Menu

Mode Gelap
ABUPI dan IIEA Jalin Kerja Sama, Dorong Standar dan Tata Kelola Badan Usaha Pelabuhan Menerka-nerka alasan di Balik Perombakan Menkeu Guru Besar, Dosen dan Orang Awam TPK Koja Perluas Akses Pendidikan di Jakarta Utara Lewat Program TJSL TEUs Bersinar Harhubnas 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten Infotainment Awards 2026 Kembali, 10 Kategori Siap Apresiasi Insan Hiburan Tanah Air

ANJUNGAN

KKP Kembangkan PPN Kejawanan Cirebon, Kapasitas Ditargetkan 500 Kapal

badge-check


 KKP Kembangkan PPN Kejawanan Cirebon, Kapasitas Ditargetkan 500 Kapal Perbesar

Wartatrans.com, CIREBON – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai mengembangkan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan, Cirebon, Jawa Barat, menjadi pelabuhan perikanan modern bertaraf internasional dan ramah lingkungan.

Pengembangan ini ditargetkan meningkatkan kapasitas pelabuhan hingga mampu melayani 500 kapal serta mendorong produksi pendaratan ikan mencapai 32.000 ton per tahun.

Pembangunan tahap pertama Integrated Fishing Port and International Fish Market (IFP-IFM) tersebut ditandai dengan groundbreaking yang dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Cirebon Effendi Edo, Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari, serta perwakilan Islamic Development Bank (IsDB), Kamis (17/9/2026).

Proyek yang mendapat dukungan pembiayaan dari IsDB itu memiliki nilai investasi sekitar Rp459 miliar dengan estimasi waktu pembangunan selama dua tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pengembangan PPN Kejawanan diperlukan untuk mengatasi sejumlah persoalan di sektor perikanan, mulai dari kepadatan kapal di kolam pelabuhan, peningkatan produktivitas perikanan tangkap, penguatan daya saing hingga penyerapan tenaga kerja.

“Ini adalah salah satu tonggak sejarah setelah sekian puluh tahun pembangunan pelabuhan. Ini dilakukan berdasarkan perencanaan, mimpinya adalah sebuah lokasi pelabuhan perikanan yang modern, bagus, bersih tidak berbau, yang betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata yang tematik sesuai dengan karakter di daerah,” ungkap Menteri Trenggono usai acara groundbreaking pengembangan PPN Kejawanan di Cirebon.

Berdasarkan hasil kajian, kapasitas kolam PPN Kejawanan yang saat ini dapat menampung 241 kapal akan ditingkatkan menjadi 500 kapal. Penambahan kapasitas tersebut diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan produksi pendaratan ikan.

Produksi yang saat ini berada di kisaran 5.600 ton per tahun diproyeksikan meningkat hingga 32.000 ton per tahun setelah pengembangan selesai.

Peningkatan aktivitas pelabuhan juga diperkirakan mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penerimaan yang saat ini sekitar Rp15 miliar per tahun ditargetkan meningkat menjadi Rp53 miliar per tahun.

Dari sisi ketenagakerjaan, pengembangan PPN Kejawanan diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 8.000 tenaga kerja. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kondisi saat ini yang menyerap sekitar 2.900 pekerja.

Dalam pengembangannya, PPN Kejawanan akan memiliki kawasan yang lebih luas dengan fasilitas perikanan yang lebih modern dan terintegrasi. Salah satu konsep yang diterapkan yakni pemisahan antara zona bersih dan zona kotor untuk mendukung standar pengelolaan pelabuhan yang lebih baik.

Pelabuhan tersebut juga akan dilengkapi gedung pelayanan dan pengajuan sertifikasi yang ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk perikanan. Selain itu, jumlah dermaga akan ditambah, termasuk dermaga khusus bagi kapal-kapal tradisional.

Fasilitas tempat pelelangan ikan juga akan ditingkatkan dan dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) modern. Kawasan usaha perikanan turut disiapkan untuk mendukung aktivitas ekonomi di sekitar pelabuhan.

Untuk memperkuat perlindungan kawasan, proyek tersebut mencakup pembangunan groin, revetment, serta breakwater di sisi barat dan timur pelabuhan. Infrastruktur tersebut berfungsi melindungi kawasan dari gelombang laut dan abrasi.

Dengan modernisasi tersebut, PPN Kejawanan diarahkan menjadi pusat bisnis hasil tangkapan ikan sekaligus pintu masuk ekspor produk perikanan. Konsep layanan one stop service dan one stop solution disiapkan untuk memudahkan nelayan serta pelaku usaha perikanan lokal dalam memperoleh berbagai layanan.

KKP berharap peningkatan fasilitas dan layanan tersebut dapat membuka akses yang lebih luas bagi nelayan, termasuk nelayan tradisional, sehingga mampu meningkatkan kualitas serta daya saing produk perikanan hingga pasar internasional.

Selain sektor perikanan, pengembangan PPN Kejawanan juga diharapkan memberikan dampak terhadap sektor pariwisata di Cirebon, khususnya pengembangan wisata bahari dengan konsep yang menyesuaikan karakter kawasan.

Perwakilan Islamic Development Bank (IsDB) Anisa Pratiwi mengatakan dukungan terhadap pengembangan PPN Kejawanan menjadi pelabuhan modern dan terintegrasi merupakan bagian dari hubungan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan IsDB yang telah berlangsung sekitar 50 tahun.

Menurut dia, dukungan tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen IsDB dalam mendorong tata kelola sektor perikanan yang berkelanjutan, termasuk membangun rantai nilai perikanan yang lebih terintegrasi dan memiliki daya saing.

“Lewat pembangunan ini, kami berharap terbangun ekosistem perikanan yang semakin kuat dan terintegrasi, mulai dari pendaratan ikan, pengolahan dan logisitik, hingga akses pasar baik domestik maupun internasional. Dengan demikian kami berharap kualitas produk perikanan Indonesia dapat terus meningkat,” urai Anisa.(fahmi)

 

Baca Lainnya

ABUPI dan IIEA Jalin Kerja Sama, Dorong Standar dan Tata Kelola Badan Usaha Pelabuhan

18 September 2026 - 09:19 WIB

Menerka-nerka alasan di Balik Perombakan Menkeu

18 September 2026 - 09:15 WIB

Harhubnas 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten

18 September 2026 - 08:45 WIB

Kapal Garibaldi Asal Italia Masuk Perairan RI, kini Menuju Tanjung Priok

18 September 2026 - 07:29 WIB

10 Hari 5 Jurnalis dengan Kapal Arupadatu I Hilang, Tim SAR Hentikan Pencarian

18 September 2026 - 07:20 WIB

Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Hingga Agustus Naik 12,9 Persen

17 September 2026 - 22:10 WIB

Hingga Agustus 2026, Arus Petikemas Terminal Teluk Lamong Tumbuh 12,38%

17 September 2026 - 22:08 WIB

ASDP Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik

17 September 2026 - 18:33 WIB

Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Hasnur Group Terjunkan TB Hasnur 09

17 September 2026 - 17:17 WIB

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Trending di EKOBIS