Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan pengembangan Trans Sumatra Railway (TSR) akan berfokus pada pembangunan simpul integrasi antarmoda guna menciptakan sistem transportasi yang saling terhubung.
Namun, di balik besarnya visi tersebut, proyek strategis ini masih menghadapi tantangan utama berupa kepastian pendanaan dan tahapan implementasi.

Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Mohamad Risal Wasal mengatakan, pengembangan TSR tidak hanya berorientasi pada pembangunan jalur rel, tetapi juga memastikan konektivitas antarmoda agar mampu meningkatkan efisiensi mobilitas penumpang maupun distribusi logistik.
“Kita tidka hanya bangun rel kereta, tetapi bagaimana menciptakan simpul integrasi yang aman, nyaman, dan mudah diakses,” ujar Risal dalam pada Senin (3/8/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan pemerintah mulai menggeser fokus pembangunan dari sekadar memperluas jaringan rel menjadi penguatan konektivitas antarmoda.
Namun hingga kini pemerintah belum mengumumkan kebutuhan investasi per koridor, jadwal konstruksi, maupun skema pembiayaan proyek secara rinci.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pembangunan Trans Sumatra Railway tidak hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Kita tentu harus berinovasi, tidak hanya menggantungkan dari anggaran pemerintah saja,” ujar Dudy seusai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI pada Juni 2026.
Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin dalam kesempatan yang sama mengungkapkan pemerintah telah membentuk tim khusus untuk mengkaji proyek tersebut bersama kementerian dan lembaga terkait.
“Itu penugasan dari Presiden ke kita. Kita sekarang sedang membuat tim khusus untuk pengkajian ini,” kata Bobby.
Sedangkan Dosen Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (Itera) sekaligus Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Lampung, Muhammad Abi Berkah Nadi menilai, proyek tersebut berpotensi menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi apabila direalisasikan secara bertahap dan terintegrasi.
“Terkait rencana pembangunan Trans-Sumatra Railway yang menghubungkan Bakauheni hingga Aceh akan memberikan dampak positif bagi warga di Pulau Sumatra, pihak industri, bahkan pariwisata. Dari sisi konektivitas, proyek ini memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi antarprovinsi di Pulau Sumatra,” kata Abi, Senin (3/8/2026).
“Harapannya jalur Trans-Sumatra Railway memberikan manfaat untuk angkutan penumpang, angkutan logistik, maupun menjadi angkutan menuju destinasi pariwisata. Pembangunan ini dapat menurunkan biaya angkutan logistik, meningkatkan ekonomi daerah, serta memberikan pelayanan transportasi untuk menjangkau kawasan wisata.”
Meski prospeknya dinilai besar, keberhasilan Trans Sumatra Railway akan ditentukan oleh kepastian pendanaan, penetapan koridor prioritas, serta jadwal pembangunan. (Artha Tidar)
































