Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

RAGAM

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

badge-check


 Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak berhenti pada seremoni, pengibaran bendera, perlombaan, maupun kemeriahan perayaan. Momentum kemerdekaan perlu menjadi ruang untuk merenungkan kembali makna kebebasan sekaligus tanggung jawab seluruh warga negara dalam mengisi kemerdekaan.

Pesan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS, Haji Fikri Hudi Oktiarwan, S.Sos, dalam menyambut peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada hari Senin besok.

Menurut Haji Fikri, kemerdekaan yang telah dinikmati masyarakat Indonesia selama lebih dari delapan dekade merupakan amanah besar yang harus dijaga dan diisi dengan kerja nyata. Kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan, tetapi juga kemampuan bangsa menghadirkan kehidupan yang lebih adil, sejahtera, aman, dan bermartabat bagi seluruh rakyat.

“Kemerdekaan harus kita maknai sebagai amanah. Kita tidak hanya mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga harus bertanya kepada diri sendiri, apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa dan masyarakat di sekitar kita,” ujar Haji Fikri di Bogor, Minggu (16/8/2026).

Kemerdekaan Harus Terasa di Tengah Kehidupan Rakyat

Haji Fikri menilai kemerdekaan harus terasa ditengah kehidupan rakyat. Tantangan mengisi kemerdekaan pada masa sekarang berbeda dengan masa perjuangan para pendahulu bangsa. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata untuk merebut kemerdekaan, maka generasi hari ini memiliki tugas mempertahankan dan mengisinya melalui pendidikan, pelayanan publik, penguatan ekonomi, kepedulian sosial, serta menjaga persatuan.

Menurutnya, makna kemerdekaan akan menjadi lebih konkret apabila manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Konteks tersebut sangat relevan dengan kondisi masyarakat Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah penduduk besar, wilayah yang luas, serta karakter masyarakat yang beragam.

“Kemerdekaan jangan hanya kita rasakan di panggung-panggung peringatan. Kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan masyarakat: anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, keluarga memiliki penghidupan yang layak, petani mendapatkan perhatian, pelaku UMKM berkembang, masyarakat memperoleh pelayanan publik yang baik, dan lingkungan kita tetap terjaga,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan fisik. Pembangunan manusia dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat juga harus menjadi perhatian utama.

Sebagai bagian dari Jawa Barat, Kabupaten Bogor memiliki potensi yang sangat besar. Wilayah ini memiliki sumber daya alam, sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, serta masyarakat yang memiliki semangat gotong royong.

Namun di sisi lain, Kabupaten Bogor juga menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, mulai dari kesenjangan pembangunan antarwilayah, persoalan infrastruktur, kemacetan, akses pendidikan dan kesehatan, lapangan pekerjaan, hingga persoalan lingkungan.

Karena itu, menurut Haji Fikri, semangat kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi semangat menyelesaikan persoalan masyarakat. “Kita harus melihat kemerdekaan dari perspektif rakyat. Ketika masih ada masyarakat yang kesulitan mengakses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, air bersih, infrastruktur yang layak, atau menghadapi persoalan lingkungan, maka perjuangan kita belum selesai,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menyerahkan penyelesaian persoalan kepada pemerintah. Masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, pemuda, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan para wakil rakyat memiliki peran masing-masing dalam membangun daerah.

Mantan ketua Fraksi PKS DPRD Kqbupaten Bogor itu juga mengingatkan bahwa salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang diwariskan para pendiri bangsa adalah semangat gotong royong. Di tengah perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital, menurutnya, masyarakat jangan sampai kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Kita boleh hidup di zaman digital, tetapi jangan menjadi masyarakat yang individualistis. Semangat gotong royong harus tetap hidup. Tetangga harus saling peduli, masyarakat harus saling membantu, dan anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berkontribusi,” ujarnya.

Ia menilai generasi muda Jawa Barat memiliki posisi penting dalam menentukan wajah Indonesia ke depan. Anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus didorong menjadi pencipta gagasan, inovator, penggerak ekonomi, sekaligus bagian dari solusi atas persoalan sosial.

Haji Fikri mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebagai momentum evaluasi bersama. Menurutnya, pertanyaan penting yang harus muncul bukan hanya “bagaimana kita merayakan kemerdekaan?”, tetapi juga “apa kontribusi kita setelah kemerdekaan dirayakan?”

Bagi seorang pelajar, mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan belajar sungguh-sungguh. Bagi pekerja, dengan bekerja secara profesional dan jujur. Bagi pengusaha, dengan membuka lapangan pekerjaan dan membangun usaha yang berkelanjutan. Sementara bagi para pejabat publik dan wakil rakyat, kemerdekaan harus diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat dan perjuangan menghadirkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata.

“Setiap orang memiliki medan pengabdiannya masing-masing. Tidak harus menunggu menjadi pejabat untuk berbuat bagi bangsa. Dari keluarga, lingkungan RT dan RW, desa, sekolah, tempat kerja, semuanya bisa menjadi ruang untuk mengisi kemerdekaan,” tegasnya.

Lebih jauh, Haji Fikri mengatakan bahwa semangat kemerdekaan pada era sekarang juga harus dimaknai sebagai perjuangan membebaskan masyarakat dari berbagai bentuk keterbelakangan. Bangsa Indonesia perlu terus berjuang agar masyarakat terbebas dari kemiskinan, kebodohan, ketidakadilan, keterisolasian, serta berbagai persoalan sosial yang dapat menghambat kemajuan.

Karena itu, pembangunan Jawa Barat dan Kabupaten Bogor harus terus diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat. “Kita ingin kemerdekaan itu memiliki makna yang nyata. Masyarakat bukan hanya merdeka secara politik, tetapi juga semakin mandiri secara ekonomi, semakin kuat secara sosial, semakin baik pendidikannya, serta semakin sejahtera kehidupannya,” kata Haji Fikri.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial dan politik. Perbedaan pilihan politik, latar belakang, maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memutus tali persaudaraan. Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Haji Fikri mengajak masyarakat Jawa Barat, khususnya Kabupaten Bogor, untuk kembali meneguhkan semangat kebangsaan dan kepedulian sosial.

“Mari kita isi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat. Jangan hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi mari menjadi bagian dari pembangunan. Dari Jawa Barat, dari Kabupaten Bogor, kita berkontribusi untuk Indonesia yang semakin maju, adil, sejahtera, dan bermartabat,” pungkasnya.*** (Dull)

Baca Lainnya

Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara

1 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Jeritan Pilu Warga Berawang Baro Pegasing Delapan Dekade Merdeka, Terisolasi di Kubangan Lumpur dan Janji Manis Pembangunan ‎

1 Oktober 2026 - 03:08 WIB

Peduli Lingkungan Sejak Dini, Terminal Teluk Lamong Edukasi Siswa tentang Pemilahan Sampah

30 September 2026 - 20:34 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, KKP Siapkan Produk Perikanan untuk Menu MBG

30 September 2026 - 18:39 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

KPU Fakfak Tetapkan Data Pemilih Triwulan III 2026, Naik 808 Jiwa

30 September 2026 - 13:41 WIB

Yanuar Cecar Eks Kalapas Cibinong: Sofa hingga AC Hilang, Siapa yang Perintah?

30 September 2026 - 12:34 WIB

Dari 10 Jamaah Menjadi 651, Majelis Taklim Ar Rahmah Rangkul Jemaah Syiar Islam Bersama

30 September 2026 - 12:19 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Kolaborasi Addie MS & Twilite Orchestra, Anggun, dan Judika Warnai Perayaan 81 Tahun KAI

30 September 2026 - 07:37 WIB

Trending di RAGAM