Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

ANJUNGAN

Gempa NTT, Ketahanan Transportasi Antarpulau menjadi Tantangan

badge-check


 Kondisi pelabuhan terdampak Gempa NTT Perbesar

Kondisi pelabuhan terdampak Gempa NTT

Wartatrans.com, JAKARTA – Gempa magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi.

Simpul transportasi turut menjadi sorotan, seperti Pelabuhan, bandara dan jalan terdampak ketika transportasi laut menjadi penopang utama pergerakan penumpang serta distribusi pangan, BBM, obat-obatan dan kebutuhan produksi antarpulau.

NTT memiliki karakter geografis dan konektivitas yang berbeda dari provinsi yang berada dalam satu daratan besar.

Wilayahnya tersebar dalam pulau-pulau dengan medan berbukit dan bergunung, sehingga transportasi laut menjadi bagian utama jaringan logistik yang terhubung dengan jalan dan bandara.

Karena itu, kerusakan satu simpul transportasi dapat menimbulkan dampak berantai.

Ketika pelabuhan utama terganggu akibat gempa, tsunami atau longsor, persoalannya bukan hanya kapal kehilangan tempat sandar, tetapi distribusi pangan, BBM, obat-obatan dan material menuju wilayah yang bergantung pada pelabuhan tersebut ikut terancam.

BMKG mencatat gempa terjadi pukul 04.58 WIB, berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. Peringatan dini tsunami kemudian diakhiri pukul 07.30 WIB setelah pemantauan lanjutan BMKG.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto menyebut, gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores.

“Gempa berkekuatan M7,7 ada potensi gempa maksimal M7,8-7,9,” kata Wijayanto.

Dampak langsung terlihat pada simpul transportasi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, pemeriksaan menyeluruh terhadap pelabuhan, terminal dan bandara terdampak untuk memastikan keamanan sarana dan prasarana.

Pelabuhan Laurentius Say mengalami kerusakan pada dermaga dan ruang tunggu, Pelabuhan Reo pada kantor dan terminal, sedangkan Pelabuhan Nangakeo mengalami kerusakan yang mengganggu layanan perintis.

Bandara Komodo juga mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas, tetapi tetap beroperasi dengan pembatasan. BNPB mencatat lima bandara dan dua pelabuhan terdampak, sementara sejumlah ruas jalan tertutup longsor.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, pemulihan harus mencakup konektivitas.

“Jalur-jalur transportasi, jalur-jalur komunikasi, ini juga yang tahap berikutnya yang akan dipulihkan,” katanya.

Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) ITB bidang Geodesi Gempa Bumi, Prof. Dr. Irwan Meilano mengatakan, gempa M7,7 memiliki kemiripan lokasi dengan gempa Flores 1992.

“Dengan magnitudo 7,7 tentu saja berpotensi untuk mengakibatkan efek kerusakan,” ujarnya.

Rekam Flores 1992 memperlihatkan pemulihan pascabencana tidak sederhana. Proyek rekonstruksi yang didukung Bank Dunia berlangsung dalam kerangka multi-tahun, menunjukkan pemulihan infrastruktur strategis tidak selalu selesai dalam hitungan bulan.

Pengalaman tersebut relevan untuk NTT karena kerusakan satu pelabuhan dapat memutus lebih dari satu fungsi sekaligus. Bagi wilayah kepulauan, ketahanan infrastruktur berarti kemampuan mempertahankan konektivitas ketika satu simpul gagal berfungsi. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

AirNav-Airbus Teken MoU Efisiensi dan Keberlanjutan Ruang Udara Indonesia

30 September 2026 - 07:31 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Menhub Dudy Galang Dukungan Keanggotaan Indonesia di Dewan ICAO

29 September 2026 - 21:23 WIB

Trending di BANDARA