Wartatrans.com, BANDUNG BARAT – Akses langsung dari kawasan Kota Baru Parahyangan menuju Stasiun Whoosh Padalarang, Jawa Barat, tengah dipersiapkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) bersama pemerintah daerah dan pengelola kawasan.
Infrastruktur ini dirancang untuk mempermudah mobilitas penumpang sekaligus mengurai kepadatan kendaraan di sekitar stasiun.

Pengembangan akses tersebut melibatkan KCIC, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Baru Parahyangan. Selain jalan penghubung, rencana tersebut mencakup fasilitas park and ride, area drop-off, serta skybridge bagi pejalan kaki menuju kawasan stasiun.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, kemudahan akses merupakan bagian penting dari peningkatan pengalaman perjalanan penumpang Whoosh.
“Perjalanan yang nyaman tidak hanya dimulai saat penumpang berada di dalam Whoosh, tetapi juga sejak menuju stasiun. Karena itu, KCIC bersama pemerintah daerah dan pihak terkait terus mendorong peningkatan akses agar perjalanan penumpang menuju maupun meninggalkan Stasiun Padalarang dapat semakin mudah dan lancar,” ujar Eva.
Saat ini, kendaraan yang menuju maupun meninggalkan Stasiun Whoosh Padalarang masih banyak memanfaatkan jaringan jalan yang telah tersedia di sekitar stasiun. Pada periode tertentu, aktivitas antar-jemput serta tingginya pergerakan kendaraan dapat meningkatkan kepadatan lalu lintas.
Akses langsung dari Kota Baru Parahyangan nantinya diharapkan menjadi jalur alternatif sehingga arus kendaraan menuju dan dari stasiun dapat terbagi lebih baik.
Tidak hanya akses kendaraan, sejumlah fasilitas pendukung juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Fasilitas park and ride akan menyediakan pilihan bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi sebelum melanjutkan perjalanan dengan Whoosh.
Sementara itu, area drop-off disiapkan untuk membuat aktivitas antar-jemput penumpang lebih tertata. Skybridge juga direncanakan sebagai jalur pejalan kaki yang memberikan akses lebih nyaman dan aman menuju stasiun.
Rencana pengembangan akses Stasiun Padalarang–Kota Baru Parahyangan telah dituangkan dalam kesepakatan bersama empat pihak pada Agustus 2025. Setelah itu, proses dilanjutkan melalui konsultasi publik, joint survey, hingga penetapan lokasi.
Memasuki Agustus 2026, para pihak masih melakukan pembahasan mengenai penyesuaian rencana aksi dan tahapan lanjutan pembangunan akses tersebut.
Eva mengatakan, KCIC akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kota Baru Parahyangan, serta pihak terkait lainnya dalam memastikan proses pengembangan berjalan sesuai tahapan.
“Dengan adanya akses yang semakin terintegrasi, kami berharap mobilitas penumpang Whoosh semakin mudah sekaligus turut mendukung kelancaran lalu lintas dan mobilitas masyarakat di kawasan Padalarang,” tutup Eva.(fahmi)






























