JAKARTA — Gagasan menghadirkan “rumah Indonesia” di Tanah Suci memasuki babak baru. Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto telah memulai langkah pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, sebuah kawasan yang diproyeksikan menjadi fasilitas akomodasi bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia.
Pemerintah menyebut langkah tersebut sebagai capaian penting dalam hubungan Indonesia dan Arab Saudi. Presiden Prabowo pada Februari 2026 mengatakan Indonesia mendapat kehormatan dan hak untuk memiliki lahan di Kota Suci Makkah.
“Untuk pertama kali dalam sejarah, pemerintah Kerajaan Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di Kota Suci Makkah,” ujar Prabowo dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Malang, 8 Februari 2026.
Rencana tersebut sebelumnya telah disampaikan Presiden Prabowo sejak 2025. Dalam perkembangannya, pemerintah Indonesia melalui Danantara melakukan pembelian fasilitas di kawasan Thakher, Makkah.
Menurut laporan Menteri Investasi dan Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani kepada Presiden, pemerintah telah melakukan perjanjian jual beli bersyarat untuk sebuah hotel di kawasan Thakher dengan kapasitas sekitar 1.461 kamar yang berada di tiga menara. Hotel tersebut diperkirakan dapat menampung sekitar 4.383 jemaah Indonesia.
Selain hotel, pemerintah juga membeli lahan seluas sekitar lima hektare di depan kompleks tersebut. Di atas lahan itu direncanakan pembangunan 13 tower dan satu mal.
Jika keseluruhan kawasan selesai dibangun, total kapasitasnya diproyeksikan mencapai sekitar 6.025 kamar, yang dapat menampung lebih dari 23.000 jemaah. Lokasinya berada sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Pemerintah juga menyebut akses menuju Masjidil Haram akan semakin mudah dengan pembangunan Jembatan Al-Hujun yang menghubungkan kawasan tersebut.
Kampung Haji Indonesia dirancang bukan sekadar tempat menginap. Pemerintah mengaitkannya dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan jemaah sekaligus menciptakan efisiensi dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa keberadaan kawasan tersebut diharapkan memungkinkan fasilitas, konsumsi dan kebutuhan jemaah dikelola dengan lebih baik oleh Indonesia.
Pemerintah juga berharap efisiensi tersebut pada akhirnya dapat ikut menekan biaya penyelenggaraan ibadah haji.
Gagasan ini disebut Prabowo lahir dari pembicaraan tingkat tinggi dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Rosan Roeslani juga menyampaikan bahwa inisiatif pembangunan Kampung Haji merupakan mandat langsung Presiden Prabowo yang kemudian ditindaklanjuti melalui pembelian dan pengembangan fasilitas di Makkah.
Selama puluhan tahun, jutaan jemaah Indonesia datang ke Tanah Suci sebagai tamu yang harus bergantung pada fasilitas akomodasi yang tersedia selama musim haji.
Kampung Haji Indonesia menawarkan konsep berbeda: menghadirkan kawasan yang secara khusus disiapkan untuk kebutuhan jemaah Indonesia.
Bagi para calon jemaah, terutama lanjut usia, kedekatan lokasi dan tersedianya fasilitas yang terintegrasi menjadi aspek penting. Mereka tidak hanya membutuhkan tempat tidur, tetapi juga akses transportasi, layanan kesehatan, konsumsi, tempat ibadah dan lingkungan yang mendukung pelaksanaan ibadah.
Karena itu, Kampung Haji Indonesia dapat dilihat sebagai bagian dari upaya jangka panjang pemerintah memperbaiki ekosistem pelayanan jemaah.
Pemerintah sendiri menegaskan bahwa kawasan tersebut merupakan wujud dari aspirasi masyarakat Muslim Indonesia untuk memiliki fasilitas pemondokan sendiri di Tanah Suci.
Di balik angka 13 tower, ribuan kamar dan lahan beberapa hektare, ada harapan jutaan keluarga Indonesia.
Harapan seorang ibu yang bertahun-tahun menabung agar bisa berangkat ke Baitullah. Harapan seorang ayah yang ingin menjalankan rukun Islam kelima. Dan harapan jemaah lanjut usia agar dapat beribadah dengan lebih nyaman dan aman.
Kampung Haji Indonesia karena itu bukan semata proyek properti. Ia merupakan bagian dari diplomasi, pelayanan publik dan ikhtiar menghadirkan fasilitas Indonesia di salah satu pusat ibadah umat Islam dunia.
Jika kelak kawasan itu berdiri dan beroperasi sepenuhnya, maka bagi jemaah Indonesia, Tanah Suci bukan hanya tempat untuk datang dan beribadah.
Di sana akan ada sebuah kawasan yang dipersiapkan khusus untuk menyambut mereka: Kampung Haji Indonesia.*** (Dulloh)






















