Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

SUMBER DAYA

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

badge-check


 Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026 Perbesar

Wartatrans.com,  JAKARTA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) meraih penghargaan bergengsi pada ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Awards 2026 melalui Program Pemberdayaan Nelayan “Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka”. Program ini menjadi bagian dari upaya TTL dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Ajang yang digelar oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal bekerja sama dengan Indonesian Social Sustainability Forum (ISSF) ini memberikan apresiasi terhadap berbagai inisiatif perusahaan dalam mendorong pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Dr. Tb. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., dalam rangkaian acara CSR & PDB Awards 2026 yang berlangsung di Gedung Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Jakarta. Penghargaan diterima secara langsung oleh Dahlia Permata Sari, Manager Komunikasi Korporasi PT Terminal Teluk Lamong, yang mewakili perusahaan.

Pengembangan Kelompok Budidaya Kepiting Soka dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Tahap I periode 2024–2025 dan Tahap II periode 2025–2026. Program menyasar kelompok nelayan di wilayah Ring 1 TTL, meliputi Kelurahan Romokalisari dan Tambak Osowilangun, Kota Surabaya, serta Kelurahan Tenggulunan, Kabupaten Gresik.

Program dikembangkan berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam menyediakan alternatif mata pencaharian, meningkatkan pendapatan rumah tangga nelayan, memanfaatkan potensi sumber daya pesisir, serta memperkuat keterampilan dan kapasitas kelompok.

Budidaya kepiting soka kemudian dikembangkan melalui sistem apartemen kepiting sebagai salah satu pendekatan budidaya yang sesuai dengan kondisi masyarakat pesisir.

Dalam pelaksanaannya, TTL memberikan dukungan sarana budidaya sekaligus pendampingan dan monitoring secara berkala. Proses tersebut melibatkan kelompok pembudidaya, masyarakat, pendamping program, pemerintah kelurahan, dan perusahaan untuk memantau perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta menyusun tindak lanjut.

Dampak program juga telah diukur secara independen. Pada Tahap I, evaluasi Social Return on Investment (SROI) oleh pihak ketiga mencatat total dampak sosial sebesar Rp939,075 juta dengan nilai SROI 4,92. Artinya, setiap Rp1 investasi menghasilkan nilai sosial sebesar Rp4,92.

Pengukuran tersebut mencakup dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari program. Selain itu, hasil pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 3,73 atau 93,24 dengan mutu kinerja A (Sangat Baik). Pengukuran dilakukan terhadap tiga tahapan program, yaitu perencanaan, implementasi, serta hasil dan capaian.

Memasuki Tahap II, evaluasi program menunjukkan pendampingan teknis yang konsisten, peningkatan kemandirian kelompok dalam menjalankan operasional budidaya, serta pengelolaan kualitas air dan sarana budidaya yang semakin baik.

Corporate Communication Manager PT Terminal Teluk Lamong, Dahlia Permata Sari, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat perlu diarahkan tidak hanya pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga pada terbentuknya kemampuan masyarakat untuk melanjutkan manfaat program secara mandiri.

“Bagi kami, keberhasilan program pemberdayaan bukan hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari sejauh mana masyarakat mampu mengambil peran dan melanjutkan manfaat program secara mandiri. Karena itu, kami mendorong penguatan kapasitas kelompok, tata kelola usaha, dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap.” ujar Dahlia.

Sejalan dengan upaya tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Tb. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc., turut menyampaikan apresiasi terhadap berbagai inovasi dan program pemberdayaan yang dikembangkan oleh dunia usaha dalam mendukung pengembangan sektor perikanan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan yang terus menghadirkan inovasi dan program nyata bagi masyarakat. Kolaborasi seperti ini penting untuk mendorong pengembangan usaha perikanan budi daya, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.”

Pernyataan tersebut sejalan dengan perhatian KKP terhadap pengembangan inovasi dalam perikanan budi daya. Dalam sejumlah kesempatan, KKP menekankan bahwa inovasi dan pemanfaatan teknologi dapat mendukung produktivitas sekaligus keberlanjutan usaha budi daya.

Bagi TTL, penghargaan ini menjadi apresiasi atas proses pemberdayaan yang dibangun bersama masyarakat sekaligus menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan TJSL.

Ke depan, TTL berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan TJSL yang berbasis pada kebutuhan masyarakat, memiliki dampak yang terukur, dan mendorong kemandirian penerima manfaat. Melalui pengembangan potensi lokal, peningkatan kapasitas, serta kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya, TTL akan terus mendorong terciptanya manfaat jangka panjang yang tidak hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi dapat terus tumbuh dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat di sekitar wilayah operasional.(ahmad)

Baca Lainnya

Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase

30 September 2026 - 02:39 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Catatan Halimah Munawir: Ketika Teknologi Mendekatkan Dunia, Menjauhkan Manusia

29 September 2026 - 20:22 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Wapres Gibran Tinjau Korban Keracunan di Batang, MP3 MBG Menilainya Sebagai Perhatian Semu

29 September 2026 - 19:33 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Anggota DPRD Jabar Soroti Persoalan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Pemda di Tamansari Bogor

29 September 2026 - 10:53 WIB

Trending di NASIONAL