Menu

Mode Gelap
Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

PERISTIWA

Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang

badge-check


 Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA — Sebuah kisah menarik tentang maestro pelukis Indonesia, Affandi, terungkap dari cerita lisan Jhon, sopir pribadi Affandi, yang disampaikan sebelum ia meninggal dunia. Kisah itu diceritakan Jhon di rumahnya di Yogyakarta, mengalir sebagai kenangan tentang perjalanan seni dan persahabatan lintas zaman.

Jhon menuturkan sejumlah pengalaman ketika Affandi melakukan lawatan melukis ke berbagai negara di Eropa. Salah satu kisah yang paling membekas terjadi di Amsterdam, Belanda. Di kota itu, Affandi bertemu kembali dengan sahabat lamanya, penyair besar Indonesia, Sitor Situmorang.

Pertemuan dua tokoh seni tersebut berlangsung di sebuah restoran yang cukup mewah. Setelah lama terpisah oleh jarak dan waktu, keduanya seakan membayar kerinduan yang tertahan bertahun-tahun. Percakapan mereka pun mengalir hangat, sarat kenangan dan refleksi perjalanan hidup.

Dalam pertemuan itu, Sitor Situmorang melontarkan sebuah pertanyaan yang terdengar sederhana, namun menyimpan makna mendalam.

“Kapan bung selesaikan lukisan wajahku?”

Pertanyaan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan penagihan “utang” seni—lukisan potret wajah Sitor yang sejak lama dijanjikan Affandi, namun tak pernah terwujud. Berbagai prahara politik, situasi zaman, dan dinamika kehidupan telah menghalangi proses penciptaannya.

Kisah ini menjadi potongan penting dari mosaik sejarah seni dan sastra Indonesia, memperlihatkan relasi personal para tokoh besar yang kerap luput dari catatan resmi. Melalui cerita Jhon, sosok Affandi tidak hanya tampil sebagai maestro lukis, tetapi juga sebagai manusia dengan persahabatan, janji, dan pergulatan zamannya.

Sepenggal cerita ini kini menjadi pemantik imajinasi dan wacana kebudayaan. Kelanjutannya, sebagaimana harapan sang pencerita, mungkin suatu hari akan diwujudkan dalam bentuk film cerita tentang Affandi dan lingkaran tokoh-tokoh sezamannya—sebuah penghormatan visual bagi sejarah seni Indonesia.*** (Daniel RH)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Budaya Aceh Dilecehkan di Jamnas Pramuka 2026: Lampu Panggung Dimatikan Saat Penampilan

16 Agustus 2026 - 13:00 WIB

BNPB: 47 Warga Meninggal akibat Gempa M 7 di NTT, Ratusan Rumah Rusak

16 Agustus 2026 - 01:37 WIB

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

15 Agustus 2026 - 22:04 WIB

Gempa M6,4 Simalungun Terasa hingga Aceh Tengah, Warga Berhamburan Keluar Rumah

15 Agustus 2026 - 19:41 WIB

Trending di RAGAM