Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

SENI BUDAYA

Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta

badge-check


 Mentor Bang Budi dan Lukisan Karya Anak yang Membawa Cerita Aceh Tamiang ke Jakarta Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Budi Hamdani atau yang akrab disapa Bang Budi bukan sekadar mentor dalam kegiatan melukis bersama anak-anak terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Pemilik studio Balas Budi tersebut mendampingi anak-anak sejak proses awal di daerah asal mereka hingga karya-karya mereka akhirnya dibawa ke Jakarta.

Dalam proses pendampingan itu, Bang Budi tergabung dalam satu tim bersama Mentor Suprianto dan Mentor TM Riski. Ketiganya terlibat dalam proses membimbing anak-anak untuk menuangkan pengalaman, gagasan, harapan, dan cita-cita mereka melalui karya seni.

Perjalanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian program Melukis Bersama Anak-Anak Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Pariaman yang digelar melalui tiga tahapan, yakni bootcamp di Aceh Tamiang, showcase di daerah, hingga puncaknya melalui showcase karya anak di Jakarta.

Sebagai mentor lokal yang berasal dari Aceh Tamiang, Bang Budi membawa pendekatan yang dekat dengan lingkungan dan karakter anak-anak. Latar belakangnya sebagai pelaku seni dan ilustrator karakter “Boegy” membuatnya terbiasa mengeksplorasi ide, bentuk, serta cerita yang bersumber dari lingkungan sekitar.

Baginya, proses mendampingi anak-anak tidak harus dilakukan dengan metode yang rumit. Kreativitas dan keberanian anak untuk menuangkan gagasan justru menjadi modal utama.

“Tidak ada kesulitan, karena memang anak-anak ini kreatif dan memang dasarnya memang bisa menggambar bahkan ide-idenya juga luar biasa dan fresh,” ujar Bang Budi.

Tidak hanya mendampingi proses melukis, Bang Budi juga melakukan eksperimen dengan sesuatu yang sangat dekat dengan pengalaman anak-anak di daerah terdampak bencana, yakni lumpur banjir.

Lumpur tersebut ia coba manfaatkan sebagai bahan pewarna atau cat untuk dituangkan ke atas kanvas. Eksperimen itu menjadi salah satu cara untuk mengolah pengalaman bencana menjadi bagian dari karya seni.

Bagi Bang Budi, seni bukan hanya soal menghasilkan gambar yang indah. Dalam konteks anak-anak terdampak bencana, kegiatan melukis menjadi ruang untuk mengekspresikan pengalaman, perasaan, harapan, dan cita-cita mereka.

Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan utama program Melukis Bersama Anak-Anak, yakni memberikan ruang ekspresi sekaligus mendukung proses pemulihan psikologis atau trauma healing bagi anak-anak yang terdampak bencana.

Program tersebut melibatkan anak-anak dari Kabupaten Aceh Tamiang dan Kota Pariaman bersama asosiasi serta para pelaku seni. Sebanyak 200 anak mendapatkan pendampingan dan pembinaan, sebelum 20 karya terbaik dipilih untuk dibawa ke Jakarta.
Sepuluh karya berasal dari Aceh Tamiang dan 10 lainnya dari Kota Pariaman.

Karya-karya tersebut kemudian ditampilkan dalam Showcase II bertema “Bukit Mimpi” di Kin Gallery, Jakarta, sebagai tahap akhir rangkaian kegiatan sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak-anak terdampak bencana.

Pada Selasa (29/9/2026), Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) juga menghadirkan pameran seni bertajuk “Ekraf Peduli” di Sin Space Gallery, kawasan SCBD, Jakarta. Pameran tersebut menampilkan 20 karya lukisan siswa SD dan SMP dari Aceh Tamiang dan Pariaman.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan 20 karya tersebut merupakan karya terpilih dari 200 anak yang sebelumnya mendapatkan pendampingan.

“Dari 200 anak yang dilatih dan dibina, 20 karya paling terinspiratif kami bawa ke Jakarta—10 dari Pariaman dan 10 dari Aceh Tamiang. Karya mereka dipamerkan di kawasan strategis ini, sekaligus dilakukan proses lelang di mana hasil penjualannya akan dikembalikan sepenuhnya kepada anak-anak,” ujar Teuku Riefky.

Pameran tersebut merupakan bagian dari Program Pemulihan dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bagian dari amanat Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari bidang Ekonomi dan Pangan memiliki mandat dalam mendukung pemulihan dan peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah terdampak.

Di sisi lain, keterlibatan Bang Budi bersama Mentor Suprianto dan Mentor TM Riski menunjukkan bahwa proses pemulihan anak-anak tidak hanya membutuhkan program pemerintah, tetapi juga pendampingan langsung dari para pelaku seni.

Sebagai putra Aceh Tamiang dan pelaku kreatif, Bang Budi memilih terlibat langsung. Ia tidak hanya mengajarkan teknik menggambar, tetapi juga membuka ruang agar anak-anak berani bercerita melalui kanvas.

Karyanya sebagai ilustrator karakter “Boegy” di akun Instagram @Boegy.Boegy yang menggambarkan makhluk pesisir menyerupai makhluk hidup, turut menunjukkan kedekatannya dengan eksplorasi karakter, lingkungan, dan cerita lokal. Melalui studio Balas Budi dan akun @Balas’Budi, ia terus mengembangkan aktivitas kreatif yang berangkat dari lingkungan dan pengalaman sekitarnya.

Kolaborasi seni tersebut mendapat perhatian dari pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mendorong terapi ekspresi seni, termasuk kegiatan melukis, menjadi bagian dari standar minimum pemulihan psikologis bagi anak-anak di wilayah terdampak bencana.

“Seni lukis dari anak-anak korban bencana ini memiliki jiwa, cerita, dan semangat yang tidak bisa ditandingi oleh teknologi seperti AI. Selain menjadi pemulihan trauma, pameran di tempat strategis juga memberikan nilai tambah ekonomi kreatif serta apresiasi terhadap potensi seni mereka,” kata Muhaimin.

Muhaimin bahkan turut membeli empat lukisan dalam proses lelang untuk dipajang di kantor Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan juga menilai kolaborasi lintas sektor tersebut penting untuk memberikan ruang ekspresi sekaligus membangun kembali kepercayaan diri anak-anak setelah mengalami bencana.

Menurutnya, karya anak-anak seharusnya tidak berhenti dipamerkan di galeri. Karya tersebut dapat dibawa ke pusat perbelanjaan atau ruang publik lainnya agar mendapatkan apresiasi masyarakat yang lebih luas.

Bagi Bang Budi, perjalanan dari Aceh Tamiang hingga Jakarta bukan sekadar membawa lukisan. Ada cerita anak-anak yang ikut bergerak bersama setiap karya.

Dari bootcamp, proses melukis, showcase di daerah, hingga tampil di ruang seni Jakarta, anak-anak diberi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pengalaman sebagai korban bencana tidak harus menjadi akhir dari cerita mereka.

Melalui kanvas, mereka justru menemukan ruang untuk bermimpi. Dan Bang Budi, bersama Mentor Suprianto dan Mentor TM Riski, menjadi bagian dari orang-orang yang menemani perjalanan itu dari dekat.(fahmi)

Baca Lainnya

Kejari Langsa Sita Rp250,9 Juta, Pulihkan Kerugian Negara dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Drainase

30 September 2026 - 02:39 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

FIFGROUP Raih Penghargaan sebagai Trusted & Populer Brand 2026

29 September 2026 - 22:43 WIB

Catatan Halimah Munawir: Ketika Teknologi Mendekatkan Dunia, Menjauhkan Manusia

29 September 2026 - 20:22 WIB

Bupati Aceh Tamiang Dorong Terapi Melukis untuk Pulihkan Trauma Anak Korban Bencana

29 September 2026 - 19:34 WIB

Wapres Gibran Tinjau Korban Keracunan di Batang, MP3 MBG Menilainya Sebagai Perhatian Semu

29 September 2026 - 19:33 WIB

Ekraf Peduli Hadirkan Karya Anak Korban Bencana Sumatra, Pemerintah Dorong Pemulihan Lewat Seni

29 September 2026 - 18:39 WIB

Dianna Dee Full Jadwal Show, Sempatkan Cover Lagu di YouTube, 1 Minggu Tembus Setengah Juta Views

29 September 2026 - 17:10 WIB

Trending di SENI BUDAYA