Wartatrans.com, BOGOR — Silaturahmi DPTD PKS bersama anggota legislatif, Dewan Penasihat, dan Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor, Sabtu (26/9/2026), menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus menegaskan kembali arah perjuangan partai.
Dalam forum tersebut, mengemuka pentingnya militansi kader, soliditas struktur, dan semangat beramal jamai sebagai bagian dari upaya menjalankan amanah organisasi.
Di tengah jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari enam juta jiwa, PKS Kabupaten Bogor dihadapkan pada situasi masyarakat yang semakin kompleks. Karena itu, kader dan struktur partai dituntut mampu hadir dengan kepedulian, integritas, serta sikap kenegarawanan.
Ketua Dewan Penasihat menekankan bahwa tantangan kehidupan saat ini semakin berat, diwarnai berbagai persoalan dan fitnah. Dalam kondisi tersebut, setiap kader dituntut mampu menjaga amanah dengan komitmen, integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan bahwa PKS merupakan partai politik yang lahir dari semangat dakwah. Karena itu, menurut pandangan yang disampaikan dalam forum, identitas dan DNA perjuangan partai harus tetap berada pada jalur amar ma’ruf nahi munkar.
Meski politik berkaitan dengan upaya memperoleh kekuasaan sebagai sarana memperjuangkan kebijakan publik, semangat dakwah dinilai tidak boleh ditinggalkan. Fasilitas dan ruang yang diperoleh melalui sarana politik harus diorkestrasi untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Berbagai persoalan sosial juga menjadi perhatian, mulai dari judi online (judol), prostitusi, kemiskinan hingga korupsi yang dinilai masih memprihatinkan. Persoalan tersebut menjadi tantangan bagi seluruh elemen masyarakat dan membutuhkan kontribusi nyata dari berbagai pihak.
Sementara itu, Dewan Pakar menegaskan pentingnya menjalankan amanah melalui proses diskusi, kajian dan inisiasi gagasan untuk menghasilkan langkah-langkah yang memberikan manfaat bagi kemajuan partai.
Dewan Pakar juga diharapkan dapat membangun sinergi yang baik dengan struktur partai dan seluruh elemen terkait. Berbagai langkah strategis perlu disusun dari banyak perspektif, dengan tetap memperhatikan arahan struktur organisasi.
Dalam sesi penyampaian pandangan anggota legislatif, Agus Salim mengangkat isu pendidikan dasar keagamaan. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pentingnya memastikan setiap anak yang menyelesaikan pendidikan sekolah dasar memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an.
Rangkaian gagasan tersebut memperlihatkan bahwa konsolidasi PKS Kabupaten Bogor tidak hanya berbicara mengenai penguatan struktur organisasi, tetapi juga bagaimana amanah politik dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata di tengah masyarakat.*** (Dull)






















