Menu

Mode Gelap
KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat TPA Aisyiyah Jayan, Adakan Acara Maulid Nabi, Cahaya Kelahiran Sang Penghulu Semesta

PERISTIWA

BNPB: 47 Warga Meninggal akibat Gempa M 7 di NTT, Ratusan Rumah Rusak

badge-check


 BNPB: 47 Warga Meninggal akibat Gempa M 7 di NTT, Ratusan Rumah Rusak Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sedikitnya 47 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban terbanyak.

“Total jumlah korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Sebaran korban tersebut teridentifikasi di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang dan Ende 1 orang,” ujar Berton, Sabtu.

Selain korban meninggal, tim gabungan masih melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak, termasuk korban luka. Bantuan berupa kebutuhan pangan dan nonpangan juga mulai disalurkan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Berdasarkan pendataan sementara hingga pukul 17.00 WIB, sebanyak 157 rumah mengalami rusak berat, 41 rumah rusak sedang, dan 148 rumah lainnya rusak ringan.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada berbagai fasilitas publik. BNPB mencatat 87 fasilitas pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, lima tempat ibadah, enam kantor, serta sejumlah fasilitas umum lainnya turut terdampak.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isrodin Muchlisin menyampaikan rincian korban di beberapa wilayah. Di Manggarai Timur, tercatat 11 orang meninggal dunia dan 24 orang mengalami luka-luka. Sementara di Kabupaten Sikka, tiga orang meninggal dan dua lainnya terluka.

Di Manggarai Barat, satu warga meninggal dunia dan dua orang mengalami luka. Kabupaten Manggarai mencatat 24 korban meninggal serta 22 korban luka. Adapun di Nagekeo terdapat satu orang meninggal dunia.

Noer mengatakan operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan. Tim SAR mengoptimalkan waktu 72 jam pertama setelah bencana atau masa yang dikenal sebagai golden hour untuk menemukan dan menyelamatkan korban yang masih mungkin bertahan.

“Tim masih bekerja di lapangan. Kita berharap dapat memanfaatkan golden hour pada 72 jam semenjak kejadian untuk menyelamatkan dan mengevakuasi seluruh korban yang terdampak bencana,” katanya.

Basarnas juga memperkuat operasi dengan mengerahkan personel dan peralatan dari berbagai wilayah. Kantor Pusat Basarnas dijadwalkan bergerak menuju lokasi terdampak, sementara helikopter Basarnas telah berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Selain itu, kapal KN Puntadewa yang sebelumnya bergerak dari Maumere dilaporkan telah tiba di Pelabuhan Waingapu pada Sabtu sore untuk mendukung proses evakuasi.

Gempa utama terjadi pada pukul 04.58.24 WIB. Berdasarkan hasil pemutakhiran, episentrum gempa berada di laut, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Guncangan tersebut juga memicu tsunami yang terdeteksi di sejumlah titik, mulai dari wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan. Setelah gempa utama, ratusan gempa susulan turut terjadi.

Tim gabungan hingga kini masih melakukan pendataan dampak, pencarian dan evakuasi korban, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak.(fahmi)

 

Baca Lainnya

KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara

10 September 2026 - 10:35 WIB

Whoosh Tetap Melaju di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Ini Langkah Pengamanan KCIC

10 September 2026 - 07:15 WIB

KSOP Banten dan Tim SAR Gabungan Optimalkan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

9 September 2026 - 15:25 WIB

Liputan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, 5 Jurnalis Dilaporkan Hilang Kontak

9 September 2026 - 05:33 WIB

BNPB Sebut hingga September, Ada 1.730  Bencana di Indonesia

9 September 2026 - 05:15 WIB

FKSTIM Desak Transparansi Pemilihan DKJ, Wacana PTUN hingga Pembubaran AJ Mengemuka

8 September 2026 - 22:18 WIB

KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer

7 September 2026 - 16:10 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau Imigrasi Beri Izin WNA ITKT 30 Hari

7 September 2026 - 14:49 WIB

Empat Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan pada Minggu Pagi, Apa Akibat Buruknya ?

7 September 2026 - 10:58 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah

6 September 2026 - 20:58 WIB

Trending di NASIONAL