Menu ✖

Mode Gelap
Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo

EKOBIS

Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan

badge-check


 Ist Perbesar

Ist

Wartatrans.com, JAKARTA – Penjualan truk listrik global menembus 400.000 unit pada 2025, setara 9% dari penjualan truk baru.

Namun, peralihan dari truk diesel ke truk listrik di Indonesia masih menghadapi harga kendaraan dua hingga tiga kali lebih mahal, keterbatasan infrastruktur pengisian daya, dan kebutuhan pembuktian efisiensi operasional.

Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM) Arif Wismadi dalam forum Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026 pada Rabu (7/10/2026), mendorong pemberian insentif untuk pembelian sekaligus pengoperasian truk listrik.

“Dari sisi pembelian barangnya juga iya (mendapatkan subsidi), kemudian pengoperasian juga iya,” ujar Arif.

Ia juga mengusulkan kemudahan kredit bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk skema pembiayaan yang mempertimbangkan umur baterai.

Persoalan ini penting karena tenor kredit kendaraan umumnya lima tahun, sedangkan estimasi usia baterai sekitar delapan tahun.

Perbedaan tersebut perlu diperhitungkan dalam menilai risiko pembiayaan dan produktivitas armada.

Direktur Pengembangan Bisnis KALISTA Group, Yoga Adiwinarto, dalam artikel WRI Indonesia yang terbit Jumat (9/10/2026), menekankan bahwa penghematan biaya menjadi pertimbangan utama pelaku industri.

“Ketika kita bicara dengan pelaku industri, penghematan biaya adalah segalanya bagi mereka,” ujarnya.

KALISTA menawarkan layanan terintegrasi, termasuk perencanaan armada, strategi pengisian daya, pemeliharaan, pemantauan operasional, dan skema Fleet-as-a-Service (FaaS). Melalui model ini, perusahaan dapat menguji kendaraan listrik dalam operasi aktual tanpa harus langsung menanggung seluruh investasi aset di awal.

Dalam contoh operasi yang dipaparkan WRI Indonesia, pengisian baterai truk listrik dari 26% hingga penuh di Cipularang membutuhkan 51 menit.

Di Bandung, pengisian dari 61% hingga 100% memerlukan 32 menit. Waktu pengisian tersebut dinilai masih dapat diterima untuk pola operasi tertentu.

Namun, kelayakannya bergantung pada jadwal perjalanan, lokasi pengisian, dan tingkat utilisasi kendaraan.

Kajian Institute for Essential Services Reform (IESR) menyebut truk menyumbang sekitar 29% emisi sektor transportasi Indonesia atau 48 juta ton karbon dioksida (CO₂) pada 2024, meski jumlahnya hanya sekitar 4% dari kendaraan di jalan.

IESR memproyeksikan populasi truk meningkat 2,5 kali menjadi 12 juta unit pada 2060.

CEO IESR Fabby Tumiwa, pada peluncuran kajian 18 Juni 2026, mengatakan, “Truk listrik lebih hemat energi, memiliki lebih sedikit komponen yang harus diservis, dan lebih jarang masuk bengkel.”

IESR memperkirakan elektrifikasi berpotensi menghasilkan penghematan fiskal kumulatif hingga Rp5.000 triliun sampai 2060. Angka tersebut merupakan proyeksi, bukan penghematan yang telah terealisasi.

China menjadi tolok ukur perkembangan pasar. Negara tersebut menyumbang lebih dari 90% penjualan truk listrik global pada 2025.

Kajian International Council on Clean Transportation (ICCT) pada 2 Agustus 2026 menemukan potensi penghematan biaya kepemilikan hingga 20% per kilometer dan pengembalian investasi awal dalam empat tahun pada sebagian besar kasus yang dikaji di China.

Hasil tersebut tidak otomatis berlaku di Indonesia karena perbedaan harga energi, insentif, infrastruktur, dan pola operasi.

Di Indonesia, uji coba truk kontainer listrik pada rute Tanjung Priok–Cikarang dimulai 23 Februari 2026 dan direncanakan berlangsung sekitar tiga minggu.

Unit Beiben V3 6×4 yang digunakan memiliki baterai 423 kilowatt-jam (kWh). Pengujian mencakup performa kendaraan, konsumsi energi, efisiensi biaya, keandalan teknis, dan pengisian daya.

Namun, sumber yang ditelusuri belum memuat hasil akhir komparasi biaya secara terperinci antara truk listrik dan truk diesel pada rute tersebut.

Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, dalam keterangannya kepada KabarBursa pada Jumat (19/6/2026), menilai adopsi massal truk listrik berat di Indonesia belum realistis dalam lima tahun ke depan.

“Harga kendaraan, bobot baterai yang berpotensi mengurangi kapasitas muatan, keterbatasan pengisian berdaya tinggi, serta daya saing solar dan biosolar masih menjadi hambatan,” ulasnya.

Bagi operator logistik, keputusan beralih ke truk listrik harus didasarkan pada biaya per ton-kilometer, kapasitas muatan efektif, utilisasi armada, konsumsi energi, dan waktu pengisian.

Perhitungan juga perlu memasukkan biaya pembiayaan, pemeliharaan, serta potensi kehilangan produktivitas selama pengisian daya.

Elektrifikasi truk menawarkan peluang pengurangan emisi dan biaya operasional.

“Namun, tanpa data operasi lokal yang terukur, pembiayaan yang sesuai, dan infrastruktur pengisian yang memadai, manfaat lingkungan belum cukup untuk menjamin daya saing bisnis,” kata dia.

Penentu keberhasilannya adalah kemampuan penghematan selama masa operasi mengimbangi investasi awal tanpa mengurangi produktivitas pengangkutan barang. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Grab Hormati Terbitnya Perpres No 27 Tahun 2026 dan Segera Pelajari Isinya

10 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Ramaikan MotoGP Mandalika 2026, BNI Hadirkan Promo dan Kemudahan Bertransaksi

9 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur

9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

ASDP Sabet Indonesia Logistics Awards 2026

9 Oktober 2026 - 14:34 WIB

Sasar 1.115 Penerima Manfaat, ASDP Luncurkan Program Pencegahan Stunting di 10 Wilayah

9 Oktober 2026 - 09:58 WIB

DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

9 Oktober 2026 - 05:16 WIB

Kemendiktisaintek Apresiasi AirNav Libatkan Perguruan Tinggi

8 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan

8 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Trending di BANDARA