
Wartatrans.com, BOGOR – PT Integrasi Logistik Cipta Solusi (PT ILCS) atau Pelindo Solusi Digital dan PT Surveyor Indonesia (Persero) menandatangani Nota Kesepahaman tentang Rencana Kerja Sama Pengembangan, Integrasi, dan Pemasaran Layanan Digital untuk Ekosistem Maritim. Penandatanganan dilaksanakan di PMLI pada 23 September 2026.
Nota kesepahaman tersebut menjadi landasan bagi kedua perusahaan untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi dalam mendukung kegiatan kepelabuhanan, logistik, perdagangan, dan kegiatan usaha lainnya dalam ekosistem maritim.
Kolaborasi ini menggabungkan kapabilitas Pelindo Solusi Digital dalam pengembangan solusi dan platform digital maritim dengan kompetensi Surveyor Indonesia dalam layanan pengujian, inspeksi, sertifikasi, dan konsultasi. Sinergi tersebut diharapkan dapat menghadirkan layanan yang semakin terhubung, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa.
Direktur Utama Pelindo Solusi Digital, Natal Iman Ginting, menyampaikan bahwa kolaborasi antarpelaku usaha menjadi salah satu kunci dalam membangun ekosistem maritim yang semakin terintegrasi. “Transformasi digital tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang mempertemukan kompetensi, layanan, dan pengalaman dari berbagai pihak. Bersama Surveyor Indonesia, kami ingin membuka peluang pengembangan layanan digital yang memberikan kemudahan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pengguna jasa,” ujar Natal.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penyediaan, pengembangan, integrasi, pemasaran, dan pemanfaatan berbagai layanan yang relevan dengan kebutuhan ekosistem maritim. Kolaborasi tersebut mencakup layanan verifikasi teknis, monitoring dan pemeriksaan kargo, serta pengembangan produk dan layanan bersama. Kedua perusahaan juga akan menjajaki pengembangan solusi yang dapat ditawarkan kepada pengguna jasa secara terintegrasi, termasuk melalui mekanisme pemasaran, pemesanan, dan penggabungan layanan sesuai kebutuhan pelanggan. Pengembangan tersebut berpotensi diterapkan di lingkungan Pelindo Group maupun pada segmen pasar lainnya yang disepakati bersama.
Sebagai bagian dari kerja sama, layanan Surveyor Indonesia juga akan dijajaki untuk terhubung dengan Adhara, platform kolaborasi digital ekosistem logistik maritim yang dikembangkan Pelindo Solusi Digital. Integrasi ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna jasa terhadap berbagai layanan pendukung kegiatan maritim dan logistik.
Adhara dikembangkan untuk menghubungkan pelaku usaha, sistem, data, dan layanan dalam satu ekosistem kolaborasi. Kehadiran layanan dari berbagai mitra di dalam ekosistem tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan layanan sekaligus membantu pengguna menjalankan proses bisnis secara lebih praktis dan terkoordinasi. “Adhara kami hadirkan sebagai ruang kolaborasi bagi para pelaku ekosistem. Setiap pihak tetap menjalankan layanan sesuai kompetensinya, sementara platform digital membantu memperkuat konektivitas, memperluas akses pasar, dan mempermudah pengguna dalam memperoleh layanan yang dibutuhkan,” lanjut Natal.
Setelah penandatanganan nota kesepahaman, kegiatan dilanjutkan dengan workshop dan diskusi bersama untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna, peluang pasar, serta potensi layanan yang dapat dikembangkan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Forum tersebut juga menjadi langkah awal untuk menyelaraskan kesiapan bisnis dan teknologi kedua perusahaan. Sejumlah peluang kolaborasi akan dikaji lebih lanjut dengan memperhatikan kebutuhan pasar, kelayakan bisnis, kesiapan sistem, keamanan pertukaran data, dan ketentuan yang berlaku.
Dalam jangka pendek, Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia akan memprioritaskan identifikasi layanan yang dapat dikembangkan dan dipasarkan bersama. Selanjutnya, kolaborasi akan diperluas secara bertahap berdasarkan hasil evaluasi serta respons dari pengguna jasa.
Melalui kerja sama ini, kedua perusahaan berharap dapat menghadirkan layanan digital yang semakin mudah, transparan, dan terintegrasi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu memperkuat kualitas layanan serta mendorong terciptanya inovasi baru bagi kegiatan kepelabuhanan, logistik, perdagangan, dan ekosistem maritim secara lebih luas.(ahmad)
























