Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

NASIONAL

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

badge-check


 Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi mendorong kegiatan seni, khususnya melukis, menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis anak-anak setelah mengalami bencana alam.

Hal tersebut disampaikan Armia saat menghadiri pameran seni bertajuk “Ekraf Peduli” yang digelar Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) di Sin Space Gallery, kawasan SCBD, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Pameran tersebut merupakan bagian dari program Pemulihan dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera. Sebanyak 20 lukisan karya siswa SD dan SMP dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Pariaman dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Karya-karya itu merupakan hasil pendampingan terhadap 200 anak terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, 20 karya terbaik dipilih untuk dibawa dan dipamerkan di Jakarta, masing-masing 10 karya dari Aceh Tamiang dan 10 karya dari Pariaman.

Armia menilai bencana alam tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan trauma bagi masyarakat, terutama anak-anak. Karena itu, menurutnya, kegiatan seni dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengekspresikan diri sekaligus membantu proses pemulihan mental.

“Bencana alam itu membuat trauma semua orang, dengan adanya kegiatan ini, saya sangat setuju dan apresiasi sekali. Apalagi program ini dari Kementerian Ekonomi Kreatif yang berhasil dibuat,” ujar Armia.

Ia berharap pendekatan serupa dapat diterapkan di daerah lain yang mengalami bencana. Menurut Armia, kegiatan melukis dapat diarahkan sebagai bagian dari program pemulihan anak di lokasi bencana agar mereka memiliki aktivitas positif untuk mengalihkan perhatian dari pengalaman traumatis.

“Sehingga saya ingin menyarankan juga, kalau bisa, di manapun di Indonesia, ada bencana alam, terutama untuk anak anak, kurikulum kegiatan melukis ini diprogramkan di tempat bencana tersebut supaya untuk mengalihkan trauma,” katanya.

Armia mengatakan pemulihan pascabencana perlu memperhatikan kondisi psikologis anak. Tidak cukup hanya membangun kembali fasilitas yang rusak, pemerintah juga perlu memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan agar dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari.

“Ini merupakan suatu wujud kita untuk melihat, aspek mental mereka,” ujarnya.

Menurut Armia, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kondisi mental anak-anak terdampak bencana. Ruang berekspresi melalui seni diharapkan dapat membantu mereka melewati pengalaman traumatis.

“Kita hilangkan traumanya supaya mereka bisa sekolah lagi dengan baik,” kata Armia.

Pameran Ekraf Peduli juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mendorong terapi ekspresi seni seperti melukis menjadi bagian dari standar minimum pemulihan psikologis (psychological recovery) anak di lokasi bencana.

Muhaimin menilai karya anak-anak korban bencana memiliki nilai emosional sekaligus ekonomi kreatif. Bahkan, ia turut membeli empat lukisan dalam proses lelang untuk dipajang di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

“Seni lukis dari anak-anak korban bencana ini memiliki jiwa, cerita, dan semangat yang tidak bisa ditandingi oleh teknologi seperti AI. Selain menjadi pemulihan trauma, pameran di tempat strategis juga memberikan nilai tambah ekonomi kreatif serta apresiasi terhadap potensi seni mereka,” kata Muhaimin.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan menilai kolaborasi tersebut penting untuk memberikan ruang ekspresi dan membangun kembali kepercayaan diri anak-anak pascabencana.

Ia juga mengusulkan agar karya anak-anak terdampak bencana dapat dipamerkan di pusat perbelanjaan atau mal sehingga memperoleh apresiasi masyarakat yang lebih luas.

Pemerintah daerah Aceh Tamiang dan Kota Pariaman menyambut positif program tersebut. Pameran di Jakarta dinilai menjadi bentuk apresiasi terhadap anak-anak sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh aspek psikologis, pendidikan, dan pengembangan kreativitas.

Armia berharap dukungan terhadap kegiatan seni bagi anak-anak terdampak bencana dapat terus dilanjutkan. Menurutnya, pemulihan mental anak merupakan bagian penting agar mereka dapat kembali belajar dan menjalani kehidupan secara normal setelah bencana.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

30 September 2026 - 01:37 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

Anggota DPRD Jabar Soroti Persoalan Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Pemda di Tamansari Bogor

29 September 2026 - 10:53 WIB

HUT ke 81, KAI Daop 4 Semarang Menggelar Acara Baca Puisi Antar Negara

29 September 2026 - 09:44 WIB

Kemenhub Perkuat Keselamatan Transportasi, Anggaran Rp32,93 Triliun, KNKT hingga Investigasi Virgo

29 September 2026 - 03:22 WIB

Trending di NASIONAL