Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎ KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

SENI BUDAYA

Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO

badge-check


 Dr. Mohammad Amin, M. Sn,MA Jangan Malu Disebut Kampungan, Dangdut Justru Siap Menembus UNESCO Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Jangan malu disebut kampungan! Justru dari kampunglah musik dangdut tumbuh, bertahan, berevolusi hingga kini diperjuangkan menuju pengakuan UNESCO.

Hal itu disampaikan Dr. Mohammad Amin, M., Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, dalam diskusi tentang perjalanan dangdut menuju UNESCO.

Amin mengungkapkan, sejak 2021 dirinya mendapat tugas dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat itu, Sandiaga Uno, untuk membantu PAMDI bersama Rhoma Irama mengawal dangdut menuju UNESCO.

Menariknya, Amin justru memandang stigma “kampungan” terhadap dangdut sebagai sebuah pujian.

“Kampungan itu bukan negatif, tetapi as a compliment, pujian. Karena yang dianggap marginal justru berakar, bertahan, berevolusi, menjadi identitas dan memiliki nilai ekonomi tinggi,” ujar Amin.

Menurutnya, perjalanan dari kampungan ke UNESCO bukan berarti dangdut meninggalkan kampung. Sebaliknya, ruang geraknya semakin luas tanpa kehilangan akar.

“Dari kampungan ke UNESCO bukan berarti berpindah, tetapi ruang lingkupnya membesar, meluas dan menjulang. Dangdut tetap ada di mana-mana, menembus ruang dan waktu,” katanya.

Amin juga menilai pengembangan dangdut tidak perlu sekadar meniru model K-Pop. Indonesia justru membutuhkan inkubasi berbasis komunitas dengan kekuatan local hero dan local champion.

Ia mencontohkan Rhoma Irama dan Soneta. Dari komunitas musik, Soneta berkembang menjadi kekuatan ekonomi, sementara Rhoma menjelma menjadi superstar, legenda sekaligus pemimpin sebuah entitas usaha.

“Inkubasi yang kita butuhkan adalah yang mengubah komunitas hobi menjadi komunitas kreatif dan mengubah local hero menjadi manager atau CEO,” tegasnya.

Bagi Amin, dangdut juga menjadi bukti kreativitas Indonesia. Musik Melayu, India dan rock diolah menjadi sesuatu yang baru melalui kreativitas Rhoma Irama dan Soneta.

“Kita tidak copy cat, tetapi mengolahnya menjadi hal yang baru,” tandasnya.

Dan perjalanan itu belum selesai. Dangdut akan terus berevolusi, melahirkan varian dan istilah baru sesuai perkembangan masyarakat.

“Dangdut itu gejala sosial, bukan ilmu pasti atau matematika. Akan banyak istilah dan definisi yang berbeda dari ahli maupun generasi,” pungkas Amin.*** (Byl)

Baca Lainnya

Mansyur S Minta Wejangan Rhoma Irama: Jangan Takut Dangdut Ditinggal Anak Muda

1 Oktober 2026 - 03:12 WIB

Rhoma Irama Menangis Saat Menonton Film Lawas, dari Pengabdian ke Perjuangan Dangdut Menuju UNESCO

30 September 2026 - 08:17 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Jaja Mihardja Mengidolakan Almarhum Bing Slamet 

29 September 2026 - 03:02 WIB

Grup Musik ‘Dua’ Beranggotanan Naila dan Dhimas Rilis Anthem Gen Z Bertitel ‘Let Go’ Diproduser Ady Ex Naff

28 September 2026 - 19:05 WIB

Trending di SENI BUDAYA