Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎ KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

ANJUNGAN

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

badge-check


 Truk di Pelabuhan Penyeberangan Perbesar

Truk di Pelabuhan Penyeberangan

Wartatrans.com, BANYUWANGI – Wow, sepanjang 27–29 September 2026 atau tiga hari,  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat sebanyak 6.082 unit truk telah menyeberang melalui lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Tren harian meningkat dari 1.699 unit pada Minggu (27/9), menjadi 2.160 unit pada Senin (28/9), dan 2.223 unit pada Selasa (29/9/2026).

“Kami terus mengoptimalkan layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk seiring meningkatnya pergerakan truk logistik dalam beberapa hari terakhir,” ungkap Direktur Utama ASDP Heru Widodo, Rabu (30/9/2026).

Dia mengatakan, pengaturan operasional terus dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi kapal, dermaga, perairan, serta pergerakan kendaraan di kedua sisi pelabuhan.

“Fokus kami saat ini adalah mempercepat penyerapan kendaraan dan mengurai antrean secara bertahap. Kapal dan dermaga yang tersedia terus dioptimalkan, termasuk mempercepat proses sandar dan bongkar muat ketika kondisi memungkinkan. Seluruh upaya dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran,” urainya.

Dalam periode 27–29 September, ASDP melayani total 18.067 kendaraan dan 61.330 penumpang di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Dari keseluruhan kendaraan yang dilayani tersebut, 6.082 unit merupakan truk, menunjukkan tingginya aktivitas angkutan barang yang memanfaatkan lintasan strategis penghubung Jawa dan Bali.

“Pada Rabu pagi, proses pelayanan turut dipengaruhi kondisi air laut surut di Pelabuhan Gilimanuk,” kata dia.

Berdasarkan pemantauan sekitar pukul 05.00 WITA, sejumlah kapal mengalami kendala saat melakukan proses sandar di dermaga plengsengan sehingga proses bongkar muat sempat tertunda.

Kondisi pasang surut menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pengaturan pola operasi kapal.

ASDP terus berkoordinasi dengan regulator, operator kapal, Kepolisian, serta pemangku kepentingan terkait untuk menyesuaikan operasional dengan kondisi aktual di lapangan dan menjaga kelancaran pergerakan kapal maupun kendaraan.

“Kondisi di lintasan terus kami pantau dari waktu ke waktu. Ketika kondisi perairan mendukung, operasional akan dimaksimalkan agar kapal dapat melakukan bongkar muat secara optimal sehingga kendaraan dari area pelabuhan maupun jalur menuju Ketapang dapat terserap lebih cepat,” kata Heru.

Cuaca Relatif Kondusif

Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, kondisi cuaca Pelabuhan Ketapang pada periode 30 September hingga 2 Oktober 2026 secara umum diprakirakan berawan hingga cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,1–0,5 meter.

Pada Rabu (30/9), kecepatan angin diprakirakan sekitar 4–8 knot. Sementara pada Kamis (1/10), cuaca diprakirakan berawan tebal dengan kecepatan angin 4–9 knot dan kecepatan arus sekitar 0,88–4,41 knot.

Pada Jumat (2/10), cuaca diprakirakan berawan tebal dengan kecepatan angin 4–6 knot dan kecepatan arus sekitar 0,71–4,74 knot.

ASDP terus mencermati perkembangan cuaca, pasang surut, dan kondisi perairan sebagai bagian dari pengaturan operasional untuk memastikan layanan tetap berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan.

Heru menegaskan, kelancaran lintasan Ketapang–Gilimanuk memiliki peran penting dalam menopang mobilitas masyarakat sekaligus distribusi barang antara Jawa dan Bali.

Karena itu, penanganan antrean terus dilakukan melalui koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses penguraian antrean. Kami memahami pentingnya lintasan Ketapang–Gilimanuk bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik Jawa–Bali. Bersama seluruh stakeholder, kami terus mengoptimalkan kapasitas layanan agar antrean dapat segera terurai dan kelancaran penyeberangan tetap terjaga,” tutup Heru.

ASDP mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti arahan petugas dan pengaturan lalu lintas yang diberlakukan di lapangan.

Pengguna jasa juga diminta memastikan telah memiliki tiket sebelum menuju pelabuhan serta memperhatikan informasi terkini mengenai kondisi layanan melalui kanal resmi ASDP. (omy)

Baca Lainnya

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas di Kepulauan Nias Selatan dengan Operasikan KMP Hafamati HF

27 September 2026 - 21:41 WIB

Dukung Ekosistem Logistik Nasional, IPC TPK Tunjukkan Kesiapan Teknologi Operasional kepada Mahasiswa India

27 September 2026 - 21:14 WIB

IPCC Raih Penghargaan Best Infrastructures Sector pada EMCEA 2026

25 September 2026 - 21:20 WIB

Trending di ANJUNGAN