Wartatrans.com, BOGOR — Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor menggelar Syuro Perdana, Sabtu (26/9/2026), di Ruang Command Center, Lantai 2 Gedung DPTD PKS Kabupaten Bogor. Pertemuan yang berlangsung pukul 15.30–16.30 WIB ini menjadi langkah awal memperkuat peran Dewan Pakar sebagai wadah pemikiran strategis dalam merumuskan gagasan pembangunan Kabupaten Bogor.
Syuro perdana diikuti 15 anggota Dewan Pakar dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi. Mereka antara lain Dr. H. Syamsuddin, Dr. Eman Sulaeman, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, Dr. H. Hasan Basri Tanjung, Sapto Sugiarto, Dr. Soni Suardi, Ir. Sukoco, Dr. Baban Sarbana, Putra Gara, H. Rahmaji Asmuri, Dr. Sardi Duryatmo, Kolonel Pur TNI-AL Kuswakit, Drs. H. Asep Aonuddien, Dr. H. Syaiful Anwar, serta Dr. (c) Tofan Mahdi.
Forum membahas penguatan sinergi antara Dewan Pakar, struktur partai, dan unsur legislatif. Ketua Dewan Pakar menekankan bahwa keahlian para pakar perlu diterjemahkan menjadi kajian, gagasan, dan rekomendasi yang konkret sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Bogor. Sejumlah gagasan strategis mengemuka dalam musyawarah tersebut.
Empat Prioritas Pembangunan
Achmad Fathoni, Sekretaris MPD, menyampaikan aspirasi agar Dewan Pakar ikut mendorong agenda legislasi yang berorientasi pada empat bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan ketahanan keluarga.
Keempat bidang tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi dalam merumuskan Platform Pembangunan Kabupaten Bogor, sehingga agenda politik dan legislasi memiliki arah pembangunan yang lebih terukur.
Sementara itu, Drs. H. Asep Aonuddien, M.Si. menekankan pentingnya kualitas gagasan. Menurutnya, kajian yang dihasilkan harus memiliki nilai manfaat nyata, mudah dipahami masyarakat, serta dapat dikomunikasikan dan dipasarkan secara efektif.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan sumber daya manusia yang mumpuni agar gagasan Dewan Pakar tidak berhenti sebagai kajian internal, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Investasi dan Lapangan Kerja
Pada bidang ekonomi, Ir. Sukoco menyoroti pentingnya penugasan fraksi untuk memberi perhatian lebih besar terhadap persoalan ketenagakerjaan dan ekonomi daerah.
Salah satu fokus yang didorong adalah strategi menarik investor ke Kabupaten Bogor. Menurut gagasan yang mengemuka dalam forum, investasi perlu diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Data dan Kepemimpinan Daerah
Sementara itu, Dr. Baban Sarbana, S.E., M.Si. menekankan pentingnya penggunaan data faktual dan temuan lapangan dalam setiap kajian Dewan Pakar.
Ia juga mendorong adanya kanal komunikasi yang terstruktur agar gagasan yang dihasilkan dapat disampaikan secara efektif kepada struktur partai maupun pemangku kebijakan.
Selain itu, Forum Dewan Pakar dapat menjadi ruang untuk menguji kapasitas dan gagasan kepemimpinan daerah sebagai bagian dari proses penjaringan calon Bupati Bogor untuk periode politik 2029.
Kajian Harus Terhubung dengan DPRD
Gagasan mengenai sinkronisasi kebijakan disampaikan Dr. H. Syaiful Anwar, S.Sos., M.M. Ia menekankan perlunya menyelaraskan kajian Dewan Pakar dengan bidang kerja komisi di DPRD Kabupaten Bogor.
Dengan demikian, kajian yang dihasilkan tidak berjalan sendiri, tetapi dapat bersinergi langsung dengan agenda legislasi dan pengawasan DPRD.
Sedangkan H. Rahmaji Asmuri mengusulkan agar struktur kelompok kerja bersifat fleksibel dan dinamis. Komposisi Pokja, menurut gagasan tersebut, dapat disesuaikan dengan isu prioritas dan kebutuhan aktual Kabupaten Bogor.
Dalam diskusi awal, Dr. (c) Tofan Mahdi, S.E., M.Sos., juga memberikan pandangan kritis untuk memperkaya kerangka kerja Dewan Pakar ke depan.
Empat Pokja Dibentuk
Untuk mengembangkan Grand Design Pembangunan Kabupaten Bogor secara lebih komprehensif, forum menyepakati pembentukan empat kelompok kerja tematik.
Pokja 1 – Pendidikan, Sosial dan Dakwah beranggotakan Dr. H. Hasan Basri Tanjung, M.A., Dr. H. Syaiful Anwar, S.Sos., M.M., Drs. H. Asep Aonuddien, M.Si., Sapto Sugiarto, M.Pd., Dr. Eman Sulaeman, S.Sos.I., M.Ag., dan Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si.
Pokja ini akan memusatkan perhatian pada pendidikan, pembangunan manusia, persoalan sosial kemasyarakatan, dan dakwah.
Pokja 2 – Kesehatan dan Lingkungan beranggotakan Dr. Sardi Duryatmo, M.Si. dan Dr. Arizqi Ihsan Pratama, M.Pd. Fokusnya mencakup kesehatan masyarakat, lingkungan hidup, dan peningkatan kualitas hidup.
Pokja 3 – Ekonomi dan Kesra terdiri atas Ir. Sukoco, Dr. Baban Sarbana, S.E., M.Si., Dr. Soni Suardi, S.E., M.M., dan Putra Gara, S.Sos. Pokja ini akan mengkaji ekonomi daerah, investasi, ketenagakerjaan, serta kesejahteraan masyarakat.
Sedangkan Pokja 4 – Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga beranggotakan Dr. H. Syamsuddin, M.Pd., Dr. (c) Tofan Mahdi, S.E., M.Sos., H. Rahmaji Asmuri, dan Kolonel Pur TNI-AL Kuswakit, S.E.
Pokja ini diarahkan mengkaji ketahanan keluarga, kesejahteraan rumah tangga, serta berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan keluarga.
Menuju Grand Design Pembangunan Bogor
Syuro Perdana Dewan Pakar juga menyepakati 12 komitmen bersama. Di antaranya membangun sinergi dengan struktur partai dan unsur legislatif, menggelar pertemuan internal secara bulanan serta pertemuan bersama struktur partai secara triwulanan, dan membahas isu strategis berdasarkan kompetensi masing-masing anggota.
Setiap Pokja diwajibkan menghasilkan kajian, gagasan, dan rekomendasi konkret. Forum juga menyepakati penggunaan data faktual serta temuan lapangan sebagai dasar analisis.
Selain itu, Dewan Pakar akan mendorong penetapan Platform Pembangunan Kabupaten Bogor, mengembangkan Grand Design Pembangunan Kabupaten Bogor, menyinkronkan hasil kajian dengan bidang komisi DPRD, serta menyiapkan gagasan pembangunan dan kepemimpinan daerah menuju agenda Kabupaten Bogor 2029.
Dengan demikian, Syuro Perdana bukan sekadar forum perkenalan, melainkan menjadi titik awal konsolidasi intelektual Dewan Pakar PKS Kabupaten Bogor.
Dewan Pakar diproyeksikan menjadi wadah pemikir (think tank) yang menghimpun keahlian dari berbagai disiplin ilmu untuk membaca persoalan daerah, mengolah data, merumuskan gagasan, dan menawarkan rekomendasi kebijakan yang dapat dikonversi menjadi program pembangunan.
Forum tersebut menegaskan satu arah kerja: gagasan harus lahir dari data, diuji melalui kajian, dikomunikasikan secara efektif, dan diarahkan menjadi solusi bagi masyarakat Kabupaten Bogor.*** (Dull)






















