Menu

Mode Gelap
Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

EKOBIS

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

badge-check


 Dirut AirNav Indonesia bersama Bupati Boyolali dan lainnya di Desa Kembang Kuning Perbesar

Dirut AirNav Indonesia bersama Bupati Boyolali dan lainnya di Desa Kembang Kuning

Wartatrans.com, BOYOLALI – Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) bersama PT Taspen (Persero) dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), mengerahkan puluhan relawan untuk melakukan pengabdian di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali.

Ini merupakan bagian dari Program Program Relawan Bakti BUMN (RBB) tahun 2026 yang dihelat hingga 19 Agustus 2026.

Dalam pembukaan Program RBB, Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno menyampaikan, keberadaan para Relawan Bakti BUMN tersebut adalah untuk hadir dan berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.

“Melalui rangkaian kegiatan sosial, edukasi, kesehatan, penguatan generasi muda, serta pengembangan potensi desa,” tutur Avirianto di sela membuka RBB di Boyolali, Ahad (16/8/2026).

RBB merupakan wadah pengabdian insan BUMN yang menjadi bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

”Pelaksanaan RBB di Desa Kembang Kuning, Boyolali, ini, merupakan bagian dari pelaksanaan RBB 2026 yang berlangsung di 11 lokasi di Indonesia dengan tema Sebelas Lokasi, Satu Panggilan untuk Negeri. Program RBB menjadi salah satu bentuk kontribusi BUMN untuk menghadirkan manfaat secara lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus mengaktualisasikan nilai AKHLAK melalui pengabdian nyata,” jabarnya.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut, Bupati Boyolali Agus Irawan, Koordinator TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin, Direktur Keuangan AirNav Indonesia Oscar Syahbana, Direktur PT Taspen dan Jasindo, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Boyolali.

Bupati Agus mengapresiasi yang mendalam atas penyelenggaraan Program RBB di wilayahnya tersebut.

“Program RBB merupakan wujud kolaborasi antara pemerintah dan BUMN dalam menghadirkan manfaat pembangunan secara langsung bagi masyarakat,” katanya.

Dirinya menilai, kehadiran para relawan tidak hanya diharapkan memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan, tetapi juga membantu membuka peluang ekonomi, mengembangkan potensi lokal, serta memperkuat pendidikan dan lingkungan.

Bupati Agus berharap pelaksanaan RBB tidak berhenti pada selesainya program, melainkan menjadi awal dari kerja sama dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

”Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan program saja, tetapi menjadi awal dari kerja sama dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Karena pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, serta seluruh masyarakat,” urainya.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator TJSL Badan Pengaturan BUMN Fahrudin mengatakan, Program RBB di Boyolali merupakan sebuah amanah yang diberikan oleh Pemerintah kepada BUMN untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kendati dalam waktu yang relatif singkat, program ini menjadi pembuktian bahwa BUMN tidak hanya fokus pada kegiatan bisnis utamanya,” ucapnya.

Program RBB ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial BUMN terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami berharap, apa yang dilakukan AirNav, Taspen maupun Jasindo, serta para relawan ini dapat dijaga dan dikembangkan oleh seluruh masyarakat desa, agar kebermanfaatannya bisa berjangka panjang dan lebih luas lagi,” ujarnya.

Para relawan akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat Desa Kembang Kuning.

Di bidang kesehatan, kegiatan diisi dengan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.

Sementara bagi anak-anak dan generasi muda, RBB menghadirkan edukasi perlindungan anak serta kegiatan sains dan teknologi melalui STEM Kit bagi anak-anak sekolah.

Para relawan juga akan berinteraksi dengan pemuda desa melalui sesi berbagi bersama Karang Taruna, membuka ruang pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang dapat memberikan perspektif baru bagi generasi muda Desa Kembang Kuning.

Melalui interaksi tersebut, relawan tidak hanya berbagi pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga belajar memahami kehidupan, kebutuhan, serta potensi masyarakat Desa Kembang Kuning.

“Dengan demikian, pengabdian dibangun melalui hubungan dua arah dan semangat bekerja bersama masyarakat,” imbuh Avirianto.

Mendorong Potensi Desa

Selain kegiatan sosial dan edukasi, kontribusi RBB di Desa Kembang Kuning juga diarahkan pada pengembangan potensi lokal.

Desa Kembang Kuning memiliki potensi alam, pertanian, budaya, dan pariwisata. Salah satunya adalah kawasan wisata Durensari yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat melalui perdagangan, kuliner, pertanian, dan usaha mikro.

Melalui kolaborasi AirNav, TASPEN, dan Jasindo, dukungan juga diberikan untuk revitalisasi Sitinggil Park, sebagai bagian dari kawasan wisata Durensari.

Penataan kawasan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung, menghidupkan kembali aktivitas wisata, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi lokal.

Pengembangan kawasan tersebut juga mencakup dukungan terhadap agrowisata dan pertanian, antara lain melalui greenhouse hortikultura serta curing tunnel untuk pengeringan tembakau. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat potensi pertanian sekaligus membuka peluang edukasi dan aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.

Avirianto menambahkan, bagi AirNav, Taspen, maupun Jasindo, rangkaian RBB bukan merupakan tujuan akhir.

Program ini diharapkan menjadi awal dari hubungan yang lebih panjang antara insan BUMN dan masyarakat. Komunikasi dengan Pemerintah Desa dan Pemerintah Kabupaten Boyolali akan terus dijaga untuk melihat tindak lanjut setelah rangkaian RBB selesai, termasuk peluang pengembangan program TJSL berdasarkan hasil evaluasi bersama.

“Ukuran keberhasilan kami sederhana: apakah manfaatnya masih terasa ketika kegiatan ini sudah selesai. Semoga sinergi BUMN dan masyarakat membuat Boyolali dan Desa Kembang Kuning semakin maju, sejahtera, dan mandiri,” pungkas Avirianto. (omy)

Baca Lainnya

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Toko Mandiri Indogrosir Bidik UMKM Lokal

15 Agustus 2026 - 07:55 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

DAMRI Berbagi Pengalaman Pengelolaan Bus Listrik, Dorong Transportasi Hijau di Indonesia

14 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Pelindo Perkuat Ekosistem Vendor Regional 4, Gelar Sosialisasi Kebijakan Pengadaan Tahun 2026

14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

LOPI Gandeng CRRC China, Target Angkutan Barang Kereta Indonesia

14 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Molinas Ramaikan Pilihan bagi Pengguna Motor Listrik

14 Agustus 2026 - 04:44 WIB

Trending di EKOBIS