Menu

Mode Gelap
Perluas Pencarian Penumpang KM Virgo Transport 8, Ditjen Hubla Kerahkan KN. Grantin P. 211 Ditjen Hubdat Luncurkan Aplikasi SUMBA di Hari Perhubungan Nasional Terbang Bersama Garuda, Kini Ada Lebih dari 100 Konten Tayangan Hiburan Baru Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

Uncategorized

BGN Kembali Suspend 1.276 Dapur MBG, Ratusan Lain Diusulkan Ditutup

badge-check


 BGN Kembali Suspend 1.276 Dapur MBG, Ratusan Lain Diusulkan Ditutup Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) kembali memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terbaru, BGN menghentikan sementara operasional 1.276 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Langkah tersebut diumumkan BGN pada 16 September 2026 berdasarkan hasil pemantauan dan pengawasan Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan terhadap pemenuhan standar higiene dan sanitasi dapur MBG.

Dari 1.276 SPPG yang disuspend, 821 SPPG masih dalam proses pendaftaran SLHS, sementara 447 SPPG telah mendaftar tetapi belum memenuhi persyaratan dan kelayakan. Adapun 8 SPPG lainnya belum terkonfirmasi status SLHS-nya.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari langkah BGN pada 7 September lalu ketika 1.999 SPPG dihentikan sementara karena belum mendaftarkan SLHS. BGN menegaskan bahwa standar higiene dan sanitasi merupakan persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan MBG.

Di saat yang sama, BGN juga memperkuat mekanisme pengawasan dari sisi penerima manfaat. BGN sedang menyiapkan aplikasi rating MBG yang memungkinkan kepala sekolah memberikan penilaian dan catatan terhadap layanan SPPG, termasuk kualitas makanan dan ketepatan waktu pengiriman.

Kepala BGN Sudaryono juga meminta sekolah memastikan keamanan makanan sebelum dibagikan kepada siswa. Pada kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur, ia meminta sekolah memperhatikan kondisi makanan serta label batas waktu konsumsi sebelum MBG disajikan.

Penataan tidak hanya menyasar dapur MBG. Pada 10 September, BGN juga mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat. Menurut BGN, langkah tersebut berkaitan dengan pemutakhiran sasaran program, sementara perluasan diarahkan antara lain ke sekolah di wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi.

Dengan demikian, perkembangan terbaru BGN menunjukkan dua arah kebijakan yang berjalan bersamaan: memperketat standar keamanan dan pengawasan dapur MBG sekaligus menata kembali sasaran penerima agar program diarahkan kepada kelompok dan wilayah yang menjadi prioritas.*** (Septi)

Baca Lainnya

Ratusan Guru Al-Qur’an di Bogor Bersiap Naik Kelas, Kompetensi Jadi Kunci

13 September 2026 - 23:26 WIB

Enam Hari Pencarian, Wartawan Gayo Nyalakan Api Solidaritas untuk Lima Rekan di Selat Sunda

13 September 2026 - 23:06 WIB

Tsunami’ Dugaan Keracunan Menu MBG Melanda 4 Wilayah Pantura Jawa Tengah

11 September 2026 - 05:26 WIB

Cerita Bupati Madina Jumpa Mantan: Ada Bibik-bisik Soal Bandara, Pelabuhan dan BUMD?

7 September 2026 - 16:04 WIB

Dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon , 81 Penyair Bicara Tentang Indonesia ‘Merdeka Katamu’

7 September 2026 - 08:02 WIB

Catatan Halimah Munawir: Narosan – Ketika Tradisi Menjadi Jalan Menuju Keluarga

6 September 2026 - 16:59 WIB

Peringatan Maulid Nabi di Rumah Qur’an DKM Masjid Annur Purigading Berlangsung Khidmat

6 September 2026 - 10:49 WIB

Dari Dapur Kecil ke Produksi 3.000 Bolu Sehari, Kisah Dermiyanti Menaklukkan Pasar Jambi

4 September 2026 - 21:04 WIB

Jakarta Butuh Hub Logistik

30 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Trending di RAGAM