Menu

Mode Gelap
Daimler Truck Operasikan Pusat Suku Cadang Global di Jerman, Pasokan Mercedes-Benz Indonesia Dipastikan Makin Cepat Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

PERISTIWA

Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang

badge-check


 Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA — Sebuah kisah menarik tentang maestro pelukis Indonesia, Affandi, terungkap dari cerita lisan Jhon, sopir pribadi Affandi, yang disampaikan sebelum ia meninggal dunia. Kisah itu diceritakan Jhon di rumahnya di Yogyakarta, mengalir sebagai kenangan tentang perjalanan seni dan persahabatan lintas zaman.

Jhon menuturkan sejumlah pengalaman ketika Affandi melakukan lawatan melukis ke berbagai negara di Eropa. Salah satu kisah yang paling membekas terjadi di Amsterdam, Belanda. Di kota itu, Affandi bertemu kembali dengan sahabat lamanya, penyair besar Indonesia, Sitor Situmorang.

Pertemuan dua tokoh seni tersebut berlangsung di sebuah restoran yang cukup mewah. Setelah lama terpisah oleh jarak dan waktu, keduanya seakan membayar kerinduan yang tertahan bertahun-tahun. Percakapan mereka pun mengalir hangat, sarat kenangan dan refleksi perjalanan hidup.

Dalam pertemuan itu, Sitor Situmorang melontarkan sebuah pertanyaan yang terdengar sederhana, namun menyimpan makna mendalam.

“Kapan bung selesaikan lukisan wajahku?”

Pertanyaan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan penagihan “utang” seni—lukisan potret wajah Sitor yang sejak lama dijanjikan Affandi, namun tak pernah terwujud. Berbagai prahara politik, situasi zaman, dan dinamika kehidupan telah menghalangi proses penciptaannya.

Kisah ini menjadi potongan penting dari mosaik sejarah seni dan sastra Indonesia, memperlihatkan relasi personal para tokoh besar yang kerap luput dari catatan resmi. Melalui cerita Jhon, sosok Affandi tidak hanya tampil sebagai maestro lukis, tetapi juga sebagai manusia dengan persahabatan, janji, dan pergulatan zamannya.

Sepenggal cerita ini kini menjadi pemantik imajinasi dan wacana kebudayaan. Kelanjutannya, sebagaimana harapan sang pencerita, mungkin suatu hari akan diwujudkan dalam bentuk film cerita tentang Affandi dan lingkaran tokoh-tokoh sezamannya—sebuah penghormatan visual bagi sejarah seni Indonesia.*** (Daniel RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Indra Adhari Kupas One Month One Song dan Viral Lagunya di TikTok Malaysia di Staradio Tangerang

1 Juli 2026 - 18:04 WIB

Paradoks Lansia Indonesia: Menua dalam Jeratan Sektor Informal

1 Juli 2026 - 17:50 WIB

Terminal Teluk Lamong Raih Digital PR Award 2026 Berkat Strategi Komunikasi Digital yang Inovatif

1 Juli 2026 - 17:36 WIB

Catatan Halimah Munawir: Kebahagiaan Seorang Ibu adalah Hadir di Setiap Langkah Anak

1 Juli 2026 - 14:25 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok dan Pemkot Jakarta Utara Tanam 665 Pohon

1 Juli 2026 - 13:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Saatnya Pengusaha Indonesia Berhenti Bergantung pada Proyek Pemerintah

1 Juli 2026 - 12:45 WIB

Kota Subulussalam Dilanda Defisit Anggaran, Kinerja Pemko dan DPRK Dipertanyakan

1 Juli 2026 - 12:14 WIB

Rentenir Berkedok Koperasi Disebut Kembali Marak di Kota Langsa, Warga Minta Penindakan

1 Juli 2026 - 12:02 WIB

Miris, Dua Perangkat Desa Sungai Pauh Firdaus Tanpa Alasan Jelas dan Tanpa SP 1 & 2 Diberhentikan

1 Juli 2026 - 11:15 WIB

Pelepasan Peserta PPN XIV di Bandara SIM, Panitia Pastikan Misi Sastra dan Budaya Aceh Terus Berlanjut

1 Juli 2026 - 09:22 WIB

Trending di SENI BUDAYA