Wartatrans.com, JAKARTA — Motivator, pengusaha, sekaligus penulis Merry Riana resmi bergabung dengan Partai Demokrat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Bergabungnya Merry ditandai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (9/2/2026).
Tak hanya Merry Riana, lebih dari 48 orang dari komunitas keturunan Tionghoa juga menerima KTA dan menyatakan diri bergabung serta siap menjadi kader Partai Demokrat, partai yang didirikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) Partai Demokrat, Ossy Dermawan, menyebut bergabungnya ratusan kader baru dari komunitas Tionghoa sebagai berkah tersendiri bagi Demokrat di momen Imlek 2026.
“Bergabungnya ratusan kader baru dari komunitas Tionghoa merupakan berkah dan kami maknai sebagai peneguhan jati diri Partai Demokrat sebagai partai kebangsaan yang menghargai perbedaan dan merawat persatuan,” ujar Ossy.
Saat ini, Merry Riana juga diketahui menjabat sebagai Staf Khusus di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Kewilayahan yang dipimpin oleh AHY.

Merry mengaku merasa terhormat dapat bergabung dan berkumpul bersama kader Partai Demokrat, baik di tingkat elite maupun akar rumput. Menurutnya, ia menemukan suasana kebersamaan tanpa sekat etnis maupun golongan.
Perempuan energik ini menyebut dirinya bersama puluhan rekan dari komunitas Tionghoa kini melangkah ke “keluarga baru, rumah baru, dan kapal baru untuk berlayar bersama”, yakni Partai Demokrat.
Ia menegaskan keputusannya untuk terjun ke dunia politik bukanlah keputusan instan. Sejak 2012, Merry telah mengenal AHY, dan dalam satu tahun terakhir banyak belajar tentang politik dan kepemimpinan. Dari proses itu, ia menyadari bahwa perubahan membutuhkan lebih dari sekadar niat baik, tetapi juga sistem, kebijakan, serta keberanian mengambil keputusan.
Merry juga menilai Partai Demokrat memberikan ruang dan waktu, menghargai proses, serta tidak melakukan paksaan, tekanan, maupun pendekatan transaksional.

Identitasnya sebagai “triple minority” pun, menurut Merry, tidak menjadi penghalang. Justru hal itu menjadi kekuatan karena Demokrat tidak hanya berbicara soal inklusivitas, tetapi mempraktikkannya secara nyata.
Tentang KTA yang diterimanya, Merry memaknai kartu tersebut bukan sekadar tanda keanggotaan, melainkan sebagai “Komitmen Tiada Akhir”. Komitmen untuk berniat baik, mengikuti pemimpin yang baik, dan melakukan pekerjaan-pekerjaan baik demi tujuan besar, yakni Indonesia yang lebih baik.
Di akhir pernyataannya, Merry Riana memohon doa dan dukungan agar langkah kecil yang diambilnya dapat menjadi bagian dari rencana Tuhan yang lebih besar serta membawa manfaat bagi banyak orang.***
(Slamet Widodo)




















