Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎ KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

PERISTIWA

Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang

badge-check


 Kisah di Balik Lawatan Eropa Affandi: Cerita Jhon, Sang Saksi Sunyi Tentang Lukisan Sitor Situmorang Perbesar

Wartatrans.com, YOGYAKARTA — Sebuah kisah menarik tentang maestro pelukis Indonesia, Affandi, terungkap dari cerita lisan Jhon, sopir pribadi Affandi, yang disampaikan sebelum ia meninggal dunia. Kisah itu diceritakan Jhon di rumahnya di Yogyakarta, mengalir sebagai kenangan tentang perjalanan seni dan persahabatan lintas zaman.

Jhon menuturkan sejumlah pengalaman ketika Affandi melakukan lawatan melukis ke berbagai negara di Eropa. Salah satu kisah yang paling membekas terjadi di Amsterdam, Belanda. Di kota itu, Affandi bertemu kembali dengan sahabat lamanya, penyair besar Indonesia, Sitor Situmorang.

Pertemuan dua tokoh seni tersebut berlangsung di sebuah restoran yang cukup mewah. Setelah lama terpisah oleh jarak dan waktu, keduanya seakan membayar kerinduan yang tertahan bertahun-tahun. Percakapan mereka pun mengalir hangat, sarat kenangan dan refleksi perjalanan hidup.

Dalam pertemuan itu, Sitor Situmorang melontarkan sebuah pertanyaan yang terdengar sederhana, namun menyimpan makna mendalam.

“Kapan bung selesaikan lukisan wajahku?”

Pertanyaan tersebut bukan sekadar basa-basi, melainkan penagihan “utang” seni—lukisan potret wajah Sitor yang sejak lama dijanjikan Affandi, namun tak pernah terwujud. Berbagai prahara politik, situasi zaman, dan dinamika kehidupan telah menghalangi proses penciptaannya.

Kisah ini menjadi potongan penting dari mosaik sejarah seni dan sastra Indonesia, memperlihatkan relasi personal para tokoh besar yang kerap luput dari catatan resmi. Melalui cerita Jhon, sosok Affandi tidak hanya tampil sebagai maestro lukis, tetapi juga sebagai manusia dengan persahabatan, janji, dan pergulatan zamannya.

Sepenggal cerita ini kini menjadi pemantik imajinasi dan wacana kebudayaan. Kelanjutannya, sebagaimana harapan sang pencerita, mungkin suatu hari akan diwujudkan dalam bentuk film cerita tentang Affandi dan lingkaran tokoh-tokoh sezamannya—sebuah penghormatan visual bagi sejarah seni Indonesia.*** (Daniel RH)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

1 Oktober 2026 - 03:44 WIB

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Trending di ANJUNGAN