Menu ✖

Mode Gelap
Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor Bangun Sinergi dan Gagasan Strategis Pembangunan Korlantas Luncurkan STNK Digital Transportasi Umum Diusulkan Jadi Syarat Pembangunan Perumahan Surat Tak Digubris Gubernur, Seniman Jakarta Gelar Aksi Damai “Baca Puisi di Balai Kota” BNI Sahabat Sekolah Rakyat, Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulsel Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor Pertegas Peran Strategis sebagai Ruang Intelektual Partai

BANDARA

Dampak Erupsi Gunung Dukono, Bandara Morotai Ditutup Mulai Hari Ini

badge-check


 Terminal penumpang Bandara Morotai Perbesar

Terminal penumpang Bandara Morotai

Wartatrans.com, TANGERANG – Aktivitas abu vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dan Gunung Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, berdampak terhadap operasional penerbangan di wilayah masing-masing.

Terkait hal ini, AirNav Indonesia memperbarui informasi operasional penerbangan melalui NOTAM terkait penutupan Bandara Pitu, Morotai (WAEW) dan Bandara Wunopito, Lewoleba (WATW).

Untuk Bandara Pitu, Morotai (WAEW), AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM C1257/26 NOTAMN sebagai informasi baru untuk penutupan bandara akibat abu vulkanik Gunung Dukono.

EVP of Corporate Secretary Hermana Soegijantoro menyampaikan, penutupan berlaku mulai 26 September 2026 pukul 11.23 WIT hingga diperkirakan 27 September 2026 pukul 09.30 WIT.

NOTAM tersebut mencatat Bandara Pitu, Morotai (WAEW) sebagai aerodrome terdampak akibat aktivitas abu vulkanik Gunung Dukono.

“Kondisi tersebut menjadi dasar pemberlakuan penutupan operasional penerbangan sipil selama periode yang tercantum dalam NOTAM,” ucapnya.

Sementara itu, di Nusa Tenggara Timur, AirNav Indonesia penutupan Bandara Wunopito, Lewoleba (WATW), melalui pembaruan NOTAM C1255/26 NOTAMR C1246/26.

NOTAM pengganti tersebut berlaku mulai 26 September 2026 pukul 06.43 WITA hingga diperkirakan 27 September 2026 pukul 07.00 WITA, dengan penutupan bandara akibat abu vulkanik Gunung Lewotolok.

Berbeda dengan NOTAM untuk Bandara Pitu, Morotai yang merupakan NOTAMN, informasi untuk Bandara Wunopito merupakan NOTAMR yang menggantikan NOTAM sebelumnya.

Pembaruan tersebut dilakukan untuk menyampaikan kondisi operasional terkini terkait dampak abu vulkanik Gunung Lewotolok terhadap penerbangan di wilayah Lembata.

“Dengan adanya kedua NOTAM tersebut, operasional penerbangan sipil di Bandara Pitu, Morotai, dan Bandara Wunopito, Lewoleba, terdampak oleh aktivitas abu vulkanik dari Gunung Dukono dan Gunung Lewotolok,” kata Hermana.

Informasi penutupan tersebut berlaku sesuai periode yang tercantum dalam masing-masing NOTAM dan dapat diperbarui mengikuti perkembangan kondisi penerbangan.

AirNav terus memantau perkembangan kondisi penerbangan di wilayah terdampak dan memperbarui informasi operasional berdasarkan kondisi serta informasi penerbangan yang berlaku.

“Pengguna jasa penerbangan diimbau memperhatikan informasi penerbangan terbaru sebelum melakukan perjalanan,” tutupnya. (omy)

 

Baca Lainnya

Top! Layanan Contact Center InJourney Airports Bertahan Tetap jadi Terbaik di Indonesia

26 September 2026 - 15:28 WIB

Ditjen Hubud Tegaskan Pengawasan 3 Lapis dan Kesiapsiagaan Bencana

26 September 2026 - 15:04 WIB

Bukaka Pasok 56 Garbarata Generasi Baru untuk Terminal 3 Changi

25 September 2026 - 21:31 WIB

Indonesia AirAsia Sabet Penghargaan Best Low-Cost Airline di Indonesia dari Skytrax

24 September 2026 - 17:00 WIB

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Latihan Penanganan Keadaan Darurat

24 September 2026 - 15:49 WIB

GMFI dan FTAI Perkuat Kolaborasi Bisnis Perawatan Mesin Pesawat

24 September 2026 - 14:56 WIB

Kemenhub Terus Pantau Dampak Karhutla pada Penerbangan di Kalimantan

23 September 2026 - 03:52 WIB

6 Pesawat N219 PTDI Siap Perkuat Armada di TNI-AD

22 September 2026 - 15:37 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Kemenhub Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Kondisi Darurat di Bandara APT Pranoto

19 September 2026 - 13:44 WIB

Trending di BANDARA