman bagi mahasiswa selama menjalani proses pendidikan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Wartatrans.com, dugaan tindakan tidak pantas tersebut disebut tidak hanya dialami oleh satu mahasiswi. Sedikitnya delapan mahasiswi baru disebut-sebut menjadi korban dugaan perlakuan yang tidak semestinya.

Namun demikian, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan mekanisme resmi sesuai ketentuan yang berlaku. Identitas para mahasiswi juga perlu mendapat perlindungan untuk mencegah dampak psikologis maupun sosial yang lebih luas.

Sorotan terhadap persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi mahasiswa.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Polinef menggelar aksi spontan di lingkungan kampus pada Senin, 5 Oktober 2026. Aksi tersebut menjadi bentuk protes mahasiswa terhadap apa yang mereka nilai sebagai lambannya penanganan dan belum adanya ketegasan pihak manajemen kampus dalam merespons dugaan kasus tersebut.

Dalam aksi itu, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen Polinef.

Pertama, mahasiswa mendesak agar BD dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Direktur I.

Kedua, BEM meminta agar terduga dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik dan proses pembelajaran selama empat tahun.

Ketiga, mahasiswa menuntut adanya surat pernyataan resmi bermaterai dari terduga agar tidak mengulangi tindakan serupa.

Tuntutan tersebut menunjukkan meningkatnya keresahan mahasiswa terhadap persoalan perlindungan dan rasa aman di lingkungan kampus.

Kampus Dituntut Transparan

Bagi mahasiswa, persoalan ini bukan hanya menyangkut dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh seorang individu, tetapi juga menyangkut sejauh mana institusi pendidikan tinggi mampu memberikan perlindungan kepada mahasiswa.

Apabila dugaan tersebut terbukti, penanganannya dinilai harus dilakukan secara tegas, transparan, serta sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan internal perguruan tinggi.

Di sisi lain, seluruh pihak juga perlu menghormati proses pemeriksaan dan asas praduga tak bersalah terhadap pihak yang dilaporkan.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat penjelasan resmi dari manajemen Politeknik Negeri Fakfak terkait dugaan kasus tersebut maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.

Publik dan mahasiswa kini menunggu sikap resmi pihak kampus, termasuk penjelasan mengenai mekanisme pemeriksaan, perlindungan terhadap pihak yang mengaku sebagai korban, serta langkah institusi untuk memastikan lingkungan akademik tetap aman bagi seluruh mahasiswa.

Kejelasan dan transparansi penanganan kasus menjadi penting agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi sekaligus memberikan kepastian kepada mahasiswa, keluarga, dan masyarakat Fakfak.*** (ASAH)

Baca Lainnya

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

KKP Perketat Perlindungan dan Perekrutan Awak Kapal Perikanan

5 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Aceh Tengah Bersama Kodim 0106 Raih Juara Stand Terbaik Indonesia Fest 2026

5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Tanjung Lesung Kini Terhubung Dengan Bandara Soekarno-Hatta Melalui Layanan DAMRI

4 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Viral Dugaan Penganiayaan Awak Kapal, KKP Amankan KM Maulana 23 di Laut Aru

4 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Bersama Sekolah Rakyat, Poltrada Bali Tanamkan Budaya Keselamatan

4 Oktober 2026 - 15:23 WIB

PERSIARI Broadcasting Petakan Minat dan Bakat Siswa Sekolah Rakyat di Jawa Timur

4 Oktober 2026 - 05:26 WIB

Cegah Risiko Kecelakaan, IPC TPK Berikan Layanan Kesehatan dan Kacamata Gratis bagi Sopir Truk

3 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Trending di ANJUNGAN