Menu ✖

Mode Gelap
Tanzil Murda Hadirkan Ingatan Budaya Aceh Lewat Rampagoe: Peeling Time Terminal Kijing Perkuat Peran sebagai Simpul Logistik dan Perdagangan Strategis di Kalbar H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pengelolaan Sampah Jawa Barat Tuntas dari Hulu Hingga Hilir WASPADA ! Udara di Kaimana, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama Masuk Kategori BERBAHAYA pada 9 Oktober 2026 Di Tengah Kekeringan Hampir Empat Bulan, PUPR2KP  Alirkan Air Bersih ke Kampung Lusiferi PERADI: Kantor Hukum Tidak Boleh Menjadi Sarana Menampung atau Menyamarkan Dana Hasil Kejahatan

Uncategorized

Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

badge-check


 Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Perayaan Hari Didong Musara Gayo Jabodetabek di Jalan Keni Gayo, Setu, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/8/2026), tidak hanya menghadirkan pertunjukan Didong, tetapi juga menjadi ruang bagi para penyair Gayo untuk menyuarakan gagasan melalui puisi.

Penyair besar Indonesia asal Gayo, LK Ara, turut tampil membacakan puisi di hadapan para tamu dan masyarakat Gayo yang hadir. LK Ara, yang beberapa waktu lalu meraih penghargaan Penyair Afilihung dalam perhelatan Hari Puisi, tampil dengan karakter pembacaan yang kuat dan sarat makna.

Kehadiran LK Ara memberikan warna tersendiri bagi perayaan Hari Didong. Puisi yang dibacakannya menjadi bagian dari upaya mempertemukan tradisi sastra dengan seni Didong sebagai kekayaan budaya Gayo.

Selain LK Ara, penyair Salman Yoga juga tampil membacakan puisi bertema Radio Rimba Raya. Puisi tersebut mengangkat kembali ingatan sejarah tentang Radio Rimba Raya, yang memiliki tempat penting dalam perjalanan perjuangan Indonesia dan sejarah Aceh.

Penyair Salman Yoga baca puisi tentang Radio Rimba Raya.

Pembacaan puisi Salman Yoga berlangsung dalam suasana penuh perhatian. Tema Radio Rimba Raya tidak sekadar menjadi materi sastra, tetapi juga menjadi pengingat akan peran sejarah Gayo dan Aceh dalam mempertahankan keberadaan Republik Indonesia pada masa perjuangan.

Penampilan LK Ara dan Salman Yoga melengkapi kemeriahan Hari Didong Musara Gayo Jabodetabek. Seni tradisi Didong, puisi, dan berbagai ekspresi budaya berpadu dalam satu panggung yang memperlihatkan bahwa kebudayaan Gayo terus hidup dan berkembang.

Hari Didong pun tidak sekadar menjadi perayaan seni, tetapi menjadi momentum untuk merawat ingatan, identitas, dan kebanggaan budaya Gayo di tengah masyarakat perantauan.*** (Jasa)

Baca Lainnya

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026, Perjalanan Wisata Antarkota Terus Tumbuh

4 Oktober 2026 - 14:05 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong

24 September 2026 - 18:46 WIB

Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 22:25 WIB

Ultrajaya dan Frisian Flag Bersatu, Peta Susu RI Berubah

21 September 2026 - 21:53 WIB

Jakarta-New York: Diplomasi Kota, Transportasi, dan Rp5,2 Triliun

21 September 2026 - 21:47 WIB

Trending di Uncategorized